Komda Lansia Provinsi NTT Gelar Rakor Penguatan Kelembagaan
Kupang, 16 Oktober 2025 – Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan dengan tema “Menuju Lansia Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat (SMART)” di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT, Bapak Alfonsus Theodorus, yang mewakili Wakil Gubernur NTT selaku Ketua Komda Lansia Provinsi NTT.
Rapat koordinasi ini menjadi kegiatan
perdana Komda Lansia Provinsi dan bertujuan untuk menyelaraskan program lintas
sektor, memperkuat kerja sama antar lembaga, serta merumuskan arah kebijakan
yang berpihak pada kelompok lanjut usia di NTT.
Dalam sambutannya, Bapak Alfonsus
Theodorus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia
menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan agar Komda Lansia mampu berfungsi
secara efektif dalam mendukung program pembangunan daerah.
“Tanpa kelembagaan yang kokoh,
organisasi apa pun tidak akan mampu mencapai tujuannya. Karena itu, kegiatan
ini sangat penting dan strategis untuk menyatukan visi dan komitmen bersama
dalam mewujudkan lansia SMART di Provinsi NTT,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat
ini 20 dari 22 kabupaten/kota di NTT telah membentuk Komda Lansia, sementara
dua daerah lainnya masih dalam proses pembentukan. Pemerintah berharap seluruh
Komda Lansia dapat berperan aktif dalam mendorong terwujudnya lansia yang
Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Berdasarkan data tahun 2024, jumlah
lanjut usia di Provinsi NTT mencapai 549.606 jiwa atau sekitar 9,71 persen dari
total penduduk. Kondisi ini menandakan bahwa NTT mulai memasuki fase aging
population, sehingga dibutuhkan kebijakan dan program yang tepat dalam
mengantisipasi dampaknya.
“Apabila tidak diantisipasi dengan
baik, peningkatan populasi lansia dapat meningkatkan ketergantungan terhadap
sektor produksi dan memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi NTT terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan dan pemerataan tenaga medis profesional di seluruh kabupaten/kota, termasuk pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, guna mendukung pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.
Rakor ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga nasional. Di antaranya dari Kementerian PPN/Bappenas, yakni Ibu Tirta Sutedjo, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial; dari Kementerian Dalam Negeri, Bapak Chaerul Dwi Sapta, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah (hadir secara live streaming); dari Kementerian Sosial, Bapak Heru Praistyono, Penyuluh Sosial Ahli Madya sekaligus Kepala Pokja Data Direktorat Kelanjutusiaan; serta dari BKKBN Pusat, Ibu Puji Prihatiningsih, Direktur Bina Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan.
Selain itu, Program SKALA turut
memaparkan praktik baik dalam penyelenggaraan layanan lansia terpadu, yang
disampaikan oleh Bapak Agus Salim, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan
Manusia Bappeda Kota Yogyakarta, serta Bapak Agung Putra Sawela, Manajer
Operasional Layanan Lansia Terpadu Desa Melinggih, Gianyar, Bali.
Sementara itu, Ibu Dwi Rahayuningsih dari Direktorat Penanggulangan Kemiskinan
dan Kesejahteraan Sosial, Kementerian PPN/Bappenas, juga memberikan materi
terkait tindak lanjut praktik baik layanan lansia terpadu berbasis
komunitas.Dari Pemerintah Provinsi NTT, Bapak Alfonsus Theodorus, Kepala
Bapperida Provinsi NTT, turut menjadi narasumber dengan memaparkan Strategi
Daerah Kelanjutusiaan di Provinsi NTT.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi
interaktif yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan
tantangan dalam penguatan kelembagaan Komda Lansia di daerah masing-masing.
Dalam penutupan acara, Kepala Biro
Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Bapak Doris Alexander Rihi, yang mewakili Plh.
Sekretaris Daerah Provinsi NTT, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak
yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Semoga pertemuan ini menjadi langkah
awal yang kuat untuk bersama-sama mewujudkan NTT yang lebih baik dan memberikan
ruang bagi para lanjut usia untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,”
ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Komda Lansia
Provinsi NTT menegaskan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk
memberdayakan lansia di tingkat individu, keluarga, masyarakat, dan daerah
menuju NTT yang inklusif dan berkeadilan bagi semua usia.
Penulis: Linberthi Duma (Pengendali Konten Internet)
