Blog Single
Berita - Umum

Menakjubkan....100 Ekor Sapi Wagyu ke NTT Gunakan Pesawat Khusus

KUPANG, VICTORY NEWS-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengembangbiakan 100 ekor sapi Wagyu di Instalasi Kabaru, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 2022.

Kepala UPT Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak Dinas Peternakan Provinsi NTT Irwan I Arkiang mengatakan hal itu kepada Victory News, Rabu (19/1/2022) pagi di ruang kerjanya.

Dia mengatakan, 100 ekor sapi Wagyu bantuan Kementerian Pertanian RI tahun 2021 siap didatangkan ke NTT.

Menariknya, kata Irwan, 100 ekor sapi Wagyu yang didatangkan dari Australia itu akan menggunakan pesawat khusus.

Rencananya 100 ekor sapi Wagyu itu akan tiba di Surabaya awal Februari.

"Sapi-sapi itu sebenarnya dari Jepang, tetapi selama ini sudah dibudidayakan di Australia, sehingga seharusnya sudah didatangkan pada Desember lalu, tetapi karena belum ada penerbangan dari Australia maka ditunda sampai Februari, " jelasnya.

Setelah tiba di Surabaya, Lanjut Irwan, 100 ekor sapi Wagyu itu akan menjalani karantina di Balai Karantina Surabaya selama 14 hari baru dikirim ke NTT.

"Mungkin nanti 100 ekor sapi Wagyu dari Surabaya ke NTT itu baru menggunakan kapal ternak, " jelasnya.

Sapi Wagyu yang didatangkan itu akan dikembangbiakkan oleh PT Asian Beef kerjasama Pemerintah Provinsi NTT dengan sistem bagi hasil.

Pakan makanan untuk sapi Wagyu itu adalah sorgum yang didatangkan dari Brazil oleh PT Asian Beef.

Pengembangbiakan sapi Wagyu ini membutuhkan biaya yang besar.

" Soal pakan makanan itu ada perlakuan khusus, karena dengan perlakuan makanan khusus itu yang akan membentuk daging premiumnya, " tandasnya.

Kalau di Jepang itu Sapi Wagyu ini dapat perawatan pijat, minum bir, dan makan sorgum sehingga PT Asian Beef juga mendatangkan pakan makanan dari Brazil yang akan dikembangkan di Sumba Timur.

Irwan menuturkan, pengembangbiakan 100 ekor sapi Wagyu itu sebagai bibit.

Diperkirakan sekitar tiga tahun kemudian baru bisa panen untuk kebutuhan daging premium.

Ia menambahkan, budidaya 100 ekor sapi Wagyu itu juga untuk mendukung pembangunan pariwisata di NTT.

Jika pariwisata NTT sudah maju maka suplai daging premium tidak perlu didatangkan dari luar.

Ia berharap walaupun memiliki tenaga kerja asing, PT Asian Beef juga harus mempekerjakan masyarakat setempat.

"PT Asian Beef itu ada dua tenaga asing, tetapi kita harapkan mereka bisa rekrut masyarakat di sekitar lokasi sehingga mereka juga merasakan bahwa keberadaan pemerintah ini ada manfaat bagi mereka," ujarnya.

Kalau sudah dikembangkan dan sampai jumlah banyak, kata dia, baru penggemukan melibatkan masyarakat.

Sumber Berita : victorynews.id
Anda Suka Berita Ini ?