Blog Single
Kegiatan Gubernur - Umum

Perlu Langkah Cepat Antisipasi Rawan Pangan

Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Senin, 17 Oktober 2022

Demikian ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat menerima kunjungan Tim Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT, masing-masing : Plt. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT : Agus Sistyo Widjajati, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT : Daniel Agus Prasetyo, dan Bagian Kehumasan BI Perwakilan Provinsi NTT: Putra Rizki, pada hari ini, Senin, 17 Oktober 2022, di Ruang Kerja Gubernur NTT, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. 

Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka membahas rencana kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di Pulau Sumba, yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2022 di Rumah Budaya Sumba Waitabula Kabupaten Sumba Barat Daya, dimana kegiatan tersebut rencananya dihadiri juga oleh Para Bupati, Para Sekda se Daratan Sumba dan Ketua serta Anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Perangkat Daerah yang menangani pertanian/perkebunan pada empat kabupaten se Daratan Sumba.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Laiskodat menyampaikan bahwa di setiap daerah harus ada seorang pemimpin yang mampu melakukan terobosan inovatif, dengan memanfaatkan lahan yang luas untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya, dengan menanam jagung, sorghum, ubi, cabe dan komoditas pertanian lainnya yang berumur pendek.

“Perlu ada pemimpin yang mampu melakukan kerja besar dan memanfaatkan lahan yang luas di daerahnya masing-masing, sehingga mendapatkan manfaat yang besar, khususnya mengantisipasi rawan pangan yang dipastikan akan terjadi di penghujung tahun depan. Selain APBD dan bantuan dari pihak lainnya, sumber daya yang paling besar yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia dari daerah kita. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus secara besar-besaran sehingga hasilnya itu nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat  setempat maupun secara umum  bagi masyarakat di Provinsi NTT ini” ujar Gubernur Laiskodat. 

Plt. Kepala perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati melaporkan bahwa pada kegiatan di tanggal 21 Oktober 2022 mendatang, juga akan ada kolaborasi dengan memfokuskan program ketahanan pangan yang akan dijalankan oleh seluruh pemimpin daerah di Daratan Sumba.

“Kami akan berkolaborasi dengan pemimpin di empat kabupaten se Daratan Sumba dan memfokuskannya kepada ketahanan pangan khususnya di Pulau Sumba. Hal ini dimulai dari menanam cabai, jagung dan sorgum, menyiapkan alat-alat pertanian dan pada akhirnya hasil panen akan dijual dengan harga yang sesuai dengan nilai jual pasar. Hal ini akan mendorong pertumbuhan dan perputaran uang, dari hasil panen yang nantinya keuntungan akan kembali ke masyarakat. Kami juga akan menyiapkan alat-alat produksi sebagai langkah awal untuk menjalankan rencana kegiatan ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menginisiasi perjanjian antar daerah maupun antar provinsi di Indonesia”, ujar Agus Sistyo. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTT menyampaikan bahwa  saat ini Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur harus fokus pada masalah Pangan dan Energi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerahnya masing-masing.

“Saya tegaskan, kita harus fokus pada pangan dan energi. Kedua hal ini menjadi penting dan berkesinambungan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Perlu kerja keras dan kerja cerdas dengan berbagai pihak untuk menyukseskan rencana pengembangan dan peningkatan ketahanan pangan”, tegas Gubernur Laiskodat. 
Di akhir pertemuan tersebut, Orang Nomor Satu di NTT ini berharap agar hadirnya High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama pada empat kabupaten se Pulau Sumba ini, yang dilaksanakan di Waitabula Kabupate SBD nanti, dapat memicu dan memcu pertumbuhan ekonomi di NTT. 

“Saya berharap kegiatan tersebut harus sukses, BI sebagai pionir harus benar-benar membangun sinergitas dengan OJK termasuk Pemerintah Daerah yang didalamnya juga TPID se Daratan Sumba, dan perlu diwujudkan dengan aksi menanam tanaman hortikultura sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di Pulau Sumba”, pungkas Putera Semau menutup pertemuan tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT : Lecky F. Koli, S.TP, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT : Lerry Rupidara dan Dirut Bank NTT : Harry Alexander Riwu Kaho. 

Penulis : Fajrin Bano dan Gratcya Ravim
Editor : France A. Tiran  
Juru Foto : Dwiputra Mone Mangngi

Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
Anda Suka Berita Ini ?