Gubernur Menghadiri Pembukaan Musrenbang Prov. NTT tahun 2023
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, SH. M.Si, menghadiri Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunana (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur 2023, yang bertempat di Hotel Aston, Senin (25/4/2022).
RKPD adalah dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode 1 (satu) Tahun yang disusun untuk menentukan kebijakan masa depan, melalui urutan pilihan, yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan program strategis nasional Pemerintah.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2023 dibuka secara langsung oleh Gubernur Provinsi NTT, dengan dihadiri juga oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Anggota DPRD NTT, Walikota Kupang dan para Kepala Daerah se-Nusa Tenggara Timur, Forkopimda Nusa Tenggara Timur, serta perwakilan masyarakat.
“Musrenbang pada hakekatnya adalah musyawarah atau kita bersepakat untuk memecahkan atau mencari jalan keluar bagi penyelesaian permasalahan pembangunan kita, antara lain : Tingkat kemiskinan sebesar 20,44% atau sebanyak 1 juta 146 ribu orang miskin dengan garis kemiskinan tahun 2021 sebesar Rp.415.116.-, tingkat stunting sebesar 20,90% atau 81.354 Balita stunting, Indeks Reformasi Birokrasi 61,50 atau predikat “Baik” belum mencapai predikat “Sangat Baik”, dalam pengelolaan keuangan daerah, beberapa Kabupaten belum bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP, Index Pembangunan Manusia (IPM) 65,28 masih dibawah nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 3,77% atau sebanyak 109,928 orang.” Jelas Gubernur NTT dalam sambutannya.
“Disamping beberapa permasalahan di atas, kita tidak boleh pungkiri bahwa terdapat banyak kemajuan dalam pelaksanaan tahun keempat RPJMD Provinsi NTT Tahun 2018-2023 di tengah masa Pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi kita, sekali saja yaitu pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,83%, sedangkan Tahun 2019 dan tahun 2021 pertumbuhan ekonomi NTT mengalami pertumbuhan positif 5,25% pada tahun 2019, dan pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 2,51% (C to C) atau 3,10% (Y on Y), atau 2,59% (Q to Q). Pertumbuhan sektor pertanian tidak terkontraksi walaupun dalam masa Pandemi Covid-19, walaupun Nilai Tukar Petani belum mencapai angka 100 (96,21), PDRB per kapita sebagai proxy dari pendapatan per kapita sebesar Rp.20 juta 580 ribu per kapita per bulan. Inflasi di NTT terkendali sebesar 1,68% tahun 2021 dan pada kondisi Maret 2022 sebesar 0,15%.”tegasnya.
Lebih lanjut lagi Gubernur NTT mengatakan “Untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan di atas dan untuk terus meningkatkan kemajuan-kemajuan pembangunan di NTT, serta selaras dengan Tema Pembangunan Nasional, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan tema RKPD Tahun 2023 yaitu : “Pemulihan Kesehatan dan Ekonomi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat dan Kemandirian Lokal” dengan prioritas pembangunan daerah Provinsi NTT, yaitu :
Prioritas Pertama : Pengembangan Sumber Daya Lokal dan Kolaborasi dalam menguatkan rantai nilai pariwisata untuk meningkatkan daya saing industri pariwisata berbasis masyarakat;
Prioritas Kedua : Penguatan sistem kesehatan daerah dan peningkatan kualitas Pendidikan untuk menciptakan sumberdaya manusia sehat, Tangguh, cerdas, berintegritas dan produktif;
Prioritas Ketiga : Transformasi sektor Pertanian berbasis kolaboratif untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan, pendapatan petani/nelayan dan perluasan lapangan kerja;
Prioritas Keempat : Pemantapan Kualitas Infrastruktur untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan konektivitas dan mutu pelayanan publik;
Prioritas Kelima : Pengembangan Kompetensi ASN dan Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta Inovasi untuk meningkatkan kinerja Birokrasi;
Prioritas Keenam : Pembangunan Rendah Karbon dengan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan, Pelestarian Lingkungan Hidup serta Perubahan Iklim dan kesiapsiagaan menghadapi multi bencana.”
Penulis : Linberthi Duma
Penyunting : Ita Kana
Edited : Victor B.
