Blog Single
Berita - Umum

Perkembangan Data Gizi Balita di Nusa Tenggara Timur: Stunting dan Underweight Mengalami Penurunan Tahun 2022

Perkembangan status gizi balita di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan tren penurunan dalam periode Februari 2022 hingga Agustus 2022. Berdasarkan hasil operasi timbang di 22 kabupaten/kota di NTT, tercatat bahwa angka stunting menurun sebesar 2,3% dari 22,0% pada Februari 2022 menjadi 17,7% pada Agustus 2022.

Selama periode yang sama, terdapat satu kabupaten yang mengalami kenaikan angka stunting, yaitu Kabupaten Sumba Barat, meskipun peningkatannya hanya sebesar 0,6%, dari 22,7% pada Februari menjadi 23,3% pada Agustus. Sementara itu, Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi kabupaten yang mengalami penurunan angka stunting tertinggi, dengan penurunan sebesar 20% dari 44,3% menjadi 24,3%.

Dalam data yang sama, diungkapkan bahwa sebanyak 20,5% atau 89.248 balita di NTT mengalami berat badan kurang atau Weight Faltering pada tahun 2022, dengan 13.200 balita mengalami berat badan sangat kurang dan 76.048 balita mengalami berat badan kurang. Kabupaten dengan prosentase underweight tertinggi adalah Kabupaten Sabu Raijua, dengan 30,5% atau 2.529 balita mengalami berat badan kurang, sementara Kabupaten Manggarai Timur memiliki prosentase underweight terendah yaitu 9,0% atau sebesar 2.240 balita.


Kabupaten Timur Tengah Selatan menjadi kabupaten dengan prosentase stunting tertinggi di NTT, mencapai 28,3%, sedangkan Kabupaten Nagekeo memiliki prosentase stunting terendah, yaitu 8,4%. Selain itu, ada lima kabupaten yang memiliki prosentase stunting di bawah 10%, yaitu Kabupaten Manggarai Timur, Ngada, Ende, Sumba Tengah, dan Nagekeo.


Data ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pihak yang berkepentingan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di NTT. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam mengurangi angka stunting dan Weight Faltering di NTT, khususnya di kabupaten-kabupaten dengan prosentase yang masih tinggi. Dengan langkah-langkah yang tepat dan konsisten, diharapkan bahwa angka stunting dan Weight Faltering dapat terus menurun hingga mencapai angka yang lebih rendah lagi di masa depan.


Anda Suka Berita Ini ?