Lemhanas Harus Bisa Hasilkan Kajian Untuk Mendukung Konservasi TNK
Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Kupang, 22 Agustus 2022
“Dari tahun ke tahun, terkait konservasi Taman Nasional Komodo, NTT tidak pernah diberikan manfaat. Melalui hasil riset telah menunjukan bahwa, tidak ada konservasi yang bisa bertahan baik, dimana minimal ada 4 aspek pendukung pengelolaan konservasi sehingga dapat berhasil, yaitu : masyarakat, ekonominya yang harus baik, pemerintah harus ikut intervensi dengan baik, serta lingkungannya pun harus tetap terjaga. Namun, keempat komponen tersebut tidak berjalan dengan optimal dalam proses konservasi di Taman Nasional Komodo selama ini. Dari aspek pemerintahan, dimana Pemerintah Provinsi NTT, yang tidak mempunyai kewenangan dalam proses konservasi Taman Nasional Komodo, lalu aspek ekonomi yang tidak berjalan dengan baik, dimana lambatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya, padahal begitu banyak masyarakat yang berdomisili di kawasan pariwisata yang sangat indah tersebut. Untuk itu, saya berharap Lemhanas sebagai lembaga yang mempunyai kemampuan riset terbaik, agar mampu melakukan tindakan yang tepat melalui berbagai aspek pemikirannya, dapat melakukan kajian, sehingga dunia mengakui hasil kajian tersebut, dan ini menjadi solusi yang bijak, untuk kemajuan pariwisata di NTT”.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Gubernur NTT : Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Adreanus Nae Soi (JNS) bersama Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) : Andi Widjajanto, Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas RI : Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M. P, Kepala Biro Umum Settama Lemhanas RI : Brijend Pol. Agus Sadono, M. Hum, Tenaga Ahli Pengajar Bidang Geopol dan Wasantara Lemhannas RI : Rachmat Hartoyo, S.Sos., M.M., CHRMP, Tenaga Profesional Bidang Sosbud Lemhanas RI : Dr. Dadang Solihin, SE, MA, Tenaga Ahli Pengkaji Madya Bidang Strategi Lemhanas RI : Marsda TNI (Purn) Bambang Samodra, S.Sos., M.M., Kabag Keuangan Roum Settama Lemhanas RI : Kolonel Cku Fajar Wibowo Supri Haryanto,M.Sc., Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Ditmatlaitadik Debiddikpimkatnas Lemhannas RI : Supadi, S.H., M.H., dan Saiful Amri, S. Pd selaku Analis Pendidikan Seksi Laksdukyantadik Subdit Dukyantadik Ditbintadik Debiddikpimkatnas Lemhannas RI, pada hari ini, Senin, 22/08/2022, bertempat di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.
Pertemuan tersebut dalam rangka mendengar Paparan Gubernur NTT tentang Prgram-program Unggulan NTT , disampaikan kepada seluruh Peserta Peserta Studi Lapangan Isu Strategis Nasional (SLISN) Program Pendidikan Reguler (PPRA) Angkatan LXIV (64), yang melakukan studinya di NTT di Kota KUpang dan Kabupaten Belu sejak tanggal 21 s.d. 23 Agustus 2022.
Adapun 25 orang Peserta Studi Lapangan Isu Strategis Nasional (SLISN) Program Pendidikan Reguler (PPRA) Angkatan LXIV (64) yang melakukan studinya di NTT, masing-masing : Kolonel Penerbang Muhammad Taufiq Arasj, S. Sos (Asops Kaskoopsud II selaku Ketua Kelompok, Dr. Ir. Heru Dewanto, ST, M. Sc (Eng), IPU, ACPE (Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia selaku Wakil Ketua Kelompok Peserta, Kombes Pol. Wawan Setiawan, SH., SIK, MM (Anjak Polair Baharkam Polri) selaku Sekretaris Kelompom Peserta, dengan para anggota : Prof. Dr. Ade Maman Suherman, SH, M. Sc ( Guru Besar Fak. Hukum Universitas Jenderal Soedirman Kemendikbud RI, Kolonel Inf. Agus Muchlis Latif, S. IP, MM (Paban I/Ren Spersad), Kolonel Marinir Ali Bahar Saragih, SE, MM (Kasubdis Dukopslat Disopslatal Mabesal), Anton Setiyawan (Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber dan Sandi, BSSN RI), Kolonel Inf. Ayi Lesmana, SE (Paban III/Binteman Spersad), Christyanto Noviantoro, S.H., (Sandiman Madya pada Direktorat Strategi Keamanan Siber dan Sandi), Kombes Pol Doni Sabardi Halomoan Damanik, S,I.K., M.H (Kasubdit Pamwaster Dit Pam Obvit Korsabhara Baharkam Polri), Kolonel Inf. Dwi Lagan Safrudin (Danrem 071/WK Dam IV)/Dip), Elisa Luhulima, S.H., L.LM (PR) (Kepala Keasistenan Utama VI Kesehatan, Kepegawaian, Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial, Ombudsman RI), Evans Steven Liow, S.Sos, M.M (Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah Pemprov Sulawesi Utara), Hendra Yusran Siry, S.Pi., M.Sc., Ph.D (Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kemen Kelautan & Perikanan RI), Dr. Ibrahim Paneo, S.Kep., M.Kes. (Kepala BNNK Boalemo), Kolonel Laut (P) Isswarto, M.Tr.Opsla (Paban III/Lat Sopsal), Kolonel Inf Musa David M. Hasibuan, S.IP., M.AB (Dankelas Korsis Sesko TNI), Dra. Mathilda Agnes Maria Wowor, M.Si. (Ketua Umum Alumni Katolik Universitas Indonesia Keuskupan Agung Jakarta), Kombes Pol. Mohamad Yudha Setyabudi, S.H., S.I.K., M.H. (Anjak Madya Dittipidum Bareskrim), Muhdi, S.E., S.I.P., M.I.S, Ph.D. (Kepala Kantor Wilayah DJPB Provinsi Kalimantan Timur Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kemenkeu RI), Nuim Mubaraq, S.E., M.K.M. (Asisten Deputi Bidang Database Peserta), Kolonel Sus Rachmat Mestika (Paban Utama A-1 Dit A Bais TNI), Dr. Ir. Rory Cony Huwae, M.M (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jayapura Pemprov Papua), Kolonel Laut (E) Susilo Raharjo, S.T. (Kadiskomlek Koarmada I), dan Kolonel Inf. Zainul Bahar, S.H., M.Si (Wadanmensis Secapaad).
“Kita sudah memikirkan sebuah strategi pembangunan ekonomi di NTT dengan mendorong pariwisata di NTT sebagai Prime-Mover (motor penggerak utama) ekonomi. Banyak persepsi mengatakan bahwa pariwisata hanya sebagai atraksi alam saja atau budaya dan sejenisnya, namun untuk memahami atau mengerti apa itu pariwisata tidak mudah, karena ini merupakan sebuah ilmu baru yang harus lebih didalami oleh masyarakat kita sendiri. Masyarakat tidak cukup sampai ditahap mengerti apa itu pariwisata saja, tetapi masyarakat dan pemerintah juga harus mempunyai awareness (kesadaran) sebagai bentuk keterlibatan dalam program pembangunan ekonomi pariwisata sebagai Prime-Mover ekonomi di NTT”, urai Doktor Pariwisata Jebolan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
Lanjut Gubernur Laiskodat, dalam strategi pembangunan ekonomi (prime-mover) masyarakat dan pemerintah perlu memahami konsep “5 A ESSENTIALS” yaitu : Awareness, Amenitas, Atraksi, Akomodasi, Aksesibitas.
“Untuk menghidupkan rantai pasokan pangan (supply chains) melalui strategi-strategi kolaborasi, salah satunya ditempuh dengan “PROGRAM TANAM JAGUNG PANEN SAPI”. Lewat program ini kita mendorong agar sektor pertanian berkembang dengan tanaman jagung, dan sektor peternakan juga ikut menyiapkan limbah pertanian, yang dapat dikelola dengan baik, sehingga pakan ternak juga dapat tercukupi dengan baik pada musim kemarau”, jelas Gubernur Laiskodat.
Orang Nomor Satu NTT ini juga menegaskan bahwa jika program kolaborasi tersebut dapat berjalan dengan baik, maka dipastikan Nusa Tenggara Timur akan menjadi salah satu provinsi terkaya di Indonesia tahun 2030 nanti.
“Jika di NTT tersedia bahan pangan yang cukup dan NTT sebagai sumber EBT terbesar dapat mengembangkan optimal EBT tersebut, maka kita akan dapat menguasai dunia. Iridiasi tertinggi di Indonesia berada di NTT tepatnya di Pulau Sumba, Pulau Timor dan Sabu Raijua, namun lahan yang terjangkau sangat kecil. Pulau Sumba memiliki potensi hingga 10 Giga, menurut riset terbesar didunia sekarang. Untuk itu, Gubernur Viktor berharap bahwasannya iridiasi yang ada di NTT ini, bisa dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik dan benar, agar bisa menjadi sumber Energi Baru Terbarukan yang bisa bersaing dan menjadi sumber atau pilar kekuatan utama untuk Indonesia terkhususnya NTT”, ujar Politisi Nasdem.
Lanjut Gubernur NTT bahwa NTT tidak hanya sekadar memiliki kekuatan iridiasi yang sangat besar, namun juga memiliki arus laut yang sangat kuat. Ada beberapa negara yang memiliki rata-rata 70% energi listrik yang datang dari arus laut. Di NTT wilayah yang memiliki arus laut yang sangat luar biasa kuat berada diantara Flores Timur dan Adonara, antara Flores Barat dan Pulau Rinca, antara Timur Pulau Semau dan Rote dengan Selat Puku Afu, dan antara Alor dan Lembata.
“NTT juga kaya akan SDA dan sumber energinya, diantaranya Flora dan Fauna yang begitu luar biasa, salah satunya flora khas yang dimiliki NTT yaitu Tanaman Kelor yang disebut sebagai Miracle Tree (pohon ajaib). Oleh karena itu, saya mendorong dan kepada kita semua menjadikan Kelor sebagai makanan tambahan untuk ibu-ibu menyusui, ataupun kepada anak-anak penderita stunting, mengingat tanaman Kelor merupakan tanaman yang daunnya memiliki potensi kandungan protein tertinggi. Hal ini terbukti berhasil melalui riset yang dilakukan WHO di Afrika, dimana mereka berhasil menyelesaikan gizi buruknya dengan mengkonsumsi daun Kelor”, jelas Putera Semau ini.
Selain itu Bapak Gubernur Provinsi NTT : Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengutarakan salah satu program strategi NTT yang akan dilaksanakan diwaktu yang akan datang yaitu “Free Trade Zone” yang merupakan salah satu strategi rencana pembentukan Kawasan perdagangan bebas pada Kawasan strategis nasional perbatasan negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengingat pulau timor yang memiliki keunikan dan keistimewaan sebab terdapat 2 mikronesia (berbatasan dengan 2 negara) sehingga menjadi sebuah peluang untuk NTT untuk melakukan “Free Trade Zone” rencana ini sudah terbentuk dan akan dibangun pelabuhan ekspor impor diantara daerah Oekusi dan Wini. Tentu saja hal tersebut sangat berguna untuk Mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Perbatasan Negara, dan dengan perencanaan Menangkap peluang Timor Leste sebagai Under Development Country dan Australia sebagai High Development Country dan peluang perdagangan bebas Asia-Pasifik dan juga membangun Peluang konektivitas jaringan perdagangan antardaerah di NTT dan Indonesia;
Sementara itu Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto, memberi apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT beserta jajarannya, yang telah menerima kunjungan dari Peserta Studi Lapangan Isu Strategis Nasional (SLISN) Program Pendidikan Reguler (PPRA) Angkatan LXIV (64) di NTT.
“Kami berterima kasih karena Bapak Gubernur dan Bapak Wagub serta Jajaran Pemerintah Provinsi NTT berkenan menerima seluruh Peserta Studi Lapangan Isu Strategis Nasional (SLISN) Program Pendidikan Reguler (PPRA) Angkatan LXIV (64) yang melakukan studinya di NTT. Kami di Lemhanas memiliki fungsi kajian, khusus di SLISN PPRA LXIV ini akan menkaji tentang demokrasi menuju PEMILU 2024 agar dapat mengupayakan reduksi politik identitas agar tidak terjadi lagi seprti di tahun 2014-2019. Kajain yang kedua adalah transformasi digital, agar masyarakat Indonesia harus bisa menjadi masyarakat digital termasuk ekonominya menjadi ekonomi digital. Kami juga ketahui di beberapa tempat di Provinsi NTT telah diuji coba penerapan Prototype Digital KTP Nasional atau Digital KTP sejak tahun lalu. Uji coba ini diharapkan dapat menjadi role model penerapannya di Indonesia. Kita juga melakukan kajian Ekonomi Hijau soal Transisi Energi menuju Zero Emission di Tahun 2060, dan kalau bisa dipercepat buisa terwujud di tahun 2052. Untuk transisi Ekonomi Hijau ini, dipusatkan di Indonesia Tengah dan Timur, termasuk di Papua. 30 sampai 40 persen Energi Hijau berasal dari NTT, terutama dengan potensi panas matahari bisa bersumber dari NTT, jelas Widjajanto.
Mantan Sekretaris Kabinet Tahun 2014-2015 ini mengatakan bahwa NTT dengan potensi ekonomi hijaunya yang sangat besar dapat memberi sumbangsih untuk kebutuhan listrik di Ibu Kota Negara (IKN), Lemhanas dalam studinya kali ini juga akan melakukan kajian tentang kegelisahan Gubernur NTT terhadap PLN.
“Kami terus mengkaji kenapa PLN belum terlalu kuat keberpihakannya kepada energi hijau. Jadi PLN itu kami juga sudah mengusulkan agar PLN namanya diganti menjadi PLN Hijau begitupun dengan Pertamina menjadi Pertamina Hijau. Kami juga sudah mngusulkan agar PLN dan Pertamia dapat mengubah visi dan misinya sehingga ada nuansa hijaunya. Termasuk Logo dan Nama Perisahaanya diubah. Kami juga mendorong NTT untuk mengembangkan sentra-sentra ekonomi biru, terutama dari konservasi. Peluang terbesar pengembangan Ekonomi Biru salah satunya dari NTT, dengan potensi penghasilannya bisa mencapai 15 triliun per tahun, jika digarap secara benar.
IKN juga dirancang sebagai Kota Hijau yang transmisinya tidak bisa dari batu bara, tidak bisa dari diesel harus dari air, harus dari angin, atau dari solar. Nah, kalau dari solar maka harus narik kabel, dengan cara kabel supplynya ditarik dari NTT. NTT sebagai salah satu penyangga energy hijau dari NTT, Hal-hal ini harus menjadi perhatian kajian.
Widjajanto yang juga adalah Dosen Tetap FISIP UI kita semua harus mengantisipasi Ancaman Krisis Pangan dan Krisis Energi di tahun mendatang.
“Presiden memerintahkan kami untuk mengingatkan setiap Pemda menyiapkan langkah-langkah kemungkinan ancaman pangan dan energi dengan menyiapkan berbagai hal yang akan terjadi sampai lebaran 2023. Pemmerintah berencanan kalkusi subsidi BBM, untuk itu kita harus bersiap-siapa terhadap kenaiakn harga BBM. Harus dapat mengendalikan inflasi dengan meningkatkan konsumsi varietas pangan termasuk meningkatkan konsumsi ikan”, ungkap Penasihat Senior Kantor Staf Kepresidenan RI 2020-2022.
Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto, juga mengatakan telah bertemu Presiden Joko Widodo pada tanggal 19 Juli 2022 lalu, usai Presiden Jokowi bertemu Presiden Timor Leste Ramos Horta. Perintah Presiden Jokowi terhadap Lemhanas adalah melakukan kajian untuk turut membantu perekonomian Timor Leste.
“Perintah Presiden Jokowi ada dua untuk perekonomian pertama adalah membangun koridor ekonomi perbatasan antara Timor Leste dan NTT yang sudah diinisiasi oleh Gubernur NTT VBL. Saya bersama tim akan melihat langsung Free trade zone di Wini dan Oe-cuse itu pada hari ini”, kata Widjajanto.
Turut hadir pada kesempatan tersebut : Bupati Timor Tengah Utara : Juandy David, Bupati Belu : Taolin Agustinus, Komandan Korem 161 Wira Sakti : Brigjen TNI Iman Budiman, Komandan Lanud El Tari : Marsekal Pertama TNI Aldrin Petrus Mongan, Asisten II Bidang Perekonmian dan Pembangunan Sekda Provinsi NTT : Ganef Wurgiyanto, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga : Anwar Pua Geno, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Hukum : Markus Y. Hage, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT : Lecky F. Koli, Kaban Kesbangpol Provinsi NTT : Yohanes Oktavianus, Kaban Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi NTT : Petrus Seran Tahuk, Ketua DPRD Kabupaten Belu : Jeremias Manek Polo, Wakil Ketua DPRD Kabupaten TTU : Sintus Naif, Sekretaris Bappelitbanggda Provinsi NTT : Maxi Manafe, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Belu : Jules Cons Ando, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten TTU : Kristoforus Abi, Kepala Bappelitbangda TTU : Salvatore Lake
Penulis : Dwiputra Mone Mangngi dan Orland Nappu;
Editor : France A. Tiran
Juru Foto : Yosafat E. L. Hoely
Video : Ignasius Nengga
Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
Anda Suka Berita Ini ?
