Data Tepat, Berguna untuk meningkatkan kesejahtareaan rakyat
Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Kupang, 31 Agustus 2022
Data yang tepat dan akurat sangatlah membantu dalam pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Demikian disampaikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dalam pertemuan yang membahas tentang perencanaan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) bersama Kepala BPS Provinsi NTT : Matamira B. Kale, S.Si, M.Si didampingi beberapa pejabat fungsional BPS Provinsi NTT, masing-masing : Statistisi Ahli Madya : Demarce M. Sabuna, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi NTT : Indra Achmad Sofian Souri, Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi NTT : Putri Pamungkasih, dan Antonius Riadi selaku Statistisi Ahli Pertama BPS Provinsi NTT, pada hari ini Rabu, 31 Agustus 2022, bertempat di Ruang Kerja Gubernur NTT, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.
“Salah satu masalah yang ada pada kita di pemerintahan, baik itu pada level provinsi maupun kabupaten/kota adalah soal keakuratan data yang tersedia. Oleh sebab itu, dengan adanya kegiatan Pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022, menjadi langkah awal untuk keseragaman data di NTT, dan dari data itu pasti sangat bermanfaat untuk kami melakukan terapi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat”, ungkap Gubernur VBL.
Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa keseragaman data di NTT masih sangat kurang, padahal untuk menuntaskan masalah masalah sosial ekonomi di NTT, dimana ketepatan data dapat menjadi acuannya.
“Dibutuhkan hasil riset dengan data yang tepat dan sesuai, atau data penduduk by name and by address, sehingga data-data yang dihasilkan juga akan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya di lapangan. Untuk mengobati sebuah penyakit saja, seorang dokter harus mempunyai diagnosa yang tepat. Begitu pun dengan penuntasan masalah-masalah yang ada di NTT, seperti stunting, kemiskinan, pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan dan masalah-masalah lainnya, kita membutuhkan data yang konkrit, yang sejujur-jujurnya, jangan ditambah dan jangan dikurangi. Untuk itu, saya sangat mendukung kegiatan pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) di tahun ini, dan juga saya minta untuk disosialisasikan lewat media yang ada di NTT. Ini penting agar masyarakat yang akan berpartisipasi dalam kegiatan ini, mendapatkan informasi yang lengkap, sehingga kegiatan ini dapat segera dijalankan untuk mencapai keseragaman data”, jelas Orang Nomor Satu NTT ini.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale menyampaikan bahwa Program Regsosek perdana akan dilakukan pada tahun 2022 ini, dan data-data yang dihasilkan akan menjadi rujukan seluruh kemenetrian/lembaga, pemerintah daerah sampai level desa/kelurahan yang ada di Indonesia.
“Pendataan ini akan mulai dilakukan sejak tanggal 15 Oktober 2022 sampai dengan 14 November 2022, bahkan kesiapan petugas sedang dalam proses perekrutan yang jumlahnya kurang lebih 10.000 petugas. Perekrutan ini juga bisa diikuti oleh mahasiswa mahasiswi yang tidak lagi terikat kegiatan belajar mengajar pada periode pendataan, tentunya melalui proses seleksi. Pada akhir bulan September sampai awal Oktober tahun 2022 ini, akan dilaksanakan pelatihan bagi para petugas. BPS biasanya melakukan seleksi bagi masyarakat yang ingin menjadi petugas pada program Regsosek, untuk memastikan petugas tersebut harus memiliki kualitas kinerja yang bagus dalam pekerjaannya”, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale.
Perempuan Berdarah Sabu ini juga menambahkan bahwa dengan target 10.000 petugas yang direkrut BPS, diharapkan mampu mencapai target output dari Regsosek tersebut untuk menjawab semua kebutuhan data sosial ekonomi.
“Adanya program Regsosek bertujuan untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan. BPS dan BAPPENAS berkolaborasi dengan Kementerian/Instansi terkait ditugaskan langsung oleh Presiden, untuk melakukan pembaruan data tersebut. Dan data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) akan diserahkan ke Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), sedangkan pemuktahirannya akan dikoordinir oleh Kementerian Dalam Negeri (KEMENDAGRI)”, jelas Matamira yang adalah mantan Kepala BPS Kabupaten Kupang.
“Saya sangat mendukung kegiatan Regsosek ini, berkolaborasilah dalam pelaksanaannya, sehingga dapat menghasilkan data akurat dan terkini, yang sangat berguna untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dalam rangka INDONESIA PULIH LEBIH CEPAT, BANGKIT LEBIH KUAT”, pungkas Gubernur VBL menutup pertemuan tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut : Staf khusus Gubernur Bidang Kerjasama dan Hubungan antar Lembaga : H. Anwar Pua Geno, Kadis Sosial Provinsi NTT : Jammaludin Ahmad, dan Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappelitbangda Provinsi NTT mewakili Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT : Theresia M.
Penulis : Fajrin M. T. Bano, Dwiputra Mone Mangngi
Editor : France A. Tiran
Juru Foto : Amanda Kepa
Demikian siaran pers ini dibuat untuk dipublikasikan
Anda Suka Berita Ini ?
