Pemprov NTT Siapkan Tour de Entete 2026 untuk Gerakkan Ekonomi Daerah
KUPANG — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
(NTT) mematangkan persiapan penyelenggaraan Tour de Entete 2026. Berbeda dari
pelaksanaan tahun sebelumnya yang dikemas sebagai tur bersepeda menyusuri
sejumlah wilayah di NTT, tahun ini kegiatan tersebut mengusung konsep jalan
kaki dan lomba lari dengan total jarak 60 kilometer.
Persiapan kegiatan dibahas dalam rapat
lanjutan di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu, 1 November 2026, pukul
12.30–15.00 WITA. Tour de Entete dirancang menjangkau berbagai wilayah di NTT,
sekaligus membuka ruang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM).
Rapat tersebut dihadiri seluruh pimpinan
organisasi perangkat daerah (OPD) serta dua perwakilan pejabat eselon III dari
masing-masing perangkat daerah. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari
rapat awal yang dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Farm.,
Apt., secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 31 Oktober 2026, pukul 20.30–21.30
WITA.
Tour de Entete menjadi bagian dari rangkaian
kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT. Pemerintah
provinsi merencanakan sejumlah titik kegiatan yang dapat dimanfaatkan pelaku
UMKM untuk memasarkan produk. Dengan demikian, kegiatan olahraga ini juga
diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah yang dilalui.
Rangkaian Tour de Entete direncanakan
berlangsung secara bertahap mulai November hingga Desember 2026. Wilayah yang
menjadi sasaran meliputi daratan Timor, Pulau Sumba, Flores, serta sejumlah
pulau lain, yakni Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata, dan Alor.
Lima Tahap
Menjangkau Wilayah NTT
Tour de Entete direncanakan menempuh total
jarak 60 kilometer yang terbagi dalam lima tahap. Tahap pertama dan kedua
masing-masing menempuh jarak 15 kilometer, sedangkan tahap ketiga, keempat, dan
kelima masing-masing menempuh jarak 10 kilometer.
Tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada
4–7 November 2026 di daratan Timor. Rute yang direncanakan mencakup Malaka,
Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.
Khusus di Kota Kupang, kegiatan pada 7 November akan dikemas dalam bentuk lomba
lari malam (night run) sejauh sekitar 10 kilometer.
Tahap kedua berlangsung di Pulau Sumba pada
11–14 November 2026. Kegiatan ini akan menjangkau empat kabupaten, yakni Sumba
Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur.
Selanjutnya, Tour de Entete dijadwalkan
menyambangi wilayah Flores pada 18–21 November 2026. Rute yang direncanakan
meliputi Manggarai menuju Manggarai Barat, Manggarai Timur menuju Ngada,
Nagekeo menuju Ende, serta Flores Timur dan Sikka.
Tahap keempat berlangsung di Sabu Raijua pada
25–26 November dan Rote Ndao pada 27–28 November 2026. Setelah itu, kegiatan
berlanjut ke Lembata pada 2–5 Desember dan Alor pada 9–11 Desember 2026 sebagai
tahap kelima.
Selain kegiatan jalan kaki dan lomba lari,
pemerintah juga merencanakan pemberian hadiah bagi peserta lomba lari. Juara
pertama akan memperoleh Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, dan juara ketiga Rp5
juta. Peserta yang menempati posisi keempat hingga kesepuluh masing-masing akan
memperoleh Rp1 juta.
UMKM Menjadi
Bagian dari Kegiatan
Dalam rapat tersebut, Gubernur NTT
mengarahkan agar rangkaian perayaan HUT provinsi dapat dirasakan masyarakat
secara merata. Pelaksanaan kegiatan tidak hanya dipusatkan di Kota Kupang atau
ibu kota kabupaten. Lokasi kegiatan dapat dipilih di wilayah lain yang dinilai
strategis dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas.
Pelibatan UMKM menjadi salah satu perhatian
dalam penyelenggaraan Tour de Entete. Pemerintah provinsi merencanakan
penyediaan ruang bagi pelaku usaha di titik-titik kegiatan. Langkah ini
diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memberi kesempatan kepada
pengusaha setempat untuk memasarkan produk, terutama menjelang perayaan Natal.
Selain Tour de Entete, rangkaian kegiatan HUT
NTT ke-68 juga direncanakan berlangsung di 22 kabupaten dan kota. Pameran di
Kota Kupang dijadwalkan pada 12–20 Desember 2026, sedangkan jadwal pelaksanaan
kegiatan di kabupaten dan kota lainnya masih akan dikoordinasikan.
Sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan
masyarakat turut disiapkan, antara lain penanaman dan pembagian bibit pohon,
pembagian buku, serta bedah rumah.
Dalam rapat itu, Gubernur NTT juga membahas
rencana pengembangan program satu kabupaten satu industri dengan stimulus
sebesar Rp1 miliar. Pengembangan program tersebut akan disesuaikan dengan
potensi masing-masing daerah, termasuk untuk memperkuat sektor UMKM dan
mendorong peningkatan ekonomi lokal.
Kolaborasi
untuk Menggerakkan Potensi Daerah
Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Drs.
Fransiskus Sales Sodo, mendorong pelibatan pemerintah kabupaten dan kota,
komunitas pelari, guru olahraga, badan usaha milik daerah (BUMD), serta unsur
masyarakat lainnya dalam menyukseskan Tour de Entete.
Pelibatan berbagai pihak diperlukan agar
penyelenggaraan kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi setiap
daerah. Pemerintah kabupaten dan kota juga diharapkan berkoordinasi dengan
panitia serta mengidentifikasi program dan dukungan anggaran yang dapat
disinergikan.
Dalam arahannya, Gubernur NTT menegaskan
bahwa perayaan HUT NTT harus menjadi milik seluruh masyarakat dan tidak hanya
berpusat di Kota Kupang atau ibu kota kabupaten.
“HUT NTT merupakan milik seluruh masyarakat.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan harus menjangkau berbagai daerah secara
merata,” jelas Gubernur.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan Tour de
Entete dan pameran HUT NTT ke-68 harus memberikan manfaat ekonomi bagi
masyarakat.
“Esensi utama kegiatan Tour de Entete dan
pameran HUT NTT ke-68 adalah untuk menggerakkan perekonomian rakyat. Kegiatan
ini diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM
dan pengusaha lokal lainnya,” jelas Gubernur.
Penulis: Fachri Irgiana Nurhakim
Editor : Maria Y. W. Tuda
