Berita - Umum

Perpusnas RI Menggelar Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Tahun 2022

Kupang, 11/04/2022 - Perpustakaan Nasionan (Perpusnas) Republik Indonesia menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Layanan Perpustakaan kepada 96 desa, 168 kabupaten di 34 Provinsi penerima manfaat.

Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaksanakan selama tiga hari sejak Senin, 11/04/2022 di Aston Kupang Hotel.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari di Aston Kupang Hotel. Dalam upaya mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi,

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando dalam arahan pembukanya mengatakan, dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini.

“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Syarif.

Dia melanjutkan, kegiatan bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.

Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan dapat membantu meningkatkan SDM pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dan Provinsi NTT, Stefanus Ratoe Oedjoe dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan kerjasama Perpustakaan Nasional RI dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, transformasi pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

"Sejak 2018, ini memang belum disosialisasikan semua tapi beberapa daerah sudah. Oleh perpustakaan nasional Republik Indonesia dan juga pemerintah Indonesia telah diratifikasi sistem dari luar yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yaitu perpustakaan berbasis inklusi sosial. Ini yang sekarang lagi digalakkan. Artinya program perpustakaan itu juga tetap berjalan, pelatihan membaca menulis, tetapi ada juga kegiatan yang sifatnya bagi pemberdayaan masyarakat itu yang disebut dengan perpustakaan berbasis inklusi sosial," jelasnya.

Inklusi sosial adalah pendekatan berbasis sistem sosial yang memandang perpustakaan sebagai sub sistem sosial dalam sistem kemasyarakatan. Untuk itu perpustakaan harus dirancang agar memiliki manfaat yang tinggi di masyarakat sehingga, inklusi sosial ini yang di terapkan di perpustakaan betul-betul mempunyai dampak atau peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Unggul dalam peningkatan kemampuan literasi untuk mewujudkan Indonesia Maju.

"Adapun tujuan dari program ini diharapkan juga dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan dari berbagai aspek kehidupan yang pada akhirnya mendukung Program Pemda NTT menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera”.




Anda Suka Berita Ini ?