Blog Single
Kegiatan Gubernur - Umum

Salut kepada Tim PESPARAWI NTT, Gubernur VBL Ajak LPPD Ikut Peduli Terhadap Ancaman Krisis Pangan

Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan  Setda Provinsi NTT

Kupang, 14 Juli 2022

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi tinggi dan berterima kasih kepada kontingen NTT, yang telah mengukir prestasi membanggakan dan mengharumkan nama NTT, dengan menyabet sebelas medali emas dan satu medali perak pada Ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional ke-13 lalu, di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur VBL saat menerima Ketua Umum Lembaga Pengembangan Paduan Suara Daerah (LPPD) Provinsi NTT : Ir. Esthon L. Foenay, M. Si, bersama Sekretaris Majelis Sinode Harian GMIT : Pdt. Jusuf Nakmofa, M. Th, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT diwakili oleh Kepala Bidang Bimas Kristen : Yakobis Oktavianus, S. Sos, MM, Sekretaris LPPD Provinsi NTT : Drs. Yorhans S. Lopis, M. Si, bersama jajaran pengurus LPPD Provinsi NTT masing-masing: Pdt. Danny Pattinaja, Relin Yosi Huka, Yohanis Lani, Jeni Saefatu, Dina Lake, Relin Huka, Kiki Lulan, Abraham Satiagraha, Hijayas Mode, Stenli Boimau, dan Max Bolla, pada hari ini, Kamis, 14 Juli 2022 di Ruang Kerja Gubernur NTT.

“Sebagai pemimpin di daerah ini, atas nama masyarakat dan Jajaran Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kami semua, atas perjuangan dari anak-anak kita, dan semua yang telah terlibat sebagai kontingen PESPARAWI NTT, yang telah berlaga menunjukkan semua kebolehan dalam bernyanyi memuji Tuhan, serta mengukir prestasi terbaik, pada ajang bergengsi PESPARAWI Nasional sejak tanggal 19 s.d. 26 Juni 2022. Semua prestasi ini dibuat sebagai bentuk kecintaan serta bhakti bagi masyarakat dan daerah ini”, ungkap Gubernur VBL penuh sukacita mengawali pertemuan tersebut.

Putera Semau ini juga mengutarakan rasa syukurnya kepada Tuhan serta berterima kasih juga kepada senior sekaligus orang tua, Bapa Esthon Foenay, yang masih setia mengabdi bagi masyarakat dan daerah Flobamorata tercinta.

“Prestasi membanggakan dan mengharumkan nama NTT ini, tentunya tidak terlepas juga dari perjuangan dan sumbangsih mulia dari seluruh jajaran pengurus LPPD Provinsi NTT, dibawah kepemimpinan Bapak Esthon Foenay. Saya menaruh hormat, karena sebagai seorang sesepuh tetapi juga sebagai seorang senior, Bapak Esthon Foenay, masih terus mendedikasikan dirinya untuk turut membangun dan memajukan provinsi ini. Apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Esthon dan tim kerjanya yang luar biasa, akan menjadi legacy terbaik bagi seluruh masyarakat, sekaligus memberi spirit untuk kita terus  bekerjasama memberi perhatian yang sungguh-sungguh bagi pengembangan paduan suara gerejawi di NTT, khususnya dalam mengembangkan bakat dan talenta seni bernyanyi, sehingga dapat berprestasi membanggakan untuk daerah ini”, kata Gubernur VBL penuh gembira didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi NTT, Bernadetha Usboko.

Selanjutnya Politisi Partai Nasdem ini juga mengajak seluruh jajaran LPPD Provinsi NTT, agar dengan prestasi yang telah diraih harus menjadi motifasi untuk ikut terlibat dalam pembangunan NTT, khususnya perhatian dan keterlibatan aktif didalam menyikapi fenomena ancaman krisis pangan yang mungkin bisa saja terjadi di masa yang akan datang.

“Saya juga memohon maaf karena tidak bisa hadir dan menyaksikan langsung penampilan kontingen dari 12 kategori Paduan Suara yang dilombakan di PESPARAWI Nasional, namun saya mengikuti perkembangan latihan bahkan tampilan dari anak-anak kita, melalui lopran dan komunikasi dengsan Bapak Esthon. Jujur, Saya dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT, sementara larut dan terbenam dalam perhatian dan langkah-langkah untuk mendorong ketahanan pangan masyarakat kita saat ini. Situasi dunia saat ini, kalau kita tidak melakukan langkah antisipatif dengan cepat soal pangan, maka dipastikan kita bisa kembali ke situasi seperti di tahun 1965 lalu. Dan ini berat kalau kita semua serba acuh tak acuh, kita kurang cermat terhadap dinamika perkembangan soal pangan, yang tentunya kita sadari dampak dari masih bergojaknya perang antara Rusia dan Ukraina”, ujar Gubernur VBL.

Orang Nomor Satu di NTT ini juga mengatakan bahwa sampai sekarang sudah 62 negara di dunia telah gagal mengatasi ketahanan pangan.

“Jika di tahun 1998 krisis ekonomi, namun sekarang fokus kita bahwa masyarakat dunia mengalami keprihatinan menuju ke krisis pangan dunia. Dan ini harus disikapi dengan cepat. Kita semua gtermasuk gereja fokuskan kita pada pangan. Dan ini butuh proaktif keterlibatan semua pihak. Kita bersyukur bahwa sampai saat ini kondisi Indonesia masih relative cukup baik. Meskipun kita mengalami surplus pangan, tapi kita tidak boleh ekspor. Kita harus banyak menyimpan untuk mengantisispasi situasi paceklik yang sesewaktu pasti akan kita hadapi. Sampai akhirnya saya meyakini kisah Alkitab bahwa ternyata apa yang dulu Jusuf lakukan di Mesir, sekarang sadar atau tidak sadar Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi, kita tengah mempraktikan apa yang dilakukan oleh Jusuf tempo dulu. Dan kita bersyukur bahwa aopa yang diperintahkan oleh Presiden Jokowi merupakan sebuah langkah bijak untuk memproteksi kita dari ancaman krisis pangan ini. Oleh sebab itu, saya memintya keterlibatan aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk jajaran pengurus LPPD Provinsi NTT maupun Pengurus LPPD Kabupaten/Kota di NTT, kita bersama-sama harus juga memanfaatkan pekarangan rumah kita masing-masing untuk menanam tanaman produktif sepert ubi, pepaya termasuk kelor”, jelas Mantan Anggota DPR RI ini.

Mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini juga menyampaikan penuh semangat dan terus menghimbau gerakan ini harus mendapat dukungan penuh dan dilakukan secara masif dari seluruh masyarakat luas, sehingga apabila memasuki musim kelaparan seluruh masyarakat sudah ada persiapan yang matang.

“Saya sangat memohon dukungan kita semua, termasuk pihak gereja, kebetulan hadir juga Sekretaris Majelis Sinode Harian GMIT, Pak Pendeta Yusuf Nakmofa, tolong beri pencerahan juga kepada seluruh warga GMIT, untuk bisa aktif membantu pemerintah. Kesadaran kita semua sangat dibutuhkan. Memang kita tidak berharap situasi buruk terjadi, tetapi paling tidak kalau kondisi paceklik nanti kita alami, kita semua sudah benar-benar menyiapkan diri dan bekal kita dengan baik, dan lebih dari itu kita mampu mandiri dan bertahan hidup walaupun dalam keadaan yang sesulit apapun”, pinta Gubernur VBL serius.

Doktor di bidang Pariwisata ini juga menyampaikan bahwa semua pemimpin dan seluruh masyarakat harus aware dan serius dalam menyikapi situasi saat ini. “Dengan APBD yang sangat terbatas, kita harus bisa berkreasi dengan membangun ekosistem kemitraan dengan lembaga–lembaga industri keuangan seperti perbankan dan lain-lain. Saya juga masih terus mendorong untuk bisa mendapat bantuan dari pihak perbankan untuk mendukung pembangunan di daerahnya masing-masing. Termasuk gereja-gereja juga harus bisa menempuh langkah ini, Jangan takut untuk meminjam karena yang kita lakukan adalah untuk bagaimana mewujudkan kesejahteraan. Kita terus dorong masyarakat untuk kerja keras. Gereja harus bisa lakukan propaganda soal ini kepada jemaat-jemaatnya. Contoh nyata sekarang kita bisa lihat di SBD di daerah Kodi, TJPS sudah berjalan sangat baik dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, dimana masyarakat setempat berhasil melakukan panen jagung dua kali dalam setahun”, jelas Gubernur VBL.  

Pada bagian lain, Esthon L. Foenay, Ketua Umum LPPD Provinsi NTT tiga periode berturut-turut, merasa bersyukur karena hari ini bersama jajaran pengurus LPPD Provinsi NTT dan Perwakilan Pelatih Paduan Suara yang tergabung dalam tim Pesprawai NTT, dapat bertemu langsung dan melaporkan seluruh hasil yang telah dicapai oleh seluruh paduan suara dan tim musik yang telah berlaga di Jogjakarta.

“Puji Tuhan kontingen NTT tampil memukau dengan luar biasa, selain kualitas suara dalam bernyanyi tapi juga tampilan kostum bernuansa etnik NTT yang eksotik. Dan ini mendapat perhatian tersendiri dari penonton yang menyaksikan secara luring maupun daring, tetapi juga memancing perhatian dari para juri. Tampilan kontingen NTT mengedepankan seni tradisi yang ada di NTT, dimana lebih banyak didominasi oleh tenun ikat NTT. Dan ini menjadi cara yang paling cocok untuk meraih simpatik. Selain bobot dan kualitas suara yang dinilai, penampilan setiap peserta juga dinilai dari seni tradisi yang dibawa dari setiap daerah. Tenun NTT yang paling mendapat perhatian hampir sebagain besar penonton di Jogjakarta, bahkan dari seluruh Indoensia. Tampilan ini sangat mengangkat harga diri dan martabat dari seluruh masyarakat NTT, dimana kami percaya selalu mendukung kontingen NTT melalui doa, agar berhasil mencapai prestasi terbaik dalam PESPARAWI Nasional kali ini”, ujar Esthon yang juga adalah Wakil Gubernur NTT Masa Bhakti 2008 – 2013.

Esthon Foenay yang juga adalah Mantan Ketua Harian KONI NTT sangat berterima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur dan Jajaran Pemerintah Provinsi NTT dan Walikota Kupang dan Para Bupati se NTT, atas kepedulian, semangat, motifasi dan bantuan yang sangat luar biasa dalam rangka mendukung kesuksesan dari kontingan NTT di PESPARAWI Nasional kali ini. 

“Penampilan NTT kali ini sangat spektakuler. Saya sangat berterima kasih kepada Jajaran Pemerintah Provinsi NTT dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT, karena telah memberikan perhatian dan dukungan anggaran yang begitu luar biasa, melalui APBD Provinsi NTT sebesar 1 miliar. Bahkan juga dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten/Kota yang juga telah mengirimkan putera-puteri terbaiknya, melalui dukungan APBD Kabupaten/Kota, serta terima kasih juga atas dukungan anggaran dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT. Anggaran dalam jumlah yang sangat besar tersebut telah digunakan dengan baik, untuk pengembangan prestasi paduan suara di NTT, khususnya dalam mengikuti ajang Pesparawi Nasional XIII di Jogjakarta, dan telah memberikan hasil yang memuaskan kita semua”, ujar Esthon yang telah menjabat sebagai Ketua LPPD sejak tahun 2000.   

Ketua Umum Pengda PERKEMI NTT ini juga menyampaikan bahwa sisa anggaran yang ada nanti, akan digunakan untuk penyelenggaraan Musda LPPD Provinsi NTT minggu depan, dimana salah satu agendanya adalah untuk memilih kepengurusan LPPD Provinsi NTT yang baru untuk empat tahun mendatang.

“Kami dari Pengurus LPPD Provinsi NTT juga akan mendukung pelaksanaan PESPARANI Nasional di NTT pada bulan Oktober 2022 mendatang, yaitu beberapa Paduan Suara yang telah berprestasi di ajang PESPARAWI Nasional akan mengisi pujian pada acara pembukaan nanti”, ujar Esthon yang juga adalah Mantan Kepala Bappeda Provinsi NTT. 

Sementara Sekretaris LPPD Provinsi NTT, Yorhans Lopis yang biasa disapa Yos, pada saat tersebut juga menyampaikan laporan hasil lomba yang diraih oleh kontingen PESPARAWI Nasional NTT, seraya berterima kasih kepada jajaran pemerintah dan semua pihak bahkan seluruh pelatih yang telah berjerih lelah dalam berjuang, sehingga kontingen NTT berhasil membawa pulang hasil yang sangat memuaskan bagi masyarakat dan Provinsi NTT tercinta.

“Dalam rangka pemerataan pembinaan di semua Kabupatan/Kota dan meringankan biaya, maka kebijakan yang ditempuh oleh Bapak Esthon sebagai Ketua Umum LPPD NTT bersama pengurus telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk membagi kategori lomba bagi beberapa Daerah Mayoritas Kristen, antara lain : 1). PS. Dewasa Campuran diwakili oleh Kota Kupang (Meraih Medali Emas), 2). PS. Etnik diwakili oleh Kota Kupang (Meraih Medali Emas), 3). PS. Pemuda Remaja diwakili oleh Kabupaten TTS (Meraih Medali Emas),  4). PS Wanita diwakili oleh Kabupaten Alor (Meraih Medali Emas), 5). PS Pria diwakili oleh Kabupaten Kupang (Meraih Medali Emas), 6). PS Anak diwakili oleh Kabupaten Sumba Barat (Meraih Medali Emas), 7). Vocal Group diwakili oleh Kabupaten SBD (Meraih Medali Perak), 8). Solo Remaja Putera oleh Kabupaten Sarai (Meraih Medali Emas), 9). Solo Remaja Pemuda Puteri oleh Kabupaten Sumba Tengah (Meraih Medali Emas), 10). Solo Anak 7-9 Tahun oleh Kabupaten Sumba Timur (Meraih Medali Emas), 11). Solo Anak 10 – 15 Thn diwakili oleh Kabupaten Sumba Timur (Meraih Medali Emas), dan 12). Musik Pop Gerejawi diwakili oleh Kota Kupang (Meraih Medali Emas” jelas Yos yang juga adalah Kepala Biro Adminsitrasi Umum dan Adminsitrasi Akademik, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. 

Yos juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan seluruh pelatih yang telah bekerja keras sehingga putera-puteri terbaik NTT bisa mengharumkan nama NTT di ajang PESPARAWI Nasional Jogja kali ini.

“Keberhasilan ini juga berkat tangan dingin para Pelatih yang adalah Dosen dari Fakultas Seni Institut Agama Kristen Negeri Kupang”, pungkas Yos yang juga pernah menjadi Kabid Bimas Kristen Kanwil Agama Provinsi NTT.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Para Pejabat Fungsional dari Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, masing-masing : Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Kesra : Maria A. Corohama dan Analis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Substansi Bina Mental Spiritual : Maria Rosalinda Naiktas.

Demikian Siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan.

Penulis                  : France A. Tiran;

Juru Foto             : Robertus Djehatu

Anda Suka Berita Ini ?