Blog Single
Kegiatan Gubernur - Umum

Wagub Seriusi Masalah Inflasi, Tegaskan Hindari Perhitungan Inflasi Melalui Asumsi

Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Kupang, 12 April 2023

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur NTT : Josef Adreanus Nae Soi (JNS), pada saat menerima Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT : S. Donny H. Heatubun, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT :  Pratyaksa Candraditya dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT : Dr. Lerry R. Rupidara,  pada hari Rabu, 12/04/2023 bertempat di di Ruang Kerja Wakil Gubernur NTT, di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. 

Pertemuan tersebut dilaksanakan guna melaporkan kepada Wakil Gubernur NTT tentang rencana pelaksanakaan High Level Meeting (HLM) yang melibatkan seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT, dalam rangka mengantisipasi ketersediaan, lonjakan harga dan penimbunan kebutuhan bahan pokok menjelang perayaan Hari Raya Idhul Fitri 1444 Hijriah Tahun 2023.

Kegiatan HLM TPID tersebut direncanakan berlangsung besok, Kamis, 13 April 2023, Pukul : 09.00 Wita, Tempat : Ruang Rapat Gubernur NTT, Lantai Satu Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT. 

“Untuk menghitung inflasi secara akurat sehingga bisa mendukung berbagai langkah cepat dalam pengendaliannya, maka sangat diperlukan data yang akurat. Data tersebut harus riil sesuai fakta di lapangan, bukan atas dasar asumsi, karena hal tersebut sangat berdampak pada aspek pertumbuhan dan peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah”, tegas Wagub JNS.

Menurut Politisi Senior Partai Golkar ini, Ekonomi juga menjadi basis dari suatu kehidupan politik termasuk di Provinsi NTT yang kita cintai ini. 

“Untuk bisa mengendalikan inflasi maka benar-benar harus berdasarkan data obyektif, hasil survey yang detail dan komprehensif, bukan berdasarkan atas berbagai isu, karena aspek ketersediaan data yang terkini dan akurat juga sangat mempengaruhi psikologi kita” ungkap mantan anggota DPR RI ini.  

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun juga menyampaikan kepada Wakil Gubernur NTT tentang perkembangan kondisi inflasi di NTT.

“Inflasi terkini Provinsi NTT tercatat  sebesar  6,57%  (yoy) pada  bulan Maret 2023, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya  sebesar  5,41% (yoy), maupun dibandingkan inflasi tingkat Nasional saat ini sebesar 4, 97%. Meningkatnya tekanan inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan dan tembakau antara lain beras, kangkung, daging babi, sawi hijau, tomat, serta transport terutama angkutan udara”, jelas Donny yang pernah menjabat sebagai Kepala Divisi pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Bali. 

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT : Dr. Lerry R. Rupidara, juga menyampaikan bahwa pada kegiatan HLM TPID besok akan dipaparkan oleh Kepala  Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, tentang : Perkembangan, Analisis dan Tracking Pengendalian Inflasi di NTT, sedangkan materi tentang  Rekomendasi Pengendalian Inflasi dI Provinsi NTT akan disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT. 


Menanggapai penyampaian tersebut, Wagub JNS menambahkan bahwa pertemuan besok beliau akan menekankan lagi berbagai faktor penting yang dapat mempengaruhi pengendalian inflasi di NTT.

“Ketersediaan stok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi yang efektif harus terus dilakukan, tidak lain untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan harga yang terjangkau, selain itu juga masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan baik, dan dapat berpartisipasi optimal dalam pembangunan bangsa dan negara”, jelas Wagub JNS yang adalah Doktor Ilmu Hukum Lulusan Universitas Padjadjaran Bandung.

Penulis : France A. Tiran:
Juru Foto : Amanda Kepa. 


Demikian Siaran Pers ini dibuat untuk dipublikasikan.
Anda Suka Berita Ini ?