Blog Single
Berita - Pariwisata

Kemenparekraf Gelar Workshop Pengelolaan Event Daerah Demi Wujudkan Event Berkualitas

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus meningkatkan keterampilan bagi profesional penyelenggara event dan pelaku parekraf daerah dengan menyelenggarakan workshop pengembangan dan pengelolaan event daerah sehingga bisa menciptakan event yang berkualitas.

            Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya, Workshop Peningkatan Keterampilan dalam Pengelolaan Event (PKPE) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Neo  Aston dari 29 Maret sampai 01 April 2022 , dibuka langsung oleh Rizki Handayani  selaku Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf RI.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalitas para penyelenggara event daerah dan menjadikan event daerah lebih berkualitas dan bernilai, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

            Workshop diikuti oleh peserta perwakilan dari  10 Dinas Pariwisata Kabupaten, Dinas Parekraf NTT, BPOLBF dan menghadirkan  3 narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Galih Sedayu untuk bidang ekonomi kreatif, Debora Sharon untuk bidang manajemen event dan Vera Damayanti di bidang media dan strategi komunikasi. 

            Direktur Event Daerah Kemenparekraf Reza Fahlevi dalam paparannya dihadapan para peserta menjelaskan  bahwa workshop ini  merupakan bentuk semangat dan komitmen serta keterbukaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sebuah event. Event merupakan salah satu program prioritas Kemenparekraf, karena event ini bisa membangkitkan ekonomi daerah karena melibatkan banyak elemen.

            Sebuah event dapat menjadi pemantik bagi nyala api destinasi wisata di Indonesia. Dampak dari sebuah event adalah meningkatnya keekonomian sosial budaya, dan lingkungan juga serta lokomotif pemulihan ekonomi, membuka lapangan kerja  sesuai yang diamanahkan oleh Menparekraf, Sandiaga Uno. Selain itu penyelenggaraan sebuah event daerah agar bisa berkualitas perlu adaptasi, inovasi dan kolaborasi. Hal tersebut merupakan prioritas utama dari Kemenparekraf.

            Lebih lanjut disampaikan, Indonesia Timur kaya akan potensi alam dan budaya, sehingga punya potensi dampak yang  luar biasa ketika dikemas menjadi event. NTT sangat luar biasa dengan 5 event yang masuk Karisma Event  Nusantara (KEN), yaitu : Samana Santa Larantuka (Flores Timur), Festival Dugong (Alor), Festival Parade Pesona Kebangsaan (Ende), Festival Atraksi Wisata Budaya Pah Meto (TTS) dan Wolobobo Ngada Festival. Selain itu banyak  event-event diluar KEN yang punya potensi besar seperti : Festival Kalaba Maja, Festival Pasola, Festival Mulut Seribu dan  Festival Etu. Di NTT banyak yang ingin mengadakan event namun masih butuh pendalaman dalam pengelolaaan event yang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ilmu dan bekal dalam penyelenggaraan event bagi para peserta.  

            Sementara itu , Kadis Parekraf Provinsi NTT, Zet Sony Libing menyampaikan terima kasih karena telah memilih Provinsi NTT menjadi tempat penyelenggaraan  workshop dan ini merupakan hal yang pertama kali dilakukan dan berharap dapat dilaksanakan setiap tahun bergiliran di tiap kabupaten di wilayah NTT.

            “Selama ini, kita telah banyak menyelenggarakan event di berbagai tempat namun tidak dibekali dengan cara pengelolaan event yang baik dan benar. Provinsi NTT dianugerahi potensi alam dan budaya yang luar biasa, yang kami sebut Ring of Beauty karena hampir di semua tempat ada keindahan alam dan budaya. Dengan pembangunan pariwisata, bisa menarik industri perikanan, pertanian dan lainnya untuk ikut maju," jelasnya.

Penulis: Stefie  S. C. Sadoekh / Bidang Pemasaran

Dokumentasi : Disparekraf NTT,2022

Anda Suka Berita Ini ?