Blog Single
Berita - Umum

Gubernur NTT Dorong SMA Negeri 7 Kupang Lahirkan Generasi Berkarakter, Cerdas dan Berjiwa Wirausaha

Kupang, 31 Agustus 2026

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melaunching Produk OSOP (One School One Product) berupa produk Tunavasi 7 (Abon Ikan Tuna) sekaligus Pengukuhan Kelas Khusus Cabang Olahraga Hoki di SMA Negeri 7 Kota Kupang, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong satuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta meningkatkan prestasi olahraga peserta didik.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada SMA Negeri 7 Kupang yang telah mengembangkan produk olahan ikan tuna sebagai bagian dari implementasi program OSOP.

“Saya mengapresiasi dihasilkannya produk abon ikan dengan nama Tunavasi 7 ini. Ini menunjukkan bahwa anak-anak di sekolah tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai dan bisa dikembangkan menjadi bagian dari kemampuan kewirausahaan mereka,” ujar Gubernur.

Menurutnya, produk tersebut menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi tempat untuk melatih peserta didik menjadi generasi muda yang kreatif dan memiliki kemampuan berwirausaha sejak dini. Ia berharap pengembangan abon ikan tuna tersebut dapat terus diperluas dengan memanfaatkan berbagai potensi bahan baku lokal lainnya.

“Pada era kepemimpinan saya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bapak Johni Asadoma, kita ingin agar disektor pendidikan mampu mencapai kualitas tiga aspek sekaligus yaitu karakter, akademik, dan kemampuan wirausaha,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, dari ketiga aspek tersebut, pendidikan karakter merupakan fondasi utama yang harus menjadi perhatian setiap sekolah. Ia meminta kepala sekolah dan para guru untuk memastikan proses pendidikan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki karakter dan moral yang baik. “Yang terpenting adalah karakter. Kita utamakan karakter,” tegasnya.

Gubernur menjelaskan, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan hasil dari berbagai lingkungan pendidikan, terutama keluarga, lembaga agama, serta aktivitas kurikuler dan ekstrakurikuler.

Selain karakter, Gubernur juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan akademik. Menurutnya, peserta didik harus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Aspek ketiga yang menjadi perhatian adalah kemampuan kewirausahaan. Gubernur menilai jiwa kewirausahaan tidak cukup dibangun melalui teori, tetapi harus melalui praktik nyata.

“Wirausaha itu hanya bisa terjadi bukan cuma dengan teori, tetapi mesti dengan praktik. One School One Product ini adalah wujud dari praktik kemampuan kewirausahaan. Melalui OSOP ini kita mendorong juga untuk melahirkan semangat ekonomi kerakyatan dan jiwa wirausaha," katanya.

Selain melaunching OSOP, Gubernur Melki Laka Lena juga mengukuhkan Kelas Khusus Olahraga cabang hoki di SMA Negeri 7 Kota Kupang. Gubernur menyambut baik keberadaan kelas khusus tersebut dan menilai pengembangan olahraga di lingkungan sekolah merupakan bagian penting dalam membentuk peserta didik yang sehat sekaligus berprestasi.

“Saya baru lihat ada kelas hoki di SMA. Ini hal yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya. Ia berharap pembinaan atlet hoki di SMA Negeri 7 dapat dilakukan secara serius dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi salah satu kekuatan olahraga NTT pada masa mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan, konsep OSOP menjadi wadah sebagai bekal kemandirian bagi lulusan SMA, terutama dengan mengembangkan potensi lokal yang ada di masing-masing daerah.

“Kemampuan berwirausaha ini adalah bekal kemandirian. Kuncinya adalah potensi lokal. Melalui OSOP, anak-anak dapat belajar bagaimana mengolah produk, mengemas, hingga memasarkannya,” katanya.

Kepala SMA Negeri 7 Kupang Wemvrid Metusalak Boimau mengatakan, program OSOP merupakan bagian dari upaya sekolah membangun jiwa kewirausahaan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal yang ada di lingkungan sekolah. “Menjawab program strategis tersebut, SMA Negeri 7 Kupang mulai berproses pada Agustus 2026 dengan menghadirkan produk unggulan berbasis hasil perikanan yang diberi nama Tunavasi 7,” ujarnya. 

Sementara terkait kelas khusus olahraga hoki, Wemvrid mengatakan program tersebut dihadirkan untuk memfasilitasi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang olahraga agar tetap dapat menempuh pendidikan formal tanpa mengesampingkan prestasi olahraga.

Donasi untuk Korban Bencana Flores

Dalam momentum tersebut, Gubernur NTT juga mengajak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Kepala Sekolah, bersama guru-guru dan para tamu undangan, serta siswa-siswi SMA Negeri 7 Kupang untuk melakukan pengumpulan donasi secara spontanitas bagi masyarakat yang terdampak bencana di Flores.

Gubernur mengatakan, kegiatan penggalangan donasi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa tanggap darurat bencana.

Ia berharap kepedulian tersebut dapat terus dibangun dan menjadi bagian dari dukungan bersama bagi masyarakat Flores, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
#IndonesiaTerang
#AyoBangunIndonesia
#AyoBangunNTT

Penulis: Meldo Nailopo
Foto: Tiwi-Windi
Video: Awe-Dian
Anda Suka Berita Ini ?