TERIMA DIRJEN KEBUDAYAAN, GUBERNUR RESTUI PEMBENTUKAN UPT PELESTARIAN KEBUDAYAAN NTT
Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Kupang, 28 Maret 2022
“Budaya harus bisa mempersatukan dan merekatkan seluruh keberagaman di Indonesia. Hal ini harus dimaknai dan dapat diejawantahkan dengan penuh tanggung jawab oleh setiap anak bangsa Indonesia. Inilah kekuatan besar kita untuk tetap menjaga dan melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Demikian dikatakan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima kunjungan kerja dari Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Hilmar Farid, bersama Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, I Made Dharma Suteja selaku Kepala Badan Pelestari Nilai Budaya (BPNB) Bali, Pamong Budaya Ahli Madya, Julianus Limbeng dan Pranata Humas Muda, Darmawati, pada hari ini, Senin, 28 Maret 2022.
“Konsep untuk menjadi negara kesatuan itu, pemahaman orang cenderung menganggap bahwa negara kesatuan itu hanya merupakan kesatuan politik saja. Padahal kesatuan tersebut mencakup kesatuan keamanan, kesatuan wilayah, kesatuan politik, kesatuan hukum dan yang hampir terlupakan namun ini sebenarnya menjadi hal terpenting adalah kesatuan budaya. Indonesia ini sampai ada, oleh karena adanya gabungan berbagai keberagaman budaya yang sebenarnya adalah kekayaan luar biasa dan unik, yang harus bisa dijaga dan dilestarikan”, tegas Gubernur VBL.
Lebih jauh Putera Semau ini mengatakan bahwa masih banyak orang Indonesia sendiri yang belum menyadari bahwa budayalah yang menjadi alat pemersatu dan paling kuat diantara berbagai perbedaan di Nusantara ini.
“Setiap kita harus bisa memahami akar budaya kita masing-masing, karena ini akan menjadi jati diri keindonesiaan kita di mata dunia. Budaya menjadi nilai paling hakiki untuk menjadikan Indonesia tetap kuat”, ungkap orang nomor satu di NTT ini.
Gubernur VBL juga menyatakan dukungan resminya terhadap pembentukan Unit Pelaksana Teknis Kemendikbudristek RI yaitu Balai Pelestarian Kebudayaan di Provinsi NTT. Hal ini ditandai dengan telah ditandatanganinya surat rekomendasi tentang pembentukan lembaga tersebut pada hari ini juga, Senin, 28 Maret 2022.
“Dengan hadirnya UPT Balai Pelestarian Kebudayaan di NTT, maka ini menunjukkan adanya upaya efektifitas layanan dan mendukung pencapaian berbagai program pendidikan dan ristek, khususnya di bidang pengembangan dan pelestarian kebudayaan NTT. Karena memang NTT ini sangat kaya akan berbagai keunikan budaya yang ada di masyarakatnya”, jelas Gubernur VBL.
Selanjutnya Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan bahwa kehadiran UPT Balai Pelestarian Kebudayaan di NTT, akan semakin menguatkan NTT sebagai provinsi yang sangat terkenal dengan berbagai khasanah budaya dan menjadikan NTT sangat menjunjung tinggi budaya sebagai jati dirinya dalam turut serta membangun bangsa ini.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Gubernur yang telah diberikan kepada Kementerian Dikbudristek, untuk menghadirkan UPT Balai Pelestarian Kebudayaan di NTT sendiri dan terpisah dari Bali. Karena sebenarnya NTT ini sangat kaya akan berbagai ragam seni dan budayanya, dan itu sangat mengakar di masyarakatnya. Maka pantaslah NTT memiliki UPT tersendiri untuk memajukan NTT sebagai daerah yang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat dikagumi dan sangatlah patut untuk terus diperkenalkan” tegas Hilmar Farid.
Dirjen juga menyampaikan bahwa kedepan, tepatnya pada tanggal 25 s.d. 27 Juni 2022, NTT akan menjadi tempat persinggahan orang-orang muda dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah dengan KRI Dewa Ruci.
“Diakui bahwa NTT tidak saja kaya akan budayanya yang sangat mengakar, namun NTT ini juga kaya akan berbagai Sumber Daya Alam, berupa rempah-rempah. Salah satu jalur rempah yang menjadi daya tarik penjajah untuk datang ke Indonesia khususnya di NTT pada masa lampau, adalah rempah-rempah. Dan inilah yang akan dipelajari oleh para pemuda dari seluruh Indonesia dalam event tersebut”, ungkap Hilmar Farid.
Dirjen Kebudayaan juga menyampaikan bahwa dengan dilintasinya NTT pada even besar tersebut, maka hal tersebut akan menjadi kesempatan emas bagi NTT, untuk lebih mempromosikan berbagai keunggulan SDA dan keunikan seni budaya, bahkan berbagai destinasi unggulan wisata di NTT yang eksotik.
Turut hadir pada pertemuan tersebut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktor Manek, Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan, Imanuel E. Blegur, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Maria Threda Desipung, Kepala UPT Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT : Meksi Asamani, Kepala UPT Taman Budaya Gerson Poyk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT : Sofyan, serta Pamong Budaya Ahli Madya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, masing-masing : Mohadi dan Purwaning Hastuti.
Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
