Blog Single
Berita - Umum

FT UGM melalui Pusat Kajian LKFT FT melaksanakan FGD : Pengembangan Sistem Kelistrikan Nusa Tenggara dengan Mempertimbangkan Potensi Energi Terbarukan dan Interkoneksi Sistem Kepulauan

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melalui Pusat Kajian LKFT Fakultas Teknik bekerja sama dengan PT PLN (PERSERO) sedang melakukan kajian penyusunan masterplan sektor kelistrikan berbasis energi bersih (green energy) untuk wilayah NTT dan NTB, dalam rangka revisi RUPTL 2023-2032.


 Sehubungan dengan hal tersebut, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melalui Pusat Kajian LKFT Fakultas Teknik akan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengembangan Sistem Kelistrikan Nusa Tenggara dengan Mempertimbangkan Potensi Energi Terbarukan dan Interkoneksi Sistem Kepulauan”.

FGD ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memperoleh informasi- informasi terkait hal-hal sebagai berikut :

1. Mendapatkan informasi rencana pertumbuhan ekonomi produktif  berbasis ketersediaan energi listrik yang green untuk wilayah NTT dan NTB dari berbagai narasumber

2. Mendapatkan informasi potensi sumber EBT di wilayah NTT dan NTB

3. Mewujudkan kerjasama dan komunikasi antara pemerintah pusat,  pemerintah daerah, dan akademisi untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan dan pembangunan ekonomi wilayah NTT dan NTB

4. Meningkatkan pemahaman bersama terkait potensi sumber energi  terbarukan di wilayah Nusa Tenggara untuk membangkitkan potensi  ekonomi lokal beserta rencana pemanfaatannya

5. Menyusun basis perencanaan yang kuat dalam rencana pengembangan  infrastruktur kelistrikan berbasis energi terbarukan di wilayah Nusa Tenggara.

Berdasarkan identifikasi awal berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam perencanaan sistem kelistrikan Sistem Nusa Tenggara dalam rangka mendapatkan perencanaan yang optimal di antaranya adalah :

1. Wilayah Nusa Tenggara memiliki potensi alam yang melimpah, namun pemanfaatan Potensi tersebut masih belum optimal

2. Kondisi industri di wilayah Nusa Tenggara yang belum berkembang menyebabkan permintaan beban yang masih rendah

3. Nusa Tenggara memiliki besaran konsumsi energi listrik yang masih rendah. Selain  konsumsi energi listrik, rasio elektrifikasinya juga relatif lebih rendah

4. Tingkat pendidikan dan ekonomi yang tidak merata dan cenderung rendah di beberapa pulau di Nusa Tenggara akan berpengaruh terhadap konsumsi penggunaan energi listrik

5. Potensi energi terbarukan intermiten yang melimpah tapi pemanfaatan pembangkit energi baru terbarukan jenis ini masih minim

6. Persebaran potensi energi terbarukan dan potensi beban yang tidak merata

7. Pemanfaatan energi terbarukan intermiten secara umum terkendala oleh bentuk profil

8. Beban harian yang masih didominasi oleh sektor rumah tangga sedangkan demand industry belum berkembang

9. Untuk dapat memaksimalkan potensi energi terbarukan intermiten agar dapat menekan penggunaan PLTD dan biaya penyediaan listrik yang ekonomis di sistem kelistrikan Nusa Tenggara, diperlukan inovasi dan terobosan baru dalam perencanaan pengembangan pembangkit dengan mempertimbangkan semua kemungkinan skenario yang dapat dilakukan termasuk skenario interkoneksi antar pulau.

FGD akan diselenggarakan pada hari ini, Rabu, 14 September 2022 Pukul : 09.00 – 17.00 WITA dan bertempat di Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jl. El Tari No.52, Oebobo, Kec. Kota Raja Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. 


Penulis dan Editor : Victor Ballo (Super Admin nttprov.go.id)

Disadur dari : TOR FGD

Anda Suka Berita Ini ?