Wakil Gubernur NTT Mengunjungi Bedeng Pekerja Masyarakat NTT di Wilayah Bali
Rabu, 18 Maret 2026, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah bedeng pekerja masyarakat NTT di wilayah Bali. Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00–12.00 WITA, dengan lokasi di Bedeng Belakang Infinity, Jimbaran, serta Bedeng Mumbul.
Kunjungan ini turut didampingi oleh Staf Ahli Tim Penggerak
PKK Provinsi NTT, Vera Christina Sirait Asadoma; Kepala Badan Kepegawaian
Daerah NTT, Kanisius Mau; Kepala Dinas Kominfo, Ady Mandala; Kepala Biro Umum
Setda NTT, Agustinus Sigasare; Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Florida
Setyawati; serta Kabag Rumah Tangga Biro Umum Setda NTT, Pius Saju. Peserta
kegiatan adalah masyarakat NTT yang berada di Bedeng Belakang Infinity,
Jimbaran dan Bedeng Mumbul.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur NTT memberikan
arahan langsung sekaligus menegaskan kehadiran pemerintah daerah bagi
masyarakat NTT di perantauan. Kegiatan ini menekankan aspek pembinaan,
pendidikan, serta adaptasi budaya guna menjaga harmoni sosial.
Kunjungan pertama dilaksanakan di Bedeng Belakang Infinity,
Jimbaran, yang dihuni sekitar 60 orang masyarakat NTT. Sebagian warga telah
menetap selama 3–4 tahun dengan pekerjaan sebagai tukang. Dalam kesempatan
tersebut terungkap adanya anak-anak usia sekolah yang belum mendapatkan
pendidikan formal hingga lebih dari satu dekade akibat keterbatasan akses.
Wakil Gubernur menekankan urgensi pendidikan bagi anak-anak
diaspora NTT, serta mendorong penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat
ibadah untuk memperkuat kohesi sosial. Peran Pendeta Ibrahim bersama para
koordinator pelayanan dinilai turut membantu mengurangi potensi konflik sosial
di lingkungan tersebut.
Selain itu, disampaikan bahwa tenaga kerja asal NTT memiliki
keterampilan yang baik. Ke depan, diharapkan tenaga kerja tersebut dapat terus
mengembangkan diri dan direkomendasikan untuk bekerja di daerah NTT, baik di
lokasi tambak garam di Rote Ndao maupun tambak udang di Sumba Timur, sehingga
peluang kerja lebih banyak diisi oleh putra daerah.
Dalam dialog bersama tokoh masyarakat, termasuk Bapak
Efraim, terungkap bahwa sebagian anak-anak NTT di wilayah Kuta turut bekerja,
sementara mahasiswa asal Sumba yang menempuh pendidikan di Malang memanfaatkan
masa libur untuk bekerja di Bali.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan kesetiaan dan
ketekunan dalam bekerja sebagai kunci kesuksesan. Masyarakat juga didorong
untuk terus mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran mandiri. Selain
itu, Wakil Gubernur menyoroti pentingnya literasi keuangan dengan menghimbau
masyarakat untuk rutin menabung, mengelola pendapatan secara bijak, serta
membuka rekening bank guna membangun stabilitas ekonomi keluarga di perantauan.
Adaptasi budaya menjadi poin penting dalam arahan tersebut.
Masyarakat NTT di perantauan diharapkan menghormati adat istiadat Bali, menjaga
keamanan lingkungan, serta menjauhi minuman keras. Khusus dalam perayaan Nyepi,
masyarakat dihimbau untuk mematuhi peraturan adat setempat demi menjaga
kerukunan. Wakil Gubernur juga mengapresiasi penurunan konflik yang telah
terjadi dan berharap masyarakat terus proaktif menjaga harmoni dengan
masyarakat setempat.
Kepada para orang tua, Wakil Gubernur menegaskan kewajiban
menyekolahkan anak-anak tanpa terkecuali, mengingat pendidikan merupakan
investasi penting bagi masa depan generasi NTT.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Bedeng Mumbul yang dihuni
sekitar 50 orang pekerja yang bekerja di proyek kawasan Pecatu serta sektor
informal seperti laundry dan TPA. Dalam kesempatan ini, kembali ditemukan
beberapa anak yang putus sekolah akibat perpindahan tempat tinggal. Wakil
Gubernur kembali menegaskan pentingnya pendidikan serta mendorong masyarakat
untuk tekun, rajin, dan terus berkembang dalam pekerjaan yang dijalani.
Melalui kegiatan ini, diharapkan arahan Wakil Gubernur dapat
memotivasi masyarakat untuk bekerja secara tekun, disiplin, dan adaptif,
sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam membina masyarakat NTT di
perantauan demi kesejahteraan bersama dan menjaga citra positif Nusa Tenggara
Timur.
