Gereja dan Pendidikan Tidak Boleh Terpisahkan
Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Kota Kupang, 26 Mei 2022
Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor
Bungtilu Laiskodat (VBL) saat melakukan pengecoran Tiang Induk Rumah Ibadah
Jemaat GMIT Kota Baru, pada Kamis, 26
Mei 2022. Acara tersebut berlangsung khidmah dirangkai dengan syukur Perayaan
Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga yang dipadu dengan liturgi Bulan Budaya GMIT,
dalam tema peribadatan yaitu : Mewarisi Pelayanan untuk Mewartakan Kabar Baik.
Hadir bersama Wakil Ketua Sinode GMIT : Pdt. Gayus Polin dan Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru : Pdt. Norman Nenohai, beserta Para Pendeta yang melayani di Jemaat GMIT Kota Baru : Pdt. Tien Hawu – Muni dan Pdt. Febby Messakh – Frans, Orang nomor satu di NTT ini sangat antusias memberi motifasi kepada ratusan jemaat yang ikut berbakti tentang pentingnya memaknai dan mengaktualisasikan tentang gereja dan pendidikan agar selalu sejalan, sehingga gereja juga dapat menghasilkan generasi yang tidak saja cerdas, tetapi beriman dan mempunyai karakter Kristus yang kuat.
“Gereja dalam semangat Calvinis, harus bisa keluar dari zona nyaman, dimana peran gereja juga sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan generasi beriman dan cerdas, Jemaat GMIT Kota Baru juga punya peran besar untuk memberi harapan dalam memandirikan diri sendiri maupun memandirikan orang lain. Inilah yang dibutuhkan dari keterpanggilan gereja masa kini. Dan gereja harus bisa berkontribusi untuk hal demikian. Kita punya alam yang sangat indah dengan berbagai kekayaan lokal yang dimiliki, kita punya laut yang luas dan kaya akan hasilnya. Nah untuk mengolahnya dibutuhkan ketersediaan SDM yang berkualitas. Saya sangat berterimakasih, jikalau Jemaat-jemaat GMIT termasuk GMIT Kota Baru yang ada di tengah kota ini, bisa benar-benar mengoptimalkan peran tersebut, ini sebagai bukti nyata bahwa gereja telah mendukung juga pembangunan berkelanjutan di NTT”, ungkap Gubernur VBL penuh semangat.
Mantan Ketua Fraksi Nasdem tersebut menambahkan bahwa
sebenarnya NTT ini adalah sebuah tempat indah yang penuh Susu dan Madu.
Kekayaan NTT sangat luar biasa, dan untuk bisa mengolah dan menikmati hasil
dari kekayaan NTT tersebut adalah dengan memiliki kekayaan pengetahuan.
“Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan agar para orang tua, bisa menyekolahkan anak-anaknya menjadi pintar dalam mengolah berbagai kekayaan alam yang dimiliki NTT, seperti memilih sekolah bagaimana mengolah lobster atau mengolah ikan dan lainnya dengan benar. Jangan cuma memikirkan anak-anak hanya untuk jadi dokter saja. Kita harus sadar bahwa NTT ini kaya, jangan biarkan orang lain yang nantinya datang dari luar untuk mengolah kekayaan alam tersebut, tapi haruslah putera-puteri NTT sendiri. Kalau anak-anak NTT sudah cerdas, maka kemiskinan itu perlahan dapat kita kurangi. Kita harus serius menyiapkan generasi NTT yang cerdas, yang nantinya bisa mensejahterakan daerah ini. Dan kunci untuk mencapai ini adalah hidup penuh kedispilinan”, kata Gubernur VBL.
Doktor Pariwisata Jebolan UKSW yang tergugah dengan liturgi ibadah, khususnya dalam pengakuan dosa yang mengatakan bahwa kita sebagai manusia telah berdosa, karena tidak mampu melihat visi Tuhan atas dunia ini, sehingga tidak melibatkan diri dalam karya yang Tuhan rencanakan bagi ciptaanNya, mengharapkan peran serta setiap Pendeta dan Jemaat GMIT Kota Baru untuk serius mengurus pendidikan dengan memberi ruang yang lebih bagi pendidikan itu sendiri. Dengan pendidikan kita mampu mengkonkritkan kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.
“Saya sungguh-sungguh merenung bagaimana kalau kita tidak mengerti tentang kasih. Karena itu saya selalu bertanya kepada pengikut Kristus, apakah kita benar-benar mengasihi Kristus? Berapa persen dalam hidup kita, kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama? Ini yang harus bisa kita konkritkan dengan penuh tanggung jawab. Setiap tugas kita harus menjadi mimbar pelayanan, dengan demikian kita juga telah mampu mengkonkritkan hal kasih tersebut. Kita mampu berbagi kasih, dengan demikian kita mampu melihat visi Allah dan mengambil peran dalam mengatualisasikan kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama melalui pelayanan yang mampu kita wujudkan dengan benar”, ungkap Gubernur VBL mengutip khotbah Pdt. Emeritus Salmon Agustinus Bees.
Putera Semau ini juga menambahkan bahwa visi Allah adalah Damai Sejahtera. Ini yang harus kita ketahui bersama dan harus mampu melihatnya, karena ada orang sejahtera tetapi tidak damai hidupnya. Sejahtera dan damai adalah dua sisi mata uang tidak bisa dipisahkan.
“Jemaat GMIT Kota Baru harus bisa menjadi insan yang kuat spritualnya, menjadi manusia yang kuat spritualnya, doa itu hanya merupakan input, karena sebenarnya manusia spiritual dimanapun dia berada, dia selalu memberi harapan bagi dirinya dan bagi orang lain. Jemaat ini juga harus memberi koloni atau pertumbuhan baru bagi dunia luar. Gereja di kota harus bisa berperan aktif dalam membangun masyarakat di desa.”, ungkap Gubernur VBL.
Politisi Partai Nasdem ini juga menyampaikan terkait dengan pembangunan gereja, gedung kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru yang sudah mulai dibangun harus memiliki nilai artistik yang indah dan didesain dengan kekayaan lokal yang dimiliki di NTT.
“Gedung gereja ini akan menjadi sangat indah apabila nanti dihiasi dengan Batu Potong Rote atau Batu Potong Putih Sumba, orang pasti terkagum melihat gedung ini saat melintasi di area ini. Gedung ini akan menjadi simbol etos kerja nilai budaya yang terinspirasi dari kemajuan berpikir yang peka terhadap alam dari NTT. Dampaknya gedung gereja ini kelak akan menjadi tempat wisata riligi baru di NTT”, jelas Gubernur VBL.
Menutup sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa manakala kita berhasil membangun gedung kebaktian ini dengan artistik, maka kita telah meninggalkan sejarah atau legacy bagi anak cucu kita di kemudian hari.
Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Gayus Polin memberi apresiasi kepada Jemaat GMIT Kota Baru, karena telah mampu bangkit dari badai seroja, ditandai dengan memulai pembangunan gedung yang baru, yang lebih representatif untuk beribadah.
“Saya berterima kasih karena seluruh jemaat dan panitia telah bekerja keras memulai pembangunan ini, tetapi yang penting juga adalah pembangunan iman dari jemaat. Pembangunan fisik gedung dan pembangunan iman untuk menyiapkan kualitas SDM jemaat harus bisa berjalan beriringan. Dengan berbagai kepelbagaian dalam jemaat. Mari kita terus memupuk komitmen sebagai satu persekutuan keluarga Allah untuk membangun gedung gereja dan membangun persekutuan hidup berjemaat”, ungkap Pendeta Gayus yang adalah Mantan Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah.
Pendeta Norman Nenohai selaku Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur dan semua tamu undangan dan seluruh jemaat, yang bersedia hadir dan membantu proses penyelesaian Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru, yang telah dimulai dan rencananya akan selesai pada Bulan Desember 2022 nanti.
“Dalam acara ini kami mohon agar Bapak Gubernur dan seluruh undangan dapat melakukan pengecoran tiang induk Rumah Allah Jemaat GMIT Kota Baru, dimana tiang penyanggah berjumlah 46 tiang, satu tiang bernilai 17 juta 500 ribu rupiah, dimana dari 46 tiang tersebut, yang telah diselesaikan pengecorannya oleh jemaat secara swadaya berjumlah 10 tiang, tinggal 36 tiang lainnya yang harus dicor dengan nilai nominalnya adalah 360 juta rupiah. Ini menjadi pergumulan bersama, untuk itu dalam kesempatan ini, kami Jemaat GMIT Kota Baru, sangat membutuhkan uluran tangan kasih bantuan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk mendukung keseluruhan proses pembangunan rumah ibadah ini”, kata Pendeta Norman yang pernah melayani di Jemaat GMIT Kefas Kampung Baru.
Dalam khotbah saat kebaktian Perayaan Syukur Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga di Jemaat GMIT Kota Baru, Pendeta Emeritus Salmon Agustinus Bees mengajak seluruh jemaat untuk bisa menjadi saksi Kristus di tengah tugas dan pelayanan setiap hari.
“Selama berkarya di dunia, Kristus telah menyampaikan kabar baik, kitapun saat ini sebagai penerima estafet pelayanan Kristus, harus bisa melanjutkan karya keselamatan bagi dunia ini. Keberhasilan pelayanan Tuhan Yesus di dunia, menjadi motivasi tersendiri bagi setiap orang untuk bisa setia melayani sesama dengan penuh tanggung jawab”, ungkap Pdt Bees yang pernah melayani di Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba.
Tampak hadir pada kesempatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi NTT : Bernadetha Usboko, Walikota Kota Kupang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang : Pdt. Jacky Adam, Kadis Perhubungan Provinsi NTT : Isyak Nuka, Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT : George Hadjoh, Perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Provinsi NTT, Staf Khusus Gubernur Bidang Pemerintahan dan Organisasi : David B. W. Pandie, Direktur Umum BPR TLM : Roberth Fanggidae, Komisaris Utama BPR Christa Jaya : Christ Liyanto, Samiaty Patty, Sejumlah Pendeta Eemeritus : Pdt. Emr. Jack Karmany, Pdt. Emr. A. M. Mbau Lidda, Pdt. Emr. Hilda Nalle – Karels, Pdt, Emr. Lussy Louk-Roemlaklak, Pdt. Emr. Lay Kani.
Kebaktian tersebut juga diwarnai dengan persembahan pujian dari Paduan Suara Jemaat GMIT Kota Baru, masing-masing : Glorya Voice, Jubilatio, dan Angel Voice.
Penulis : France A. Tiran
Juru Foto : Adrianus Hawu
Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
