Blog Single
Kegiatan Gubernur - Umum

Peringatan 109 Tahun Injil Masuk Mataru Harus Bisa Mendukung Pengembangan Pariwisata NTT

Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan  Setda Provinsi NTT

Kupang, 4 Maret 2022

Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima Ketua Umum Panitia Perayaan Syukuran 109 Tahun Injil Masuk Mataru Alor, Imanuel Maleilegi dan rombongan, pada hari ini, Jumat, 4 Maret 2022, bertempat di Ruang Kerja Gubernur NTT.

Gubernur VBL memberi apresiasi dan mendukung kerja keras panitia untuk menyukseskan kegiatan kerohanian sekaligus mendukung event tersebut agar menjadi media untuk mempromosikan karakteristik seni budaya kabupaten Alor yang sangat indah, dimana puncak acara Syukuran 109 tahun Injil masuk Mataru akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2022 nanti. 

“Secara pribadi saya sangat mendukung suksesnya kegiatan tersebut, sehingga makin banyak orang akan mengenal dengan lebih akrab lagi terhadap budaya Mataru di Kabupaten Alor yang pastinya sangat eksotik. Alor memang sangat terkenal dengan budaya persaudaraan dalam keberagaman yang tetap terjaga turun temurun dan terus dilestarikan hingga generasi sekarang. Tidak saja itu, tetapi ada berbagai destinasi unggulan dan sangat diminati di kabupaten Alor. Berbagai Atraksi budaya juga menjadi sangat menarik perhatian masyarakat, untuk tetap menjadikan Alor sebagai salah satu daerah tujuan wisata primadona di NTT. Event yang akan digelar nanti harus bisa mengangkat budaya khas Alor, sekaligus harus menjadi sarana rohani memperkenalkan bahwa Alor menjadi tempat kedua setelah Rote masuknya injil di NTT, yang dilakukan oleh para misionaris Belanda”, ujar Gubernur VBL.

Lebih lanjut Doktor Pariwisata Jebolan UKSW Salatiga tersebut menyampaikan kepada panitia agar bisa mengkoordinasi dengan Ketua Majelis Sinode GMIT, Ibu Pdt. Mery Kolimon, sehingga dapat mengundang juga generasi sekarang dari para misionaris yang berada di Belanda, yang telah berjasa menyampaikan injil pertama kali masuk ke Mataru Alor pada tahun 1913 lalu.

“Ini penting, agar generasi sekarang dari para misionaris ataupun penginjil yang pertama kali membawa kabar baik di Alor di tahun 1913, dan masyarakat dunia secara umum, dapat melihat langsung berbagai kemajuan peradaban yang telah terjadi, setelah injil pertama kali masuk ratusan tahun lalu di Mataru, dan di Alor pada umumnya. Karena dipastikan bahwa saat injil pertama kali diberitakan, saat yang sama pula pendidikan diperkenalkan dan dikembangkan di Alor”, jelas Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut. 

Gubernur VBL menambahkan bahwa Alor kedepan, juga akan dikembangkan potensi perikanannya, sehingga akan menjadi pusat pengembangan budidaya ikan di NTT.

“Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, khususnya potensi pariwisata dan perikanan yang luar biasa, maka tak dapat dipungkiri Alor bisa dikembangkan menjadi salah satu destinasi premium di Indonesia, setelah Labuan Bajo. Oleh sebab itu, kegiatan syukuran 109 injil masuk Mataru, juga harus bisa menangkap berbagai peluang potensi besar dengan prospek cerah yang dimiliki oleh Kabupaten Alor, untuk bisa mendukung kemajuan pembangunan di Kabupaten Alor, dan di NTT pada umumnya”, urai Putera Semau tersebut. 

Ketua Umum Panitia Syukuran 109 Tahun Injil masuk di Mataru, Imanuel Maleilegi saat menyampaikan maksud kedatangan kepada Gubernur VBL, mengatakan bahwa panitia telah bekerja keras untuk melaksanakan event rohani tersebut, dengan berbagai agenda kegiatan yang telah dirancang, yang akan dimulai tanggal 25 Agustus 2022 sampai dengan 31 Agustus 2022, berpusat di Desa Lakatuli, Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor.

“Peringatan syukuran 109 tahun injil masuk Mataru, adalah kegiatan perdana dan dilaksanakan sebagai hasil keputusan persidangan Klasis Alor Barat Daya (ABAD) tahun 2021 lalu. Tidak saja kegiatan kerohanian yang akan dilaksanakan, tapi berbagai rangkaian kegiatan seperti pameran dan pasar rakyat yang akan mempromosikan berbagai hasil kerajinan masyarakat Mataru, sekaligus dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, akan juga dilaksanakan pada rangkaian kegiatan tersebut. Hasil kerajinan tangan yang hampir punah seperti anyaman, tempa besi untuk membuat anak panah, akan dipamerkan nanti.  Selain itu juga pangan lokal seperti ubi lapis yang mungkin sudah jarang sekali dikonsumsi oleh masyarakat setempat, juga akan dipromsikan”, jelas Imanuel Maleilegi yang juga adalah Pensiunan ASN Pemkot Kupang tersebut.

Maleilegi juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan melibatkan 100 orang muda yang akan terlibat dalam Napak Tilas 109 tahun masuknya Injil di Mataru. Dengan empat titik yang akan disinggahi masing-masing : Pusat Kerajaan Padailaka di Desa Lakatuli, Lelmang di Desa Mataru Barat, Dusun Talawa di Desa Mataru Utara, dan Bagalbui di Desa Mataru Timur.

“Kami sangat berharap dengan kegiatan besar ini, akan terbangunnya sebuah monument sebagai bukti sejarah masuknya injil di Mataru, sekaligus menjadi warisan akan nilai-nilai rohani dan budaya kepada generasi saat ini dan generasi yang akan datang”, ujar Maleilegi yang didampingi oleh Sekretaris Koordinator Panitia Kupang dan Daratan Timor : Thobias Manimau, Bendahara : Karel Atamanei, dan Anggota Panitia : Bertha Manimau dan Abraham Lakalei.   

Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan.

Penulis       : France Tiran

Foto            : Theresia Arkian

Anda Suka Berita Ini ?