Berita - Umum

Pameran NTT BaSTEL 2026 Ditutup dengan Malam Solidaritas, Donasi Gempa Flores Tembus Rp1,112 Miliar

Kupang – Pameran Pembangunan NTT BaSTEL 2026 resmi ditutup melalui Malam Solidaritas Peduli Gempa Flores di halaman depan Hotel Harper Kupang, Senin malam, 24 Agustus 2026. Penutupan yang dimulai pukul 19.00 WITA itu menggabungkan panggung seni, penggalangan donasi, serta refleksi atas bencana gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Flores.

Selama sepuluh hari penyelenggaraan, pameran bertajuk NTT BaSTEL (NTT Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT) mencatat sedikitnya 112.342 pengunjung, melibatkan 615 pelaku UMKM dan 97 pedagang asongan, serta menghimpun donasi kemanusiaan sebesar Rp1.112.000.000 bagi masyarakat terdampak gempa di Flores.

Suasana penutupan dibuka dengan penampilan Sky Band, dilanjutkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian doa bersama yang dipimpin Leonardus Longa, S.Fil. Sanggar Embun Buna Abuy Aramang Mataru dari Alor kemudian menghadirkan tarian tradisional sebagai pembuka rangkaian acara sebelum memasuki laporan akhir panitia.

Ketua Panitia: Pameran Menjadi Ruang Refleksi di Tengah Sukacita Kemerdekaan

A person standing at a podium

AI-generated content may be incorrect.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Drs. Ady Endezon Mandala, M.Si., menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran tahun ini menghasilkan lima capaian utama yang melampaui fungsi pameran pembangunan sebagai ruang promosi.

Selain menjadi ruang refleksi dan doa bagi masyarakat Flores, pameran juga mencatat aktivitas ekonomi yang signifikan.

Menurut Ketua Panitia, total belanja pengunjung mencapai Rp5.363.630.000, sementara perputaran ekonomi yang dinikmati pelaku usaha mencapai Rp5.088.418.020. Di sisi lain, layanan Samsat yang dibuka selama pameran menghasilkan penerimaan sebesar Rp120.669.676.

Panitia juga mencatat seluruh 19 mata lomba yang digelar selama penyelenggaraan telah selesai dilaksanakan beserta penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang.

Ketua Panitia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai unsur melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat.

"Pameran ini sekali lagi telah menegaskan bahwa sukacita kemerdekaan telah meluap dengan melimpah di sepanjang kehidupan kita 10 hari ini, dan saat yang sama kita semua telah berada pada ruang refleksi yang sangat mendalam terkait erat dengan penderitaan, kesakitan, dan kesulitan yang dihadapi oleh bersaudara kita akibat gempa tektonik 7,7 skala Richter," kata Ady.

Usai laporan panitia, panggung kembali dihidupkan lewat penampilan tari kreasi Koxi NTT, disusul penayangan video dokumentasi dampak gempa Flores yang mengubah suasana menjadi lebih hening sebelum memasuki sesi penggalangan donasi.

SOU Galang Donasi Lewat Lelang Lagu

Puncak malam solidaritas diisi oleh penampilan grup musik Silet Open Up (SOU) yang menggabungkan konser dengan lelang lagu. Setiap lagu yang dibawakan menjadi momentum bagi para pelaku usaha, organisasi, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan komitmen bantuan bagi korban gempa.

Sepanjang malam, SOU membawakan sekitar sepuluh lagu, di antaranya Terlalu Bercanda, Mataja (Makin Tua Makin Jadi), Main Salah (Nona Belis Mahal), Taguling, Ubur-Ubur Ikan Lele, Honeymoon, Lupa Nama Tapi Masih Ingat Rasa, Maimuna, Tor Monitor, hingga Tabola Bale yang kembali dinyanyikan sebagai penampilan tambahan karena antusiasme penonton.

Sesi lelang lagu itu berhasil menghimpun sedikitnya Rp930 juta, mendekati target Rp1 miliar yang diumumkan pembawa acara di penghujung penampilan.

Kontribusi terbesar malam itu datang dari berbagai kalangan dunia usaha dan lembaga.

Kadin NTT menyampaikan komitmen bantuan hingga Rp500 juta, termasuk pengiriman dua unit ekskavator ke Flores dan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di desa-desa terdampak.

PT Cendana Indo Pears memberikan bantuan senilai Rp100 juta berupa sembako, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.

DPRD Provinsi NTT menyumbang Rp50 juta, sementara DPP Apindo NTT juga menyatakan bantuan awal sebesar Rp50 juta dengan target dukungan yang akan terus bertambah melalui penyaluran kebutuhan pokok.

Gubernur: "Yang Tertusuk Padamu di Flores, Berdarah Padaku"

A group of people sitting in a white tent

AI-generated content may be incorrect.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melki Laka Lena, S.Si., Apt., menutup rangkaian acara dengan pidato yang menempatkan solidaritas sebagai makna utama penyelenggaraan pameran tahun ini.

Ia mengatakan Pameran NTT BaSTEL tidak hanya menghadirkan capaian pembangunan, tetapi juga membuktikan bahwa ruang publik dapat menjadi wadah aksi nyata bagi masyarakat yang sedang mengalami bencana.

"Pameran ini bukan semata-mata melahirkan dan menghasilkan pembangunan NTT di dalam semua tempat pameran ini saja, tetapi juga sekaligus membuktikan bahwa pameran ini akan memberikan donasi yang maksimal untuk masyarakat terdampak gempa Flores," kata Melki.

Ia juga mengajak masyarakat memaknai Hari Kemerdekaan sebagai momentum berbagi, bukan sekadar perayaan.

"Kita tunjukkan melalui pameran pembangunan ini bahwa kemerdekaan bukan sekadar kita rayakan dengan sukacita di Kupang, tetapi juga sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap semua yang menjadi korban di Flores."

Dalam pidatonya, Gubernur mengutip penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri sebagai simbol ikatan emosional masyarakat NTT terhadap korban bencana.

"Yang tertusuk padamu di Flores, berdarah padaku."

Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila.

"Mari kita terus bergandengan tangan, berbagi beban dengan masyarakat di Flores, dan kita tunjukkan bahwa gotong royong yang Bung Karno temukan melalui Pancasila di Pulau Flores di NTT ini benar-benar akan kita praktikkan oleh seluruh masyarakat NTT melalui semua badai ini."

Menutup pidatonya, Gubernur mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan harapan dalam menghadapi berbagai ujian yang dialami daerah tersebut.

"Jangan pernah menyerah, tetapi selalu melangkah melewati badai sejarah di Nusa Tenggara Timur."

Pameran Ditutup dengan Solidaritas

A group of people on a stage

AI-generated content may be incorrect.A group of people on a stage

AI-generated content may be incorrect.

Usai sambutan gubernur, SOU kembali naik ke panggung untuk melanjutkan sesi lelang lagu bersama para pelaku usaha yang turut bergabung melalui konferensi video. Dukungan terus mengalir hingga penghujung acara, mengantarkan total komitmen donasi malam itu mendekati angka Rp1 miliar, sementara akumulasi donasi selama penyelenggaraan pameran mencapai Rp1,112 miliar.

Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya sepuluh hari penyelenggaraan Pameran NTT BaSTEL 2026 yang tidak hanya menghadirkan promosi pembangunan, produk UMKM, pertunjukan budaya, dan kompetisi, tetapi juga menjadikan solidaritas kemanusiaan sebagai penutup utama perayaan kemerdekaan di Nusa Tenggara Timur.

Penulis: Fachri Irgiana Nurhakim

Anda Suka Berita Ini ?