Berita - Umum

Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Adakan Pertemuan Bakohumas III

Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Pertemuan Bakohumas III pada tanggal 23 Juni 2022 dengan tema “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Implikasi Strategis dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”. Kegiatan diselenggarakan di Aula Hotel IMA Kupang, dengan narasumber Kepala BPS Provinsi NTT Matamira B. Kale, S.Si, M.Si, serta Sekretaris BAPPELITBANGDA Provinsi NTT Maxianses H. Manafe, S.Sos, M.Si. Moderator kegiatan ini adalah Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Dra. Diani T. A. Ledo, SE, M.Si.

Dalam laporan panitia, France A. Tiran, S.S menyatakan bahwa tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman dan menyebarluaskan informasi terkait Pelaksanaan Sensus 2020 Lanjutan, serta dampaknya terhadap upaya mewujudkan visi “NTT Bangkit menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI”.

Mewakili Gubernur NTT, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Q. Parera, SE menyatakan dalam sambutannya bahwa Sensus Penduduk Tahun 2020 merupakan langkah besar demi mewujudkan satu data kependudukan di negeri ini.

“SP2020 Lanjutan mempunyai misi besar dari hasil pelaksanaannya. Pertama, hasil SP2020 Lanjutan akan digunakan sebagai tolak ukur indikator kependudukan. Kedua, hasil SP2020 Lanjutan digunakan untuk melihat potret demografi setelah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, dalam melewati gelombang kedua Covid-19. Ketiga, sebagai evaluasi capaian pembangunan di bidang kependudukan pada SDGs dan RPJMN. Terakhir, misi besar SP2020 pada 100 tahun kemerdekaan di Indonesia Emas 1945, hasil SP2020 Lanjutan digunakan sebagai pijakan pengambilan kebijakan,” ujar Parera.

Menurut Matamira B. Kale dalam materinya berjudul “Sosialisasi SP2020 Lanjutan”, SP2020 Lanjutan penting untuk menyediakan parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk menghasilkan indikator SDGs dan RPJMN di bidang kependudukan.

“Data yang sudah dikumpulkan tidak akan bermakna jika tidak dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan dan dasar pengambilan kebijakan,” ujar Kepala BPS Provinsi NTT dalam penyampaian materinya.

Sementara itu, Maxianses H. Manafe dalam materi berjudul “Dampak Strategis SP2020 Lanjutan dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera” mengungkapkan bahwa data yang diperoleh melalui SP2020 penting dalam dua jenis orientasi pembangunan dalam era otonomi, yakni pembangunan berwawasan kependudukan, dan pembangunan berwawasan lingkungan serta berkelanjutan.

“Pembangunan berwawasan kependudukan adalah pembangunan yang berfokus pada penduduk, bersifat partisipatoris, tanpa diskriminasi, dan menghargai hak-hak minoritas,” papar Manafe dalam materinya.

Pembangunan berwawasan lingkungan, lebih lanjut menurut Manafe, merupakan upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup termasuk sumberdaya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Para peserta yang menghadiri Pertemuan Bakohumas III berasal dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, para pimpinan lembaga agama tingkat Provinsi NTT, para Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten/Kota se-NTT, para akademisi, ahli kependudukan, serta kalangan media massa.


Penulis: Mario F. Lawi (Pranata Humas Diskominfo NTT)

Penyunting: Ita Kana (Pranata Humas Diskominfo NTT)

Editor : Viktor Ballo


Anda Suka Berita Ini ?