Event - Daerah

Pemerintah Provinsi NTT Gelar Malam IKM/UMKM Tahun 2025

Kupang— Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kembali menggelar  festival untuk mendorong pengembangan ekonomi wilayah  dengan tajuk “Malam IKM/UMKM”, bertempat disepanjang Jalan Raya El Tari Kupang  dimulai dari depan Kantor Gubernur NTT sampai dengan Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT, berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 14 sampai dengan 15 Nopember 2025. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur NTT  Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Linus Lusi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dr. Zet Sonny Libing, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Dinas Penanam Modal dan PTSP, Kepala Biro PBJ dan Pejabat Tinggi Pratama lainnya lingkup Pemerintah Provinsi NTT, pihak perbankan  dan swasta serta  undangan lainnya.


“Malam IKM-UMKM yang dibuka hari ini diikuti oleh 100 pelaku IKM-UMKM, didukung pula dengan booth pelayanan publik. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan atau pameran produk, melainkan sarana promosi, perluasan akses pasar, dan komunikasi bisnis antara pelaku IKM-UMKM dengan calon pembeli, mitra usaha, dan lembaga keuangan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan perwujudan dari Dasa Cita Pertama Melki–Jhoni, yaitu “Dari Ladang dan Laut ke Pasar – Efisiensi, Modern dan Aman.” Misi besar ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memastikan bahwa setiap hasil kerja keras masyarakat, baik dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, maupun industri kreatif, benar-benar terhubung dengan pasar yang luas dan representatif. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa produk-produk NTT memiliki daya saing, karakter, dan narasi filosofis yang kuat. Dari kriya, fashion, kuliner, hingga produk pangan olahan semuanya adalah cerminan kerja keras, kreativitas, dan kearifan lokal masyarakat NTT,” kata Linus Lusi.

 

“Ajang ini juga menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap pemberdayaan IKM-UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka akses pasar baru dan mempertemukan langsung antara produsen dan konsumen. Pergelaran ini juga menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi lokal. Kita ingin menjadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi ekonomi yang mempertemukan pelaku usaha, pembeli, investor, komunitas kreatif, dan lembaga keuangan dalam satu semangat yang sama yaitu membangun ekonomi NTT dari bawah, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Kami menyadari bahwa dalam pemberdayaan IKM-UMKM, masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari mutu produk, kontinuitas pasokan, keterbatasan modal, hingga persoalan harga. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTT hadir dengan kebijakan dan program yang berpihak pada masyarakat, untuk memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku IKM-UMKM di seluruh daerah,” lanjut Linus Lusi.


 

Beliau pun menyampaikan  bahwa Kegiatan malam ini juga merupakan bagian dari upaya transformasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Kita ingin membangun rantai pasok dan rantai nilai yang kuat dan berkelanjutan, sehingga setiap rupiah dari hasil kerja keras masyarakat tetap berputar di NTT dan menumbuhkan kesejahteraan masyarakat NTT sendiri. Sebagai wujud nyata dari Membangun NTT melalui “Gerakan Beli NTT”, pemerintah telah menghadirkan “NTT Mart” di Kota Kupang. Ini merupakan sebuah inisiatif strategis yang menjadi platform modern promosi dan pemasaran produk IKM-UMKM NTT. NTT Mart bukan sekadar pusat perbelanjaan, tetapi pusat distribusi dan kebanggaan produk lokal, yang menghubungkan produsen, petani, nelayan, pengrajin, dan pelaku usaha lokal dengan pasar nasional bahkan internasional. Ke depan, NTT Mart akan hadir di 21 kabupaten se-Provinsi NTT, menjadi simbol kemandirian ekonomi Flobamorata. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata bagi penguatan sektor IKM-UMKM, melalui pelatihan peningkatan kualitas dan inovasi produk, fasilitasi legalitas usaha, bantuan mesin dan peralatan, serta pembukaan akses pasar domestik maupun internasional.


Pada festival ini menghadirkan berbagai produk-produk kuliner, kriya dan fashion yang telah memenuhi syarat layar edar seperti sertifikat halal, pangan industri rumah tangga, label dan kemasan yang terstandarisasi.Tersedia juga pojok konsultasi IKM/UMKM untuk mengurusi NIB, PIRT, Halal, Merek, Haki, TKDN dan akses permodalan dari perbankan. Selain itu juga gelaran ini menjadi bagian dari rangkaian akhir pekan di Jalan El Tari yang diwarnai dengan adanya panggung hiburan yang menghadirkan band, line dance, tarian tradisional dan penyanyi Justi Aldrin.

 

 

Penulis            : Ita Kana

Penyunting      : Petrix Nomleni

Foto                 : Disperindag

Anda Suka Berita Ini ?