Blog Single
Berita - Umum

Gubernur NTT Tegaskan Komitmen Perkuat UMKM Tembus Pasar Global di FCE 2026

Kupang, 3 Oktober 2026

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena berkomitmen memberikan dukungan penuh dari sisi regulasi hingga kemudahan perizinan bagi para pelaku UMKM. Langkah ini diambil untuk memastikan produk-produk kearifan lokal Flobamorata memiliki daya saing tinggi sekaligus menjadi pilar utama pergerakan ekonomi di daerah.

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka perhelatan Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Lippo Plaza Kupang, Sabtu (3/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Ketua TP-PKK Provinsi NTT Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena.

Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT ini mengusung tajuk "Flobamorata Berkarya: Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan" serta subtema bahasa Ende "Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae" (Bersama, Saling Peduli, Menguatkan untuk Bangkit).

Ajang tahunan tersebut diselenggarakan sebagai ruang strategis dari hulu ke hilir untuk memperluas akses pasar, fasilitasi business matching, serta percepatan digitalisasi pembayaran bagi ratusan pelaku UMKM binaan di wilayah NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa Bank Indonesia terus konsisten mendampingi penguatan kapasitas dan daya saing UMKM daerah.

"Lewat perluasan transaksi nontunai QRIS serta pendampingan sertifikasi halal dan BPOM, kami ingin memastikan UMKM di NTT makin bertransformasi menjadi unit usaha yang profesional, transparan, dan memiliki daya saing yang tinggi di era digital," tambah Destry.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, menyampaikan dalam laporan pembukanya bahwa ajang pameran FCE 2026 ini merupakan evolusi permodelan promosi ekonomi kreatif yang makin inklusif.

"Flobamorata Creative Expo ini dirancang bukan sekadar pameran produk, melainkan simpul akselerasi yang mempertemukan para pelaku UMKM tenun ikat, kopi, dan pangan olahan secara langsung dengan pembeli potensial serta lembaga pembiayaan," jelas Adidoyo.

Adidoyo menguraikan bahwa pembinaan terpadu dari hulu ke hilir menjadi strategi utama BI NTT bersama pemda setempat.

"Pendampingan berkelanjutan dari hulu hingga hilir, mulai dari perbaikan kualitas produksi, standar kemasan, hingga digitalisasi pasar, menjadi kunci utama agar UMKM binaan di seluruh kabupaten/kota se-NTT dapat tumbuh secara konsisten," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi tiada henti dari Bank Indonesia dalam memajukan perekonomian rakyat NTT.

"Semangat ini sejalan dengan Dasa Cita Ayo Bangun NTT, untuk mewujudkan NTT yang tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi mampu mengolah dan mengekspor produk sendiri," ungkapnya.

Selain itu, Gubernur menggarisbawahi pesan solidaritas FCE 2026 untuk membantu masyarakat Pulau Flores yang terdampak bencana melalui donasi dan lelang tenun.

"Mari kita jadikan FCE 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi, mendukung produk lokal, serta membangun ekonomi NTT yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Langkah perlindungan hukum terhadap produk wastra dan komoditas unggulan NTT terus menjadi perhatian serius Pemprov NTT. Usai kegiatan, Gubernur NTT dihadapan awak media menegaskan:

"Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Hukum untuk memproses hak paten seluruh produk wastra dan komoditas unggulan NTT yang bernilai ekonomi tinggi. Hal ini penting untuk mencegah klaim, peniruan, atau penyalahgunaan oleh daerah maupun negara lain. Perlindungan hukum atas karya anak daerah dan masyarakat NTT menjadi salah satu prioritas utama kami agar seluruh potensi daerah tercatat dengan baik," jelas Gubernur Melki.

Selanjutnya, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT turut mendampingi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melakukan peninjauan dan belanja langsung ke deretan booth UMKM binaan Bank Indonesia, sembari berdialog langsung dengan para perajin tenun ikat, petani kopi, dan produsen olahan makanan lokal khas NTT.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Prov. NTT Emelia Julia Nomleni, Danlantamal VII Kupang Laksamana Pertama TNI Joni Sudianto, Danlanud El Tari Kupang Marsekal Pertama TNI Somad, Kabinda NTT Eko Hasep Nutgitu, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati TTU Kamilius Elu, Rektor Undana Prof. Jefri Balle, Pimpinan Forkopimda, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perangkat Daerah Prov. NTT, Jajaran Bank Indonesia, serta para tokoh agama.

Demikian siaran pers dibuat untuk dipublikasikan.
#IndonesiaTerang
#AyoBangunNTT
#AyoBangunIndonesia

Penulis: Fara Therik
Foto: Dio Ceunfin
Video: Nuel Here Wele
Anda Suka Berita Ini ?