Gubernur NTT melakukan panen Jagung TJPS Pola Kemitraan di Desa Hameli Ate, Sumba Barat Daya
Program Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) menjadi salah satu solusi untuk mengerakkan ekonomi masyarakat secara luas dimana petani menanam jagung dan hasilnya dapat disisihkan untuk membeli tenak baik ternak besar maupun kecil serta ungggas. Selain itu juga melalui TJPS ini produksi dan produktifitas jangung per satuan luas dapat ditingkatkan karena selama ini di NTT produksi jagung hanya menjacapi 2,5 ton/ha bahkan dengan TJPS diharapkan adanya percepatan peningkatan populasi ternak. Program/kegiatan TJPS yang sudah berjalan selama 3 tahun (panen 5 kali) sudah dikerjakan diluas arel 22 ribu ha dengan produksi 45 ribu ton dengan nilai ekonomi yang belum signifikan untuk menyelesaikan masalah kemiskinann di NTT. Evaluasi terus dilakukan dan tahun ini dengan kolaborasi berbagai stakeholders (atas perintah Gubernur NTT) yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama Bank Indonesia, OJK, Bank NTT membuat suatu ekosistim yang disebut TJPS Pola Kemitraan dimana dalam ekosistim ini ada pemerintah, petani, lembaga jasa keuangan (perbankan) serta dunia usaha (offtaker) salah satunya PT Gama Agro Investama (GAI). Ini adalah sebuat ekosistim hulu – hilir yang harapannya dapat menjawab semua permasalahan kemiskinan di provinsi NTT.
Hari ini (15/02/2022) di Desa Hameli Ate Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya dalam kunjungan kerjanya Gubernur Nusa Tenggara Timur bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan provinsi NTT Lecky F. Koli serta rombongan lainnya melakukan panen jagung dilahan seluas 2.800 Ha. Yang mana luasan TJPS Pola Kemitraan adalah seluas 1.163 ha dan luasan yang disiapkan untuk dipanen adalah 100 ha. Gubernur NTT dan rombongan melakukan panan seluas 6 Ha. Setelah dihitung ubinan bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Barat Daya hasil panen mencapai 8,8 Ton. Jagung yang dipanen adalah jagung varietas Bisi 18 dan siap dibeli oleh Offtaker PT. GAI yang pada saat panen ini melakukan pembelian secara simbolis langsung dari tanggan petani.
Dalam sambutannya Gubernur NTT menekankan beberapa point penting dimana TJPS bukan saja untuk mengentaskan kemiskinan namun lebih dari itu untuk menyumbangkan kemakmuran di NTT. Beliau berjanji akan kembali mengunjunggi Desa Hameli Ate pada bulan November 2022 untuk menanam jagung 15 ha. Dengan TJPS Pola kemitraan ini petani tidak perlu lagi menjemur jagung hasil panen karena petani sudah langsung dapat menjual jagungnya langsung dengan tongkol. Bahkan jika produksi sebanyak 15.000 ha maka setara dengan Rp.400 Milyard.
Diakhir sambutannya Gubernur NTT memberikan motivasi kepada petani agar dapat bekerja dengan semangat yang tinggi, pemberdayaan petani menjadi kunci sukses dan semoga tahun depan bisa melakukan panen yang lebih hebat lagi.
