Gubernur VBL : NTT Kaya, Tidak Miskin, Hanya kita Saja yang Belum Kerja Maksimal
Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Kupang, 7 Juni 2022
Demikian ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat menerima
Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Buraen Amarasi Selatan Klasis Amarasi Timur :
Pendeta Trovia A Niap-Ratu Edo, bersama Majelis Harian dan Panitia Pembangunan,
masing - masing : Pnt. Melkisedek Tnunay
selaku Sekretaris MJH, BP3J : Pnt. Tubel Thon, Ketua Panitia Pembangunan
: Penatua (Pnt.) Krislet Kanaf, Sekretaris
Panitia Pembangunan : Pnt. Felipus
Banunaek, Bendahara Panitia Pembangunan
: Pnt. Meti Nufninu, Para Tokoh Jemaat ,
masing-masing : Roby Tnunay, Metusalak Tnunay, Pace Thon dan Bernadus Buraen,
serta Para Pengelola PAUD Jemaat GMIT Betesda Buraen, yaitu : Pnt.Agustina Koroh dan Pnt. Yuliana Tnunay,
pada hari ini, Selasa, 07/06/2022 di Ruang Kerja Gubernur NTT.
“Kita sebenarnya kaya dengan berbagai sumber daya alam yang luar biasa dan melimpah, cuma kita saja yang belum mau bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh, untuk mengolah berbagai kekayaan di NTT, yang sebenarnya kalau kita rajin untuk mengelolanya akan sangat berdampak pada pencapaian kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Tuhan Allah kirim air tiap tahun, kita punya tanah yang sangat luas, tetapi kita tidak mau mengelolanya dengan baik. Kita harus bangun ekosistem yang baik. Tiap-tiap orang harus terlibat aktif dalam pembangunan. Kerja dengan militansi lapangan yang hebat”, urai Gubernur Viktor.
Orang Nomor Satu NTT ini mengatakan bahwa kita harus punya kolaborasi yang kuat, gereja harus menyatu dengan pemerintah, begitupun sebaliknya.
“Gereja dan jemaatnya, tetap membangun kemitraan yang harmonis dengan pemerintah, agar bisa mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini. Kita akui bahwa Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tanpa adanya kerjasama dengan semua komponen masyarakat, termasuk Jemaat GMIT Betesda Buraen”, ungkap Guberbur Viktor.
Selanjutnya Putera Semau ini mengingatkan bahwa kita semua dituntut harus bekerja keras, untuk bisa mewujudkan misi Allah di dunia. Kerja untuk menghasilkan hal baik, sebagai manifestasi untuk mendekatkan kerajaan sorga di dunia ini.
“Yesus sendiri saja menegaskan bahwa yang menjadi Orang Tua dan saudaraNya adalah setiap orang yang bekerja melaksanakan kehendak BapaNya di Sorga. Itu berarti bahwa kita semua harus bekerja keras bangun NTT menjadi lebih baik, bangun keluarga, bangun orang lain. Kita kan pengikut Kristus, harusnya kita juga bisa bekerja mengikuti pikiran hebat Yesus. Saya tantang kita semua sebagai pengikut Yesus, apakah kita bisa melakukannya untuk Yesus dan daerah ini ataukah tidak ? “, seru Gubernur VBL
Doktor Pariwisata Jebolan UKSW Salatiga ini mengatakan bahwa masyarakat Pulau Timor ini harus bisa berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Pulau Timor itu sendiri. Masyarakat yang hidup di Pulau Timorpun harus kerja keras dengan pikiran yang cerdas, melalui cara-cara kerja yang luar biasa.
“Kita kerja sebagai pemimpin baru bisa bangga, apabila kita telah bekerja sungguh-sungguh dan punya prestasi, prestasinya adalah masyarakat yang kita pimpin sejahtera. Nah sebagai pemimpin harus punya dedikasi dan komitmen demikian. Itu berarti kita layak dikatakan sebagai pengikut Kristus karena kita mampu mendekatkan sorga bagi orang banyak. Sorga itu bukan tunggu saat kita tidak ada lagi di bumi, tetapi sorga itu kita bisa dapati manakala kita bekerja sungguh-sungguh, untuk mewujudkan kesejahteraan dan sukacita bagi orang lain. Kita memberi solusi bagi orang yang mengalami kesusahan, disitulah sorga kita dapati”, kata Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini.
Gubernur VBL mengingatkan lagi bahwa sebenarnya program kerja tanam-tanam, seperti TJPS itu sebenarnya bukan program Gubernur tetapi itu adalah program kerja Yesus.
“Yesus berkata bahwa kalau kamu melakukan kepada salah satu dari saudaraku yang paling hina, maka kamu telah melakukannnya untuk Aku. Siapakah orang hina itu? Orang yang lapar, haus, telanjang, terpenjara, sakit, terpenjara. Fakta itu masih sangat banyak kita temui di depan mata kita, termasuk masih banyak kita jumpai di tanah Timor ini. Program “Lapar Haus” dari Yesus adalah : Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Jika kita sudah melaksanakan program dari Yesus itu, maka kita sudah menyelamatkan orang yang paling hina, seperti yang sudah disebutkan tadi, sesuai dengan ajaran Yesus. Kita menyelamatkan orang yang terpenjara pengetahuan, terpenjara infrastruktur, dan terpenjara teknologi, menyelamatkan orang asing karena status sosial, kita bisa selamatkan mereka melalui program kerja dari Tuhan Yesus tersebut, disitulah kita telah memberi kesejahteraan bagi banyak orang, disitulah kita telah mewujudkan kerajaan sorga bagi banyak orang”, jelas Gubernur Viktor penuh semangat.
Gubernur VBL juga menambahkan bahwa jika kita bicara tentang injil tanpa propaganda pembangunan yang konkrit, itu juga tidak memberi dampak bagi kesejahteraan orang banyak.
Pada bagian lain, Ketua Majelis Jemaat GMIT Betesda Buraen Klasis Amarasi Timur, Pendet Trovia A. Niap-Ratu Edo, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, VBL, karena telah menjawab permohonan audiens sesuai surat Jemaat GMIT Betesda Buraen Nomor 12/V/A/GMIT/2022 tanggal 23 Mei 2022 lalu.
“Keinginan Jemaat GMIT Betesda Buraen adalah Bapak Gubernur berkenan hadir dalam Kebaktian Syukur Pentakosta yang pada tahun ini disatukan dengan Syukur Panen Jemaat Betesda. Keinginan ini didasari dengan rasa syukur karena keberhasilan Jemaat Betesda Buraen dalam melaksanakan Program Pemerintah Propinsi NTT, yaitu Tanam Jagung Panen Sapi secara Mandiri. Kami juga ingin mendapatkan banyak masukan dari Bapak Gubernur, berkaitan dengan pergumulan kehidupan dan pelayanan jemaat Betesda Buraen diantaranya, menyangkut kesiapan Jemaat Betesda Buraen untuk kelanjutan melaksanakan Program Tanam jagung Panen Sapi dengan kesiapan lahan seluas 70 Hektar”, ungkap Pendeta Ratu Edo yang telah melayani di Jemaat GMIT Betesda Buraen selama 3 tahun .
Pendeta berdarah Sabu kelahiran Tanjung Priok DKI Jakarta ini juga mengatakan bahwa Jemaat GMIT Betesda Buraen telah berkolaborasi dengan pemerintah Kecamatan Amarasi Selatan, untuk melaksanakan program pertanian di jemaat setempat.
“Kedepan kami juga akan mengembangkan lembaga pendidikan TK Ruan Rete, menjadi Lembaga Pendidikan Anak bentukan Jemaat GMIT Betesda Buraen”, ungkap Pendeta Ratu Edo yang adalah isteri dari Pendeta Yapi Niap, Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur.
Mendengar apa yang disampaikan oleh Pendeta Trovia, Gubernur VBL bersedia mengikuti kebaktian Syukur Panen Jemaat GMIT Betesda Buraen pada bulan November 2022 mendatang, dan bersedia mendukung pengembangan pendidikan TK Ruan Rete yang ada di jemaat tersebut.
Penulis : France A. Tiran;
Juru Foto : Robertus Djehatu.
Demikian siaran pers ini dibuat dan untuk dipublikasikan.
