Berita - PD

DIALOG INTERAKTIF Transformasi Penyiaran di Era Digital


Setiap tanggal 1 April diperingati sebagai hari Penyiaran Nasional. Bertepatan dengan hari Penyiaran Nasional yg ke-89 di halaman kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Nusa Tenggara Timur, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) mengadakan Dialog Interaktif dengan topik “Transformasi Penyiaran di Era Digital”.  Acara tersebut disiarkan secara langsung pada Jumat, (1/4/22) pukul 09.00-10.00 WITA.

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT Drs. Aba Maulaka, Ketua KPID Provinsi NTT Frederikus R. Bau , Akademisi Prof. Alo Liliweri dan Sekretaris Komisi I DPRD NTT Hironimus Banafanu. Acara ini dipandu oleh Rillen Poyk.

Kepala Diskominfo mengatakan “Transformasi penyiaran di era digital sangat relevan dengan kebijakan strategis nasional yang telah diletakkan oleh bapak Joko Widodo, yaitu mendorong agar segera melakukan percepatan transformasi digital di 4 (aspek) yaitu infrastruktur digital, masyarakat digital, ekonomi digital dan pemerintahan digital.”

“Hari ini menjadi momentum yang bersejarah dalam dunia penyiaran karena di tahun 2022 ini ada peralihan teknologi penyiaran khususnya untuk televisi, dari penyiaran analog ke penyiaran digital.” Ujar Edi sapaan Ketua KPID.

Sebagai informasi dari Ketua KPID, Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat 57 lembaga penyiaran, 16 lembaga penyiaran televisi dan 41 lembaga penyiaran radio. Masih ada sekitar 3 kabupaten yang disebut blank spot yaitu daerah yang belum dijangkau penyiaran TV dan Penyiaran Radio seperti Kab. Malaka, Kab. Sumba Tengah dan Kab. Lembata.

Siaran Analog tahap pertama akan diberhentikan pada 30 April 2022 dan 5 daerah yang kena SOA (Switch of Aanalog) di NTT yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kab. TTU, Kab. Belu dan Kab. Malaka

Prof. Alo Liliweri mengatakan bahwa jangkauan internet di kota Kupang sudah baik namun untuk diarea publik masih kurang. Beliau jg memberi masukan kepada pemerintah agar jangan hanya menyediakan public space (area publik) saja tetapi juga public spare seperti internet gratis.

Sekretaris Komisi I DPRD NTT Hironimus Banafanu mengatakan bahwa DPRD selalu memberikan dukungan dalam hal penganggaran untuk kegiatan kominfo sebagai mitra kerja dari Komisi I DPRD NTT agar kegiatan penyiaran bisa berjalan dengan baik.

Kadis Kominfo, mengajak lembaga-lembaga penyiaran radio dan televisi beserta masyarakat harus mempersiapkan diri untuk beradaptasi dengan transformasi digital. Menurut beliau RRI kupang sudah sangat adaptatif terhadap transformasi penyiaran digital. (ld)

Penulis : Linberthi Duma
Penyunting : Ita Kana

 

 

Anda Suka Berita Ini ?