Blog Single
Kegiatan Gubernur - Umum

1 Juta Hektar Pohon Kelor, Wujud Nyata Iman Perempuan Kristen

Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

16 September 2022

Demikian ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima kunjungan kerja dari Ketua Majelis Klasis  Kota Kupang : Pdt. Jeheskial Adam, S.Th., M.Hum bersama jajaran Panitia Pelaksana Pesparawi Perempuan GMIT tahun 2022 : Stofinson Taopan – Fointuna, Robert Fanggidae, Pdt. Yudith Nunuhitu, Pdt. Feby Messakh, Syane Ludji, Marlen Patola – Nepa, dan Esterina Kapasiang, pada hari ini, Jumat, 16 September 2022 di Ruang Kerja Gubernur NTT Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. 

Pertemuan ini membahas tentang Pelaksanaan Lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)  ke-III yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 November 2022 mendatang di Gereja GMIT Paulus Kota Kupang.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Laiskodat mendorong Panitia Pelaksana Pesparawi Perempuan GMIT agar dapat berkolaborasi dengan pihak eksternal seperti Bank NTT dan Dekranasda dalam menyukseskan pelaksanaan Pesparawi tahun ini. 

“Saya mendukung pelaksanaan Pesparawi tahun 2022 dan saya berharap panitia bisa berkolaborasi dengan Bank NTT dan Dekranasda agar kegiatan ini dapat menjadi wadah yang berkesinambungan untuk mengembangkan UMKM dan Program Pemberdayaan Perempuan GMIT di Nusa Tenggara Timur”, ujar Gubernur VBL.

Putra Nusa Bungtilu ini juga menambahkan bahwa Gereja harus turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur dengan menanam 1 juta hektar pohon kelor yang menjadi wujud nyata hukum kasih. 

“Dengan menanam pohon kelor di pekarangan rumah Gereja dapat mewujudkan iman sekaligus memberi harapan bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Menanam pohon kelor membuktikan bahwa kalian turut terlibat dalam pekerjaan memulihkan lingkungan untuk kehidupan manusia. Potensi daerah yang sangat mahal nilainya ini akan meningkatkan perekonomian NTT. Sehingga, saya ingin perempuan GMIT juga berpartisipasi dengan menaman 1 juta hektar pohon kelor sebagai bukti perwujudan perempuan cerdas, berani dan peduli dalam aktualisasi iman Kristen”, ungkap Gubernur Laiskodat. 

Pada bagian lain, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang : Pdt. Jeheskial Adam, S.Th., M.Hum menjelaskan bahwa selain pelaksanaan Pesparawi, mereka juga telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan GMIT, seperti mengadakan pelatihan pengolahan kelor dan budidaya tanaman obat di pekarangan rumah jemaat. 

“Kami juga telah mengadakan pelatihan-pelatihan bagi para perempuan GMIT dalam mengelola tanaman kelor dan tanaman obat di pekarangan rumah mereka sendiri agar dapat menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan sebagai bentuk aktualisasi diri dalam gereja”, jelas Pdt. Jeheskial.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Analisis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Substansi Kesra Pelayanan Dasar Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT : Mysen S. Taopan, Analisis Kebijakan Ahli Muda/ Sub Koordinator Substansi Bina Metal Spritual Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT : Maria Rosalinda Naiktas. 

Penulis : Salvi Moruk dan Gratcya Francoice
Editor : France A. Tiran
Foto : Dwiputra Mone Mangngi

Demikian siaran pers ini dibuat untuk dapat dipublikasikan
Anda Suka Berita Ini ?