Kupang Jadi Panggung Ribuan Atlet Disabilitas Intelektual, Gubernur Melki Pastikan Pesonas 2026 Siap Digelar
Kupang, 4 Oktober 2026
Kota Kupang akan menjadi panggung olahraga nasional bagi ribuan atlet penyandang disabilitas intelektual dari berbagai provinsi di Indonesia dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Menyambut agenda nasional tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat persiapan PESONAS bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT. Rapat yang digelar di ruang kerja – rumah jabatan Gubernur NTT tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait dan menjadi bagian dari langkah percepatan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara matang sebelum para kontingen tiba di NTT.
Untuk diketahui, PESONAS 2026 akan diikuti oleh 25 provinsi yakni dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Aceh, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DI Jogjakarta, Nusa Tenggara Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, Maluku, Jambi dengan total jumlah atlet 1.186 (694 atlet laki-laki & 492 atlet perempuan).
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, PESONAS bukan sekadar agenda pertandingan olahraga. Kehadiran ribuan atlet, pelatih, pendamping dan ofisial dari berbagai penjuru Indonesia menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa NTT siap menjadi tuan rumah kegiatan nasional yang inklusif sekaligus memberikan ruang yang setara bagi para penyandang disabilitas intelektual untuk berprestasi.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, Pemprov NTT memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PESONAS dan memastikan seluruh perangkat daerah terkait bergerak bersama sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“PESONAS ini adalah event nasional yang dipercayakan berlangsung di NTT. Karena itu, kita harus menyambut para atlet dan seluruh kontingen dengan sebaik-baiknya. Semua perangkat daerah harus bergerak, berkoordinasi dan memastikan Kupang benar-benar siap menjadi tuan rumah. Even ini harus kita sukseskan,” tegas Gubernur Melki.
Menurut Gubernur, para atlet yang akan datang ke NTT membawa semangat perjuangan dan potensi yang patut mendapatkan apresiasi. Karena itu, penyelenggaraan PESONAS harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang semakin inklusif.
“Kita ingin PESONAS menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Para atlet ini harus kita hormati, kita dukung dan kita berikan ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ungkap Gubernur.
Seluruh OPD dan Pemangku Kepentingan Dikerahkan
Untuk memastikan penyelenggaraan berjalan optimal, Pemprov NTT melakukan koordinasi lintas sektor. Berbagai perangkat daerah, instansi vertikal serta para pemangku kepentingan lainnya dilibatkan karena PESONAS menyangkut banyak aspek, mulai dari olahraga, pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan dan lingkungan, hingga dukungan ekonomi serta pelayanan bagi para tamu dan kontingen.
Gubernur meminta agar koordinasi tidak berhenti pada rapat, tetapi segera diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret di lapangan, termasuk pemetaan kebutuhan, kesiapan fasilitas, pelayanan kontingen, mobilitas peserta, keamanan, kebersihan, kenyamanan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
“Yang kita persiapkan bukan hanya pertandingan. Kita harus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik sejak kontingen datang, selama berada di Kupang, sampai mereka kembali ke daerah masing-masing,” ujar Gubernur.
Keterlibatan lintas perangkat daerah serta pemangku kepentingan lainnya ini memperlihatkan bahwa Pemprov NTT menempatkan PESONAS sebagai agenda bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor olahraga.
Bukan Sekadar Olahraga, Ada Dampak Ekonomi untuk NTT
Selain memastikan aspek penyelenggaraan dan pelayanan kontingen, Pemprov NTT juga mendorong agar PESONAS memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTT Alfonsus Theodorus mengatakan, pelaksanaan PESONAS akan melibatkan UMKM di berbagai lokasi pertandingan.
“Kita akan melibatkan UMKM selama penyelenggaraan PESONAS. Di setiap venue yang digunakan untuk pertandingan akan ada keterlibatan UMKM, sehingga event ini tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengambil bagian,” kata Alfonsus.
Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendukung PESONAS. Para pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum kehadiran ribuan atlet, pendamping, pelatih dan ofisial dari berbagai daerah untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk-produk lokal NTT.
Produk yang ditampilkan UMKM diharapkan dapat mencakup berbagai kebutuhan dan produk unggulan daerah, termasuk kuliner, makanan dan minuman, kerajinan, fesyen, produk kreatif serta berbagai produk khas NTT lainnya.
Dengan demikian, keberadaan ribuan peserta PESONAS tidak hanya memberikan atmosfer kompetisi olahraga di berbagai venue, tetapi juga menciptakan pergerakan ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.
NTT Ingin PESONAS Tinggalkan Kesan Positif
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan PESONAS pada 14–18 Oktober 2026, Pemprov NTT mendorong seluruh jajaran untuk mempercepat persiapan dan memperkuat koordinasi.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan PESONAS nantinya akan menjadi keberhasilan bersama seluruh masyarakat NTT.
“Kita ingin ketika mereka pulang dari NTT, yang dibawa bukan hanya cerita tentang pertandingan, tetapi juga cerita tentang keramahan masyarakat NTT, pelayanan yang baik dan penghargaan yang kita berikan kepada mereka,” pungkas Gubernur Melki.
Dengan semangat tersebut, Kupang bersiap menjadi panggung nasional bagi ribuan atlet Special Olympics dari seluruh Indonesia - sebuah panggung yang bukan hanya mempertemukan para juara, tetapi juga merayakan keberanian, perjuangan, persahabatan dan kesetaraan dalam olahraga.
Penyelenggaraan PESONAS 2026 juga menjadi bagian dari semangat pembangunan NTT yang inklusif sebagaimana yang diusung dalam Dasa Cita Melki–Johni. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memastikan pembangunan dan pelayanan publik memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, memperoleh kesempatan berprestasi dan berkontribusi bagi daerah serta bangsa.
Demikian siaran pers dibuat untuk dipublikasikan.
#IndonesiaTerang
#AyoBangunIndonesia
#AyoBangunNTT
Penulis: Alexander L. Raditia
Foto: Bob Djehatu
Anda Suka Berita Ini ?
