Kegiatan Gubernur - Umum

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi dari tim fasilitator Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi (Baperida) NTT

Kupang - Bertempat di ruang kerja rumah jabatan Gubernur NTT pada Sabtu (28/3/2026) pagi, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi dari tim fasilitator Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi (Baperida) NTT yang dipimpin oleh Nyoman Saniambara bersama SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar).

Turut hadir pula perwakilan dari Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang diantaranya Garamin (Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi) yang diwakili oleh Elmi Ismau dan Thersia Ratu Nubi, Komda Lansia (Komisi Daerah Lanjut Usia) yang diwakili oleh Vincentius Medi, Bengkel APPeK (Bengkel Advokasi Pengembangan dan Pemberdayaan Kampung) yang diwakili Theresia serta Viktor Kono dari Forum Anak.

Nyoman Saniambara dalam kesempatan tersebut melaporkan kepada Gubernur NTT terkait persiapan pelaksanaan (Musrenbang) Inklusi (musik keren) yang berfokus pada kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan lansia di Rumah Jabatan Gubernur.

“Partisipasi ini memastikan bahwa aspirasi, kebutuhan, dan isu-isu yang dihadapi para kelompok rentan seperti perempuan, lansia, anak dan penyandang disabilitas (fisik, intelektual, mental, sensorik) terakomodasi dalam perencanaan pembangunan, baik di tingkat desa, kelurahan, maupun daerah,” ungkap Nyoman.

Gubernur NTT menyambut baik hal tersebut, namun meminta agar berbagai program dan kegiatan yang diusulkan dipertajam lagi dan diperkuat dengan data-data yang valid sehingga pelaksanaannya bisa tepat sasaran. Ia juga menjelaskan di tengah kondisi anggaran yang terbatas, kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial yang kurang memberi dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat agar tidak diusulkan namun lebih selektif bagi kegiatan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Gubernur Melki dalam diskusi hangat tersebut juga mendorong agar Organisasi Masyarakat Sipil yang hadir tersebut untuk bisa bergerak di sektor produktif. Ia meminta agar setiap organisasi kemasyarakatan harus bisa menghasilkan produk lokal yang bernilai jual sejalan dengan program yang diusungnya bersama Wakil Gubernur NTT yakni One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP).

Ini dimaksudkan agar selain meningkatkan ekonomi masyarakat, namun juga mendorong kemandirian masyarakat / organisasi kemasyarakatan agar bisa terus produktif di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu.

“Dengan kondisi sekarang, kita harus produktif untuk optimalkan potensi daerah secara konkrit. Yang penting mulai saja dulu, kita hasilkan saja dulu produk dari berbagai potensi yang kita miliki. Jangan habis hanya direncana saja. Tapi harus eksekusi sekarang. Urusan bagus atau tidak bagus itu urusan kedua, karena nanti kita akan benahi dan perbaiki bersama. Itu proses namanya,” terang Gubernur Melki.

Terkait pemasaran, Gubernur juga menegaskan bahwa kini di 22 kabupaten / kota se NTT telah dibuka gerai NTT Mart sebagai wadah pemasaran berbagai produk lokal, UMKM, IKM.

“Apa yang kita produksi nanti kita pasarkan melalui NTT Mart. Kalau bisa bapak ibu dari berbagai organisasi ini juga buat Mart masing-masing, seperti Lansia Mart. Itu pasti bagus dan tentu akan kami dukung,” jelasnya.

Keterlibatan dan kolaborasi kerja organisasi masyarakat sipil bersama pemerintah dalam sektor produktif diharapkan menjadi motor penggerak dalam peningkatan perekonomian masyarakat.

Penulis : Alexander L. Raditia
Foto : Ady Hau
Editor : Adolf Naikofi
Anda Suka Berita Ini ?