Kunker Hari Kedua di Kabupaten Belu, Gubernur VBL Lakukam Penanaman Jagung Hibrida Program TJPS
Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Kamis, 11 Agustus 2022
Mengawali kunjungan kerja hari kedua di Kabupaten Belu,
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengunjungi Desa Makir dan Desa
Lamaksenulu Kecamatan Lamaknen tepatnya di Gereja Stasi St. Maria Tahun. Beliau
diterima secara adat oleh tetua adat dan tokoh masyarakat Desa
Makir-Lamaksenulu dan dinobatkan sebagai nai adat Makir, Raja Sentimor dimana
masyarakat menempatkan beliau sebagai tokoh yang dihormati oleh seluruh
masyarakat Makir-Lamaksenulu.
Kegiatan dilanjutkan dengan tatap muka Gubernur bersama tokoh adat dan masyarakat Desa Makir - Lamaksenulu. Dalam kesempatan tersebut kepala desa Makir-Lamaksenulu menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Pemerintah provinsi NTT yaitu Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dengan menyediakan total lahan potensial seluas 903 Ha. Berdasarkan laporan masyarakat setempat, hingga saat ini lahan tanam yang telah diolah seluas 879 Ha pada musim tanam pertama dengan hasil komoditas seluruhnya padi. Masuk musim tanam kedua terjadi pada awal musim kemarau terdapat lahan yang menganggur seluas 78 Ha. Kendala yang dialami petani di Pulau Timor adalah ketersedian air mengingat tingkat curah hujan yg rendah. Musim tanam di Kabupaten Belu dilaksanakan dengan mengandalkan aliran sungai pada musim penghujan. Kebutuhan alat berat untuk mengatasi penumpukan sedimen tanah pada saluran irigasi serta Alsintan untuk pengolahan lahan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga kendala kebutuhan air dan irigasi dapat teratasi.
Menjawab kebutuhan masyarakat tersebut Bupati Belu dr. Agustinus Taolin menegaskan bahwa telah menyiapkan alat berat untuk membantu petani mengolah lahan dan memperbaiki irigasi. Sejalan dengan pernyataan Bupati Belu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky F. Koli, S.TP siap mendukung dan mendampingi masyarakat desa Makir-Lamaksenulu guna mensukseskan program TJPS pemerintah Provinsi NTT. Perlu diketahui program TJPS ini bertujuan untuk meningkatkan produksi hasil pangan dan mengoptimalkan sumberdaya alam yang ada.
Sementara itu, Gubernur VBL menegaskan bahwa Program TJPS ini memberikan edukasi dan contoh kepada masyarakat sehingga mampu berfikir maju dan bekerja keras untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik. "Perlunya kerja sama menyeluruh dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah provinsi demi keberhasilan progam tersebut," ujar Gubernur.
“Pemerintah melalui dinas terkait memberikan alternatif tanaman pangan yang dapat ditanam saat musim kemarau seperti jagung, kacang hijau dan sorgum. Sorgum merupakan terobosan baru dibidang pangan untuk bisa mensubtitusi gandumyang mulai langka saat ini", tambah Gubernur.
Pada kesempatan yang sama diserahkan secara simbolis bantuan BPJS ketenagakerjaan kepada ahli waris bagi masayarakat yg mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan bukti kepedulian Pemerintah kepada masyarakat yang masih produktif untuk terus bekerja dan berkarya serta mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masih dapat memberikan sesuatu yang berharga bagi keluarga.
Kegiatan tatap muka Gubernur NTT dan masyarakat Makir-Lamaksenulu diakhiri dengan persembahan alat musik bambu tradisional oleh anak-anak usia sekolah di desa Makir-Lamaksenulu. Hal ini menunjukkan bahwa kesenian daerah wajib dikenalkan sejak usia dini sehingga generasi muda dapat mempertahankan nilai budaya dan kesenian daerahnya masing-masing.
Selanjutnya Gubernur NTT bertolak ke area lahan penanaman jagung untuk melaksanakan penanaman jagung hibrida program TJPS secara simbolis pada musim tanam II. Selain itu, beliau juga berdialog dengan petani dan anggota PPL tentang luas lahan tanam dan komoditi yang ditanam oleh masyarakat setempat. Melihat potensi yang dimiliki daerah secara langsung Gubernur VBL berharap masyarakat dapat mengoptimalkan sumber daya alam tersebut sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan berimplikasi pada menurunnya tingkat kemiskinan.
Rapat Kerja Gubernur Bersama Kepala Desa se-Kabupaten Belu
Rangkaian kunjungan Gubernur NTT ke Kabupaten Belu diakhiri dengan pelaksanaan Rapat Kerja bersama kepala desa se-Kabaputen Belu yang bertempat di Aula Dominikus Emaus Kecamatan Nenuk. Rapat Kerja tersebut diawali dengan Pernyataan bersama seluruh kepala desa Se-Kabupaten Belu berupa: “Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang berkenan memberikan perhatian dan cinta terhadap masyarakat perbatasan di Kabupaten Belu diantaranya dengan membangun PLBN Motaain dan berbagai infrastuktur terutama Sabuk Merah Perbatasan serta menyatakan dukungan kepada Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia 3 Periode”.
Dalam Kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan, “Kita patut bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan kita kesempatan menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya baik, dibawah Pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo, kita punya pertumbuhan masih di 5 % dan itu sangat baik dibanding dengan negara-negara lain, inflasi kita itu lebih baik 5% dibandingkan dengan negara-negara lain yang lebih baik diatas kita hanya China dan Jepang, hal ini menunjukkan bahwa kita negara besar yang punya kekuatan ekonomi yang stabil," kata Gubernur.
“Kita perlu konsolidasi dalam rangka mempersiapkan diri, sehingga tahun depan itu kita mampu melakukan konsolidasi program-program kita secara sinergis, terarah, terpadu dalam kolaborasi kerja pemerintah yang baik”, jelas Gubernur VBL.
"Oleh Karena itu program-program prioritas dapat disinergikan dengan baik, seperti program pengentasan kemiskinan dan stunting di desa itu harus juga selaras dengan kabupaten dan provinsi. “Pekerjaan yang dilakukan sendiri-sendiri itu tidak akan produktif dan tidak menghasilkan apapun, manusia yang kerja sendiri-sendiri itu manusia yang paling bodoh di dunia. Ciri khas pemimpin dan kelompok hebat itu adalah kerja kolaborasi bersama dengan cita-cita besar, langkah-langkah hebat, serta punya tekad kuat, dengan didukung dengan keberanian, kepedulian dan kecerdasan," ungkap Gubernur.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya membangun SDM dan pola pikir untuk mendukung pembangunan dan menghasilkan kesejahteraan. "Mindset itu nomor satu, mengubah pola pikirnya itu yang paling utama, itulah pekerjaan bagi kita semua," sambung Gubernur VBL
"Pulau Timor harus ada perubahan hebat untuk kemajuan masyarakatnya. Asalkan kita satu tekad dan dalam kesatuan gerak mulai dari gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala dinas dan masyarakat serta didukung juga dari gereja," Tutupnya
Tampak hadir dalam rapat kerja tersebut, Bupati Belu, Ketua DPRD Kab. Belu, unsur Forkompimda, staf khusus dan Staf Ahli Gubernur Nusa Tenggara Timur, para Pimpinan OPD Provinsi NTT, Sekretaris Daerah Kab. Belu beserta Para Asisten, para Pimpinan OPD Kabupaten Belu, serta seluruh kepala desa se Kab. Belu
Menutup rangkaian kunjungan kerja Gubernur NTT ke Kabupaten sedaratan Timur, Gubernur VBL mengunjungi dan menandatangani prasasti GMIT Jemaat Sonbunbun Oenai Kecamatan Kie Kabupaten TTS.
Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
Video selengkapnya dapat disaksikan dalam channel youtube : Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT
Penulis : Fifi Mahareni & Helena Djabur
Foto : Yonam Fina
Video : Adi Hau
