Pagi ini (Kamis, 12/5/22), Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Drs. Josef Nae Soi, M.M. menjemput Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto di Bandara International El Tari Kupang. Kunjungan kerja Kepala BNPB ke Prov. NTT dalam rangka monitoring dan evaluasi progres stimulan rumah dampak bencana Seroja di NTT.
Selanjutnya Wakil Gubernur bersama Kepala BNPB menuju Aula El Tari Kupang untuk melakukan Rapat Koordinasi dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah, Deputi Penanganan Darurat BNPB Fajar Setyawan, Irtama BNPB Tetty Saragih, Kalaksa BPBD Provinsi NTT Ambrosius Kodo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT, Kepala BINDA NTT, Walikota Kupang, Bupati/Wakil Bupati/Sekda Kabupaten/Kota Penerima Dana Stimulan Perbaikan Rumah dan Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur menyampaikan limpah terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta jajarannya yang telah mencurahkan perhatian daya dan tenaga serta kontribusi nyata dalam menangani dampak bencana Seroja, dan kepada Kepala BNPB yang telah datang ke NTT untuk secara langsung memantau progress realisasi Stimulan Perbaikan Rumah Rusak, juga sekaligus menjadi wujud perhatian Pemerintah Pusat dalam rangka pemulihan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor siklon tropis seroja di NTT pada Minggu (4-5 April) tahun lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun, ada 53.400 unit rumah baik rusak berat, ringan dan sedang dari 16 Kabupaten/Kota (Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Alor, Rote Ndao, Lembata, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Barat dan Sabu Raijua) yang mendapat bantuan Stimulan Perbaikan Rumah.
Pada akhir Tahun 2021 BNPB telah menyalurkan dana Stimulan Perbaikan Rumah ke rekening BPBD 16 Kab/Kota sebesar Rp.849.300,000,000,- (delapan ratus empat puluh sembilan miliar tiga ratus juta rupiah). Namun, per tanggal 10 Mei 2022 progres pembangunan masih rendah dan yang baru menunjukkan progres realisasi yang cukup baik dan hampir selesai baru Kota Kupang dan Kabupaten Ende. Jumlah dana yang telah disalurkan sejumlah Rp, 19.960.000.000 (Sembilan belas miliar sembilan ratus enam puluh juta rupiah) atau 2,35%.
Oleh karena itu, Kepala BNPB menekankan untuk melakukan percepatan perbaikan rumah serta pemanfaatan dana stimulan bagi para masyarakat terdampak. Terlebih fase rehabilitasi dan rekonstruksi akan berakhir pada tanggal 31 Mei 2022 dan akan diperpanjang hingga tanggal 31 Agustus 2022.
Beliau berharap agar rapat koordinasi ini dapat menyelesaikan permasalahan yang ditemui di tingkat Pemerintah Daerah dalam hal penanganan dan penyelesaian pemanfaatan dan stimulan.
"Kami hadir disini bukan menghakimi, melainkan untuk mendampingi, dengan harapan pada forum ini, masalah yang ditemukan dapat diselesaikan serta pemerintah daerah dapat berkomitmen untuk menyelesaikan pemanfaatan dana stimulan bagi masyarakat terdampak." tutup Kepala BNPB. (ld)
Penulis : Linberthi Duma
Penyunting : Ita Kana
Editor : Viktor Ballo
Anda Suka Berita Ini ?
SHARE :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
-
Audiensi Bersama Para Peneliti, Gubernur Melki Per...
11 Mar 2026, 14:49 -
Gubernur NTT : "ASN Harus Jadi Pelita Harapan di R...
11 Mar 2026, 14:46 -
Terima Dua Buku Karya ASN, Gubernur Melki Dorong...
11 Mar 2026, 14:44 -
Hadiri Kegiatan Aksi Peduli Sekolah, Gubernur NTT...
11 Mar 2026, 14:42 -
Gubernur Melki Laka Lena Dukung Program Jelajah Ne...
11 Mar 2026, 14:39
