Sekda Provinsi NTT Membuka Sosialisasi Komunikasi dan Rencana Aksi untuk Peningkatan Kesadaran Perilaku Kunci untuk Pencegahan Stunting
Workshop Sosialisasi Komunikasi dan Rencana Aksi Untuk Peningkatan Kesadaran Perilaku Kunci Untuk Pencegahan Stunting yang bertempat di New Sasando International Hotel, Rabu (31/8) dilaksanakan secara luring dan di buka oleh Setda Prov. NTT Bapak Domu Warandoy, S.H., M.Si.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSSP) sebagai mitra pelaksana dari UNICEF yang didanai oleh Tanoto foundation dan didukung oleh Pemerintah Provinsi melalui Badan Pengembangan dan Penelitian Pembangunan Daerah Prov. NTT, Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. NTT, Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. NTT, Dinas Sosial Prov. Prov. NTT serta OPD terkait di tingkat Kabupaten. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku kunci pencegahan stunting oleh para pemengku kepentingan.
“Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten/Kota saat ini sedang berupaya keras dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT,” imbuh Setda Prov. NTT dalam sambutannya.
Berdasarkan laporan data e-PPGBM Kab/Kota dari Hasil pengukuran Operasi Timbang bulan Februari 2022 memperlihatkan bahwa Cakupan bayi/balita yang ditimbang baru mencapai angka 75,6 % atau (414.362) dari 548.294 sasaran bayi/balita. Jika dibandingkan sasaran bayi/balita yang ditimbang periode Agustus 2021 ( 71,9%) atau 394.466 anak, maka terjadi peningkatan jumlah bayi/balita yang ditimbang sebesar 3,7% atau 19.896 anak. Data di atas menggambarkan bahwa angka rerata cakupan provinsi baru mencapai 75,6 % dan itu artinya bahwa masih tersisa 24,4% atau 133.932 bayi/balita yang belum terpantau status gizinya; (apakah masuk kategori stunting atau kah kondisinya normal/sehat).
Oleh karena itu Pemerintah Provinsi terus mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memastikan cakupan pengukuran/timbang pada periode timbang bulan Agustus ini mencapai 100%, agar status gizi semua anak dapat terpantau dengan baik sehingga dapat diberi intervensi secara tepat dan juga Pemerintah Provinsi patut memberikan apresiasi dan penghargaan bagi kabupaten yang telah bekerja keras melalui kerja-kerja nyata serta berbagai inovasi yang telah dibuat oleh masing-masing kabupaten untuk menurunkan stunting di wilayah masing-masing.
Pada kesempatan ini Setda Prov. NTT mengapresiasi dan berterima kasih kepada UNICEF dan Yayasan Sanggar Perempuan (YSSP) yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan kepada semua elemen yang turut mengambil bagian dalam upaya penurunan stunting di Provinsi NTT dan juga kepada lembaga-lembaga mitra pembangunan yang telah berkontribusi dan mendukung Pemerintah Provinsi. Beliau berharap kedepannya agar kerja kolaborasi ini dapat terus dikreasikan untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan serius di Provinsi NTT.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSSP), Rambu Atanau Mella dalam laporannya mengatakan bahwa “Sebagai mitra UNICEF, YSSP telah dipercayakan untuk melaksanakan program Gizi dalam setahun kedepan yang dimulai bulan april 2022 sampai februari 2023 melalui empat output yakni pertama; memperkuat Kapasitas Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota dalam percepatan penurunan stunting yang telah dilaksanakan di kabupaten Kupang dan kabupaten Rote Ndao, kedua; memperkuat kapasitas Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota dalam melaksanakan pengelolaan gizi buruk terintegrasi (PGBT) melalui penguatan SOP dan inovasi dimasa pandemi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, ketiga; memperkuat Pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan program gizi ibu dan pengintegrasian pendidikan gizi dan perubahan perilaku sosial ke dalam program Sekolah/Madrasah Sehat, telah terlaksana di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan Kabupaten Alor, dan keempat, meningkatkan kapasitas Pemerintah Provinsi dan Kabupaten /Kota dalam pelaksanaan intervensi gizi dalam situasi darurat/bencana, telah terlaksana penyusunan rencana kontigensi gizi yang direncanakan dilaksanakan di Kab. Rote Ndao dan dalam bulan September 2022 akan dilaksanakan di Kota Kupang dan di Provinsi.”
Saat ini, Kementerian Kesehatan sedang dalam proses memperkuat pesan kunci untuk mencegah stunting dan memfokuskan pada 5 pesan kunci yaitu: Pertama, remaja putri mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD); kedua, ibu hamil melakukan ANC minimal 6 kali, 4 kali di posyandu dan 2 kali di dokter; ketiga Menyusui/ASI eksklusif selama 6 bulan; keempat, pemberian MPASI tinggi protein; dan kelima, kunjungan ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak. Pesan kunci inilah yang harus disebarkan ke masyarakat agar masyarakat tahu dan ikut mendukung program percepatan penurunan stunting.
Hadir sebagai narasumber Sekda Prov NTT dengan materi berjudul “Kebijakan Pemerintah NTT Dalam Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting”. Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenkes RI Bapak dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO dengan materi “Strategi Komunikasi Percepatan Penurunan Stunting”. Kepala Dinkesdukcapil Prov. NTT Ibu Ruth D. Laiskodat, S.Si., Apt., M.M. dengan materi “Situasi Masalah Kekurangan Gizi dan Intervensi Gizi di Provinsi NTT”. Kepala Dinas Diskominfo Prov. NTT Bapak. Drs. Aba Maulaka dengan materi “Tantangan dan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Masyarakat di Prov. NTT”. Kepala Perwakilan BKKBN Prov. NTT Bapak Marianus Mau Kuru, SE. dengan materi “Desain Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting (Perpres No. 72/2021) Melalui Penguatan Konvergensi dan Kolaborasi Berbasis Data”. Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Pembangunan Daerah Prov. NTT yang diwakili oleh Fungsional Perencana Madya Ibu Vince B. Panggula dengan Materi “Pelaksanaan Aksi Konvergensi Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting” yang membahas tentang Komitmen dan Strategis Percepatan Penurunan Stunting dan Peran Bapelitbangda Dalam Percepatan Penurunan Stunting. Nutrition Officer UNICEF, ibu Ha’i Raga Lawa tentang “Kampanye Peningkatan Kesadaran Untuk Pencegahan Stunting dukungan UNICEF di Provinsi NTT”.
Diakhir workshop ini berbagai stakeholder membuat dan menyepakati Rencana Tindak Lanjut dalam mendukung penyebaran informasi perilaku kunci percepatan penurunan stunting melalui berbagai sarana media yang dimiliki oleh masing-masing stakeholder.
Penulis : Linberthi Duma
Editor : Viktor Ballo
Gambar : Tim Multimedia Diskominfo Prov. NTT
Anda Suka Berita Ini ?
