(SIARAN PERS) KENCANA Diperluas ke Manggarai Barat, Tiga Kecamatan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Labuan Bajo, 9 Juni 2026 – Setelah 10 kecamatan di
Kota Kupang dan Kabupaten Kupang berhasil meraih status KENCANA Pratama pada
Mei 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kementerian Dalam
Negeri dan Program SIAP SIAGA memperluas Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana
(KENCANA) ke Kabupaten Manggarai Barat.
Sebanyak tiga kecamatan, yakni
Kecamatan Komodo, Boleng, dan Mbeliling, mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas
Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di
Labuan Bajo.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh
perwakilan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Adwil)
Kementerian Dalam Negeri, yakni Evan Fardianto, ST., M.A.B., Analis Kebijakan
Ahli Madya, dan Reza Anugrah, S.I.P., Penata Layanan Operasional. Keduanya
hadir untuk mendampingi proses penguatan kapasitas serta memastikan
implementasi Gerakan KENCANA di Manggarai Barat berjalan selaras dengan
kebijakan nasional.
Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris
Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Fransiskus Sales Sodo, menegaskan bahwa
ketangguhan daerah harus dibangun dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
"Ketangguhan daerah tidak bisa
hanya bertumpu pada pemerintah. Kita harus membangunnya dari tingkat kecamatan
hingga desa, dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Tetapi masyarakat baru
bisa tercerahkan kalau edukasi program, kepemimpinan teman-teman di tingkat
tapak berjalan dengan efektif," ujarnya.
“Khusus untuk Manggarai Barat
kehadiran program ini sangat sesuai dengan kondisi existing kita. Dari hasil
Kajian Resiko Bencana kita ada sembilan potensi bencana, dengan kerentanan yang
cukup tinggi. Kerentanan dan ancaman ini sudah given jadi tidak bisa kita rubah
lagi. Yang kita bisa tingkatkan adalah
kapasitas dalam menghadapinya”.
Menurut Fransiskus, pertumbuhan
Manggarai Barat sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional harus
diimbangi dengan peningkatan kapasitas menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Peran kepemimpinan di tingkat
kecamatan itu penting. Sangat sangat penting. Kita mungkin berpikir pelatihan
ini sederhana. Mengapa sangat penting kepemimpinan camat, kepala desa,
kapolsek, danramil, kepala puskesmas? Karena akan sangat berpengaruh efektif
terhadap pelaksanaan program mulai dari edukasi, komunikasi, bersinergi dalam
koordinasi dlsb.
"Melalui KENCANA, kita ingin
mengubah cara pandang terhadap bencana. Jangan menunggu bencana terjadi baru
bergerak, tetapi memperkuat pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sejak
sekarang," katanya.
Selama dua hari kegiatan, anggota
Satuan Tugas KENCANA dari Kecamatan Komodo, Boleng, dan Mbeliling akan
mendapatkan pendampingan untuk melakukan registrasi serentak pada sistem
KENCANA (SiKENCANA) nasional, membentuk dan memperkuat kelembagaan SATGAS
KENCANA tingkat kecamatan, serta menyusun Rencana Kerja Kolaboratif yang akan
menjadi panduan aksi kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di wilayah
masing-masing.
Hari pertama kegiatan menghasilkan
capaian awal yang penting. Tiga kecamatan sasaran, yakni Komodo, Boleng, dan
Mbeliling, berhasil terdaftar dalam Sistem Informasi KENCANA (SiKENCANA) dan
memperoleh nomor registrasi resmi sebagai bagian dari Gerakan Kecamatan Tangguh
Bencana. Registrasi ini menandai dimulainya proses penguatan kapasitas dan
pemenuhan indikator KENCANA di ketiga kecamatan tersebut.
Proses tersebut akan dilanjutkan pada
hari kedua melalui penyusunan Rencana Kerja Kolaboratif oleh anggota SATGAS
KENCANA dari masing-masing kecamatan. Pada saat yang sama, para PIC KENCANA
akan didampingi langsung oleh tim Kementerian Dalam Negeri untuk mengupload
berbagai dokumen yang diperlukan dalam proses penilaian dan verifikasi menuju
status KENCANA.
Program KENCANA merupakan gerakan
yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat peran kecamatan
sebagai simpul koordinasi perlindungan masyarakat dalam seluruh tahapan
penanggulangan bencana. Di Nusa Tenggara Timur, implementasi program ini mulai
menunjukkan perkembangan positif. Pada Mei 2026, sebanyak 10 kecamatan di Kota
Kupang dan Kabupaten Kupang berhasil memperoleh status KENCANA Pratama setelah
memenuhi berbagai indikator yang ditetapkan dalam sistem nasional KENCANA.
Perluasan ke Manggarai Barat dinilai
strategis mengingat kabupaten ini merupakan salah satu destinasi pariwisata
prioritas nasional yang menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa
bumi, tanah longsor, kekeringan hingga bencana hidrometeorologi ekstrem.
Penguatan kapasitas di tingkat kecamatan diharapkan mampu memperkuat
kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Area Manager Program SIAP SIAGA NTT,
Silvia Fanggidae, mengatakan bahwa penguatan kecamatan merupakan salah satu
strategi untuk mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan
Bencana hingga benar-benar dirasakan masyarakat.
"Bagi pemerintah, baik pusat,
provinsi maupun kabupaten, tangan yang menjangkau langsung masyarakat adalah
kecamatan. Ketika camat aktif, pelayanan kebencanaan bisa hadir lebih cepat dan
manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Silvia.
Ia mencontohkan pengalaman di
Kabupaten Kupang ketika terjadi bencana yang memaksa warga mengungsi ke desa
lain. Dalam situasi tersebut, camat berperan aktif memfasilitasi kerja sama
antar-desa, termasuk menggerakkan sumber daya lokal untuk mendukung evakuasi
dan kebutuhan para penyintas.
Menurut Silvia, pengalaman tersebut
menunjukkan bahwa kecamatan dapat menjadi simpul penting dalam menghadirkan
layanan kebencanaan yang cepat dan efektif, terutama di wilayah kepulauan
seperti Nusa Tenggara Timur.
Hasil yang ditargetkan dari kegiatan
ini antara lain penguatan komitmen kepemimpinan daerah dalam Gerakan KENCANA,
pengukuhan dan penguatan kelembagaan Satuan Tugas KENCANA, aktivasi sistem
pemantauan berbasis data, serta tersusunnya dokumen Rencana Kerja Kolaboratif
Kecamatan yang menjadi panduan aksi kesiapsiagaan bencana di wilayah Komodo,
Boleng, dan Mbeliling.
Selain penguatan kapasitas teknis,
kegiatan ini juga mendorong kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah,
akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam membangun ketangguhan
wilayah. Melalui pendekatan tersebut, berbagai sumber daya yang tersedia di
tingkat lokal diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung pengurangan risiko
bencana secara berkelanjutan.
Kegiatan Penguatan Kapasitas KENCANA
di Manggarai Barat merupakan kolaborasi antara Biro Pemerintahan Setda Provinsi
NTT dan Program SIAP SIAGA, dengan harapan dapat menjadi model penguatan peran
kecamatan dalam penanggulangan bencana, khususnya di kawasan strategis
pariwisata nasional.
“Kerjasama antar daerah dan Kerjasama
dengan mitra adalah merupakan bentuk kolaborasi yang baik dalam penanggulangan
bencana dan mendukung peran kecamatan dalam mengimplementasikan program
kecamatan Tangguh bencana,” kata Kabag Kerjasama pada Biro Pemerintahan Setda
Provinsi NTT, Adhitya Perdana Arka, S.STP, MM.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemakaian
rompi dan penyematan pin Gerakan KENCANA kepada Sekda Manggarai Barat oleh
perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Evan Fardianto, ST., M.A.B. Juga pemaikaian
rompi dan penyematan pin dari Sekda kepada kepala Pelaksana BPBD Kabupaten
Manggarai Barat dan para camat dari tiga kecamatan lokasi uji coba sebagai
penggerak utama penguatan ketangguhan wilayah. Penyematan ini adalah simbol
komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola penanggulangan bencana
di tingkat tapak.
-- SELESAI
Foto-foto dapat diakses pada:
https://drive.google.com/drive/folders/1cALkhR8v-4aEgfGDF7DAeRdbB9eOLFfK?usp=sharing
|
Tentang
SIAP SIAGA Program SIAP
SIAGA adalah Program Kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia
untuk Manajemen Risiko Bencana. Tujuan Program SIAP SIAGA adalah memperkuat
manajemen risiko bencana di Indonesia, mendukung keterlibatan antara
Australia dan Indonesia dalam penanggulangan bencana di Kawasan Indo-Pasifik.
Program ini dilaksanakan di tingkat nasional dan sub-nasional (4 provinsi)
dimana Provinsi NTT merupakan salah satu lokasi kerja program SIAP SIAGA. Untuk
Informasi lebih lanjut, hubungi: Silvia Fanggidae, SIAP SIAGA NTT Area Manager Telp: +62 811-3827-878 Matheos Messakh, SIAP SIAGA NTT Communication Officer Telp: +62 813-3927-2155 |
