Dinas Kominfo Provinsi NTT Gelar Bimtek Peningkatan Kompetensi PNS
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT mengadakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi PNS dengan tema Upaya Peningkatan Kompetensi PNS dari Aspek Adaptasi terhadap Perubahan. Bimtek diselenggarakan di Palapa Room, Dinas Kominfo Provinsi NTT pada Jumat (8/7/2022). Bimtek merupakan bagian dari upaya Diskominfo NTT menjawab kebijakan strategis nasional percepatan transformasi digital, demi menghasilkan PNS yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.
Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo NTT, Drs. Aba Maulaka. Pemaparan materi dibawakan oleh Gregorius M. Tae, S.Fil., M.M. dan Daud Amarato D, S.Pt., M.Si. dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi NTT, dengan moderator Sekretaris Diskominfo NTT Lusia Fransiska Tiwe, ST.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang masif saat ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ASN untuk memenangi persaingan global. Cara-cara cerdas juga dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global,” jelas Aba Maulaka dalam sambutannya.
Di akhir sambutannya, Aba Maulaka mengharapkan bimbingan teknis yang dilakukan meningkatkan kompetensi personal, manajerial, sosial dan strategis para PNS di Diskominfo, agar dapat menjawab percepatan transformasi digital di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Selanjutnya, mengawali pemaparan materi berjudul “Pentingnya Adaptasi ASN terhadap Perubahan”, Gregorius M. Tae mengharapkan para peserta bimbingan teknis mampu menerapkan kompetensi “adaptasi terhadap perubahan” dalam pelaksanaan tugas dan jabatan.
Menurut Greg, sapaan Gregorius M. Tae, dalam pemaparan materinya, penerapan budaya adaptif memampukan ASN mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. ASN yang adaptif berdampak pada terciptanya organisasi yang adaptif. Organisasi yang adaptif, lanjutnya, adalah organisasi yang memiliki kemampuan merespons perubahan lingkungan dan mengikuti harapan stakeholders secara cepat dan fleksibel.
“Setiap orang diharapkan terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan,” ujar Greg di akhir materinya.
Pemateri yang lain, Daud Amarato, menggarisbawahi materi yang telah dibawakan Gregorius M. Tae, menyatakan bahwa perubahan pasti terjadi.
“Setelah memperoleh banyak hal yang disampaikan oleh Pak Greg, kita ada pada pilihan: change or die, berubah atau mati,” tegasnya. Kematian dalam pilihan tersebut, menurut Amarato, bukan soal kematian fisik. Kematian yang dimaksudkan adalah kematian karier, pikir, dan gerak. “Kita tidak bisa lagi leluasa untuk berbuat apa-apa,” jelasnya.
Menurut Amarato, adaptasi dapat dilakukan secara kelembagaan dengan menyiapkan mental PNS, sarana dan prasarana, melakukan analisis kebutuhan pengembangan kompetensi, serta menetapkan jenis kompetensi dan bentuk pengembangan kompetensi yang mesti dilakukan. Setelah itu, barulah kegiatan pengembangan kompetensi dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang matang.
Bimtek diakhiri dengan pembagian spreadsheet Adaptasi terhadap Perubahan serta makan siang bersama dengan menu pangan lokal.
Penulis: Mario F. Lawi (Pranata Humas Diskominfo NTT)
Penyunting: Ita Kana (Pranata Humas Diskominfo NTT)
Editor : Viktor Ballo
Anda Suka Berita Ini ?
