10.000 Mangrove Aktualisasi Iman dalam mewujudkan Hukum Kasih
Siaran Pers Biro Administrasi Setda Provinsi NTT
Kupang, 13 September 2022
Demikian ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima kunjungan kerja dari jajaran Pengurus Pemuda GMIT Jemaat Petra Balfai Klasis Kupang Tengah : Yufra Tana selaku ketua pengurus, didampingi rekan-rekannya masing-masing : Nina Radja, Ezra Simanjuntak, Skana Sanam, Christofel Saudale, Jefri Nubatonis, dan Senci Beti, pada hari ini, Selasa, 13 September 2022 di Ruang Kerja Gubernur NTT Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.
Pertemuan ini membahas tentang Pelaksanaan kegiatan Festival Musik Rohani (FMR) dan Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) Pemuda termasuk didalamnya kampanye Human Trafficking dan Kekerasan Seksual, kegiatan Donoh Darah, serta aksi tanam 10.000 anakan mangrove di Pantai Manikin Tarus yang akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Oktober 2022 mendatang.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Laiskodat yang didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi NTT sekaligus Plt. Karo Pemerintahan Setda Provinsi NTT: Bernadetha M. Usboko, mendorong Pemuda Jemaat GMIT Petra Balfai dapat menjadi anak muda yang memiliki mental adversity quotient, yaitu manusia yang dapat bertahan dalam berbagai tekanan dan tantangan, manusia yang mampu memberi harapan bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
“Anak Muda NTT tidak boleh nganggur, harus giat bekerja karena pekerjaan di NTT sangat banyak yang harus dituntaskan, dan itu dibutuhkan kontribusi kerja keras nyata disertai pengetahuan yang tinggi dari kaum muda. Kelebihan Kaum muda adalah memiliki kekuatan daya tahan yang kuat “adversity quotient” untuk menghadapi berbagai tekanan dan tantangan. Dengan itu Pemuda harus berada di depan untuk memberi harapan tidak saja bagi dirinya sendiri tetapi bagi orang lain. Jadilah orang muda yang beriman mempu mewujudkan harapan itu menjadi ada, sesuai dengan kata Rasul Paulus : Iman adalah Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak bisa kita lihat. Dengan Iman itulah kita bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin”, ujar Gubernur Laiskodat.
Putra Nusa Bungtilu ini juga menambahkan bahwa menanam 10.000 mangrove merupakan aktualisasi iman bagi diri sendiri dan orang lain.
”Dengan kalian menanam 10.000 anakan mangrove, maka kalian turut terlibat dalam pekerjaan untuk mewujudkan iman sekaligus memberi harapan bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Menanam anakan mangrove membuktikan kalian turut terlibat dalam pekerjaan memulihkan lingkungan untuk keselamatan manusia dan bumi ini. Saya dukung kalian untuk aksi ini, karena anak – anak muda harus punya kecerdasan, keberanian dan kepedulian dan itulah nilai-nilai yang kita dapati dalam diri Kristus Sang Guru Agung. Kristus yang kita Imani sebagai Juru Selamat.”, ungkap Gubernur Viktor.
Lebih Lanjut, Politisi Partai Nasdem ini mengatakan bahwa menjadi manusia cerdas harus memenuhi empat kriteria manusia.
’’Jadilah manusia spiritual yang selalu menjalin relasi intim dengan Tuhan, selalu memberi harapan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain. Jadilah manusia intelektual, manusia yang punya pengetahuan yang mendalam dan berguna bagi orang lain, dengan pengetahuan yang dimilikinya. Jadilah manusia yang bisa membangun jaringan luas dengan siapa saja dan terakhir jadilah manusia sehat agar tetap energik dan powerfull bisa bermanfaat kapan saja dan dimana saja”, tegas Gubernur VBL
Sementara itu, Ketua Pemuda GMIT Jemaat Petra Balfai Klasis Kupang Tengah : Yufra Tana, menjelaskan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan pertengahan oktober 2022 mendatang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian anak muda NTT terhadap isu-isu sosial dan budaya yang ada di Nusa Tenggara Timur.
”Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi anak muda NTT, terkhususnya Pemuda GMIT Jemaat Petra Balfai yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial dan budaya yang ada di NTT. kami melihat bahwa mereka memiliki bakat dan potensi yang luar biasa yang dapat tersalurkan dalam kegiatan ini”, jelas Yufra yang juga adalah Alumni Fisip Unwira.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Analisis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Substansi Kesra Pelayanan Dasar Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT : Mysen S. Taopan, Analisis Kebijakan Ahli Muda/ Sub Koordinator Substansi Bina Mental Spritual Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT : Maria Rosalinda Naiktas.
Penulis : Salvi Moruk dan George Kabnani
Editor : France A. Tiran
Juru Foto : Dwiputra Mone Mangngi
Anda Suka Berita Ini ?
