Guberbur VBL : Pemimpin HaruS Punya Critikal Thinking
Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Kupang, 30 Agustus 2022
“Para pemimpin di NTT harus bisa membangun Critical Thinking (pemikiran kritis), dalam membangun NTT. Pemimpin juga harus bisa berkolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat, agar pembangunan di provinsi ini dapat terlaksana dengan maksimal. Pemimpin juga harus menjadi contoh dan pembuka jalan yang baik, tidak hanya berpikir secara abstrak, tetapi juga harus bisa mengkonkritkan apa yang dipikirkan dan dibicarakan, serta mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ditemui dalam setiap proses pembangunan NTT”.
Demikian ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat tampil sebagai narasumber pada acara Dialog Interaktif “Beta (Gubernur) Menjawab” dipandu oleh Presenter RRI : Rani Veronika, dan disiarkan secara langsung melalui FM 94, 4 MHZ Programa I RRI Kupang dan Youtube RRI Kupang, pada hari ini, Selasa, 30 Agustus 2022, bertempat di Ruang Kerja Gubernur NTT, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.
Dialog Interaktif yang membahas mengenai Kritik, Saran dan Masukan dari para pendengar Pro 1 RRI Kupang terhadap berbagai hal mengenai geliat pembangunan di NTT, dimana Gubernur Viktor Laiskodat diberi kesempatan untuk menanggapinya. Program ini merupakan edisi perdana kerjasama Pemerintah Provinsi NTT dengan LPP RRI Kupang, dan direncanakan program ini akan menjadi agenda rutin siaran RRI Kuang sekali dalam setiap bulan.
“Sebelum saya menjadi gubernur stunting di NTT itu mencapai 42% di tahun 2018, dan Stunting merupakan salah satu masalah besar yang menggerogoti pembangunan kesejahteraan masyarakat di NTT. Pola pikir masyarakat mengenai stunting ini adalah kurangnya perekonomian, padahal stunting ini bukan hanya masalah uang, tapi ini adalah masalah mindset (pola pikir) dan masalah budaya. Kita ini sudah dikaruniai kekayaan alam, yaitu miracle tree yang biasa kita sebut dengan Kelor. Di Afrika, masalah gizi buruk dapat teratasi oleh pengolahan makanan dengan bahan daun Kelor, namun masalahnya di NTT, pola pikir dan budaya masyarakat NTT bahwa kelor adalah makanan yang hanya dimakan oleh orang dengan ekonomi rendah saja. Tetapi kenyataanya protein yang terkandung dalam daun kelor ini, sangat ampuh dalam mengatasi masalah gizi buruk, sehingga Kelor disebut sebagai “miracle tree”. Untuk itu, saya sudah mulai membangun dan mendorong pola pikir masyarakat NTT agar lebih kritis. kita bisa bekerja kolaborasi membudidayakan dan mengkonsumsi Kelor sebagai salah satu cara mengatasi kasus stunting yang ada di NTT”, ujar Gubernur Laiskodat membuka Dialog Interaktif menanggapi pertanyaan dari Ishak Warga Naikolan Kota Kupang.
Orang Nomor Satu NTT ini mengatakan bahwa data terkini, kasus stunting di NTT sudah turun menjadi 22%, namun beliau tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT terus waspada terhadap kasus stunting, karena walaupun persentasinya menurun, disadari bahwa masih ada 93 ribu anak NTT yang masih mengalami stunting dan diperlukan keseriusan bersama untuk harus secepatnya diatasi.
“Pemerintah dalam memberikan dukungan biaya operasional dan insentif kepada kader Posyandu baik secara individu ataupun kelompok yang, didasarkan pada program kolaboratif yang telah didesain, sehingga pemerintah tidak harus memberikan dukungan dalam bentuk uang tunai lagi, tetapi pemerintah hanya memfasilitasi lahan dan sumber daya untuk dikelola bersama oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB), sehingga para kader Posyandu pun dapat menghasilkan sesuatu yang bisa dijadikan sebagai modal ketahanan ekonomi, sekaligus dapat menjadi sumber penghasil tambahan yang turut mendukung untuk operasional organisasi atau individu tersebut. Melalui program tersebut diharapkan ketergantungan NTT pada pemerintah pusat pun dapat berkurang, serta membangun cara-cara kolaboratif dan tanggung jawab, sehingga tercipta SDM yang mandiri, karena ciri khas dari manusia yang bertanggung jawab atas dirinya, adalah manusia yang bisa mandiri,” tegas Gubernur VBL menanggapi Ibu Eda Wrga RT 23/RW 09 Kelurahan Fontein Kota Kupang.
Selain menanggapi masukan dan tanggapan dari Para Pendengar RRI Pro I Kupang, dalam dialog interaktif tersebut, Pemerintah Provinsi NTT dibawah kepemimpinan GUbernur VBL dan Wagub JNS mendapat apresiasi dari Pak Ima, salah seorang warga Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, karena dinilai pemerintah telah melakukan gerak cepat dengan semangat luar biasa, dalam melaksanakan program-program handal termasuk tentang penanganan stunting yang ada di NTT. Gerak cepat tersebut diharapakan bisa diikuti juga oleh semua Perangkat Daerah Provinsi NTT dalam menjalankan semua Visi dan Misi Pemprov. NTT.
“Saya terus memantau segala pergerakan yang ada, mulai dari level Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota hingga seluruh Pemerintah Daerah yang ada di NTT. Saya menemukan adanya kemajuan dalam menjalankan program kerja yang telah didesain, seperti adanya peningkatan ukur dan timbang hingga 95% di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, yang sebelumnya menjadi daerah dengan penimbangan terendah di NTT. Saya juga turut mendorong masyarakat Sumba agar dapat menjalankan pengolahan tani mereka dengan menanam jagung di lahan yang difasilitasi pemerintah, dan tahun ini dari hasil menanam tersebut, masyarakat di Sumba dapat memanen 36 ribu hektar tanaman jagung mereka. Saya juga berharap kepada semua Pemimpin di daerah mulai dari provinsi hingga daerah-daerah terpencil,dapat menjadi seorang Pemimpin yang dapat memberikan contoh dalam tindakan nyata, pemimpin juga harus bisa menjadi Pemimpin yang memiliki critical thinking luar biasa, agar mampu selalu berkreasi dan mendaatkan solusi terhadap permasalahan yang ada, dan mampu memandirikan masyarakatnya”, urai Putera Semau ini.
Selanjutnya, Gubernur VBL juga mengatakan bahwa Pariwisata di NTT sudah ditetapkan sebagai motor penggerak utama (Prime Mover) pembangunan ekonomi masyarakat, sehingga lewat pariwisata semua masyarakat akan terlibat secara aktif dalam memajukan pariwisata untuk meningkatkan perekonomian di NTT.
“Budaya pariwisata itu berbeda dan unik, karena pariwisata harus menciptakan manusia yang maju dalam peradaban yang luar biasa. Didalamnya masyarakat harus terlibat aktif, yang dikenal sebagai Community Based Toursim (CBT), dan kita memiliki harapan yang besar untuk mewujudkan pariwisata berbasis partispasi masyarakat untuk sebuah kemajuan”, ungkap Gubernur VBL menanggapi Aser Bekak warga Nasipanaf Kupang.
Gubernur VBL menegaskan bahwa pariwisata itu tidak hanya sekedar atraksi alam saja, tetapi pariwisata adalah kita semua.
“Budaya, cara bertutur, cara berpakaian dan semua hal yang ada didalam diri kita adalah pariwisata. Untuk itu pengembangan kedepan terhadap pariwisata yang akan dilakukan adalah peningkatkan kualitas SDM sebagai salah satu aspek pendukung majunya pariwisata, dan kesadaran masyarakat agar ikut berkolaborasi dalam menyediakan tempat singgah seperti restoran, penginapan dan toilet umum di sekitaran jalan menuju ke destinasi wisata. Selain pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan pariwisata oleh pemerintah daerah, pendatang ataupun wisatawan bisa lebih mudah mengakses tempat-tempat wisata yang ada, untuk menikmati atraksi alam yang eksotik, dengan demikian wisatawan pasti memiliki keinginan untuk berkunjung kembali menikmati kekayaan alam indah di NTT, sekaligus menikmati fasilitas serta kenyamanan di kawasan pariwisata tersebut”, tutur Laiskodat yang adalah Doktor Pariwisata Jebolan UKSW Salatiga.
Gubernur Laiskodat menambahkan bahwa beliau terus mendorong setiap pemimpin, baik pemerintah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat hingga masyarakat biasa agar memiliki spirit kerja kolaboratif dalam menjalankan semua program yang sudah disusun, guna untuk menopang perekonomian yang ada di NTT serta untuk mensejahterakan dan memajukan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Saya berharap kita semua harus punya tanggung jawab besar yang ditunjukkan dengan kerja-kerja yang extra ordinary dengan motifasi untuk maju, maka visi NTT Bangkit NTT Sejahtera pasti akan terwujud”, pungkas Gubernur Laiskodat menutup Dialog Interkatif RRI Pro I Kupang tersebut.
Turut menyaksikan Dialog Interaktif tersebut masing-masing : Kadis PUPR Provinsi NTT : Maksi Nenabu, Kadis Kominfo Provinsi NTT: Abraham Maulaka, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT : Z. Sony Libing, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT : Prisilia Q Parera, dan Kepala LPP RRI Kupang : Ida Ayu Evy Handayani.
Penulis : Dwiputra Mone Mangngi, George P. Kabnani
Editor : France A. Tiran
Juru Foto : Dwiputra Mone Mangngi
Demikian siaran pers ini dibuat dan dipublikasikan
Anda Suka Berita Ini ?
