Berita - Umum

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Lepas Peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melakukan pelepasan Laskar Rempah di Pelabuhan Tenau pada 27 Juni 2022. Pelepasan Laskar Rempah merupakan penutup rangkaian Muhibah Budaya Jalur Rempah di Kupang, salah satu dari 13 titik rempah yang disinggahi 125 peserta yang menggunakan kapal KRI Dewaruci. 125 peserta Muhibah Budaya terdiri dari 80 orang awak kapal TNI AL Dewaruci, 34 perwakilan provinsi, 6 orang pendamping/mentor, serta 5 orang awak media. Laskar rempah, sebutan untuk perwakilan 34 provinsi, melakukan berbagai aktivitas di Kota Kupang pada 25-27 Juni 2022.

Jalur Rempah mencakup berbagai lintasan jalur budaya dari timur Asia hingga barat Eropa, serta terhubung dengan Benua Amerika, Afrika dan Australia. Di Indonesia, Jalur Rempah telah menciptakan simpul-simpul keindonesiaan antar wilayah di Nusantara dan menempatkan Indonesia sebagai wilayah strategis dalam perdagangan dunia. Dalam rangka merevitalisasi hubungan historis tersebut, Muhibah Budaya merupakan sebuah platform untuk mengembangkan dan memperkuat ketahanan budaya serta diplomasi budaya di dalam dan luar negeri, serta memaksimalkan pemanfaatan Cagar Budaya (CB) dan Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Selama berada di Kota Kupang, Laskar Rempah mendalami lima pilar jalur rempah melalui berbagai kunjungan dan kegiatan. Lima pilar tersebut adalah sejarah, ramuan, kuliner, seni budaya, serta kriya dan wastra. Sisi historis digali melalui kunjungan ke situs sejarah yakni Museum Negeri NTT, Gereja Kota Kupang dan Mercusuar Kupang. Ramuan dan kuliner dinikmati melalui penyuguhan  pangan lokal di Gereja Kota Kupang dan Dekranasda NTT, juga melalui kunjungan ke SMA Negeri 6 sebagai tempat pembibitan rempah di lingkungan sekolah. Pilar seni budaya hadir dalam wujud pertunjukan-pertunjukan tradisional di setiap titik yang dikunjungi Laskar Rempah. Sedangkan aspek kriya dan wastra dialami dalam bentuk pembelajaran tenun di SMK 4 Kupang, dan diskusi soal tenun ikat di Dekranasda NTT.

Kegiatan Laskar Rempah di Kupang selalu didampingi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT sejak kedatangan sampai keberangkatan ke titik selanjutnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berperan penting dalam melakukan pemetaan titik-titik kunjungan Laskar Rempah berdasarkan identifikasi lima pilar jalur rempah. Pada hari kedua Muhibah Budaya di Kupang, para peserta disambut dan dijamu oleh Pemerintah Kota Kupang.

Membacakan sambutan Gubernur NTT pada jamuan makan malam bersama (25/06), Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Henderina S. Laiskodat, SP, M.Si menyampaikan harapan Gubernur agar Laskar Rempah dapat menjadi agen perubahan dalam menghidupkan kembali kejayaan, kehangatan dan keharuman rempah yang pernah jaya di masa lampau. Upaya menghidupkan itu dilakukan dengan mengajak masyarakat sekitarnya untuk menanam dan membudidayakan rempah di setiap wilayah kepulauan Nusantara.

Menurut rilis resmi yang disiarkan di laman kemdikbud.go.id, Kupang merupakan salah satu Jalur Rempah karena keberadaan komoditas kayu cendana (Santalum album), asam, dan kemiri. Cendana meramaikan jalur perdagangan wewangian dunia yang berpusat di jazirah Arab, pusat perdagangan wewangian dupa tertua. Sejak ribuan tahun lalu, wewangian adalah elemen penting dalam ritual keagamaan, pengobatan, kecantikan, dan pengawetan jenazah raja dan para pembesar.

Indonesia adalah pemegang sah jalur rempah. Jejak rempah Indonesia telah menjadi ikon budaya yang mendunia dan menjadi jalur diplomasi internasional bidang kebudayaan. Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah bagian untuk mengumandangkan kejayaan Nusantara dalam jalur rempah, melahirkan generasi muda yang membawa semangat rempah yang baru, semangat Indonesia yang berdikari, berinovasi, dan terus berikhtiar mewujudkan kemakmuran bagi Indonesia agar mampu mewarnai peradaban dunia,” papar Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Irini Dewi Wanti, dalam rilis yang disiarkan di laman kemdikbud.go.id.

“Kami sangat terkesan atas antusiasme dan ramah tamah masyarakat NTT menyambut kedatangan Laskar Rempah dari 34 provinsi. Kami belajar menenun di SMK 4 Kupang, melihat taman edukasi rempah dan menanam bibit cendana di SMA 6 Kupang, dan mempelajari tradisi pinang sirih untuk berbagai keperluan di Museum NTT. Itu semua memberikan pelajaran bahwa Jalur Rempah menciptakan ketersambungan dan narasi positif khususnya pemulihan melalui konservasi cendana sebagai komoditas andalan Nusa Tenggara Timur,” ujar Agustinus Damar Wahyu Nugroho, Laskar Rempah dari provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah diselenggarakan Kemendikbudristek bekerja sama dengan TNI AL, pemerintah daerah, serta berbagai komunitas budaya. Pelepasan peserta kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah di Lantamal/Pelabuhan Tenau (27/06) dihiasi dengan atraksi dari seni dari UPT Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. 

Penulis: Mario F. Lawi (Pranata Humas Diskominfo NTT)
Penyunting: Ita Kana (Pranata Humas Diskominfo NTT) 
Editor : Viktor Ballo
Anda Suka Berita Ini ?