Refreshment Penyusunan Dokumen Perencanaan melalui SEPAKAT-DTSEN Provinsi NTT
Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui
kolaborasi SKALA bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi
Daerah (Bapperida) dengan dukungan dari Direktorat Kependudukan dan Jaminan Sosial
Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan kegiatan Refreshment Penyusunan
Dokumen Perencanaan melalui SEPAKAT-DTSEN pada tanggal 13–15 April 2026
bertempat di Hotel Harper, Kupang.
Kegiatan
ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan berbasis data,
khususnya dalam mendukung kebijakan pembangunan yang inklusif dan tepat sasaran.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hadir
sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung transformasi tata kelola
data di Indonesia. Dalam konteks pembangunan daerah, DTSEN menjadi landasan
utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,
efektif, dan berbasis bukti. Sementara itu, bagi masyarakat, pemanfaatan DTSEN
mendorong penyaluran program bantuan dan intervensi yang lebih adil,
transparan, serta sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Hari Pertama: Penguatan
Fondasi Pemahaman Data dan SEPAKAT
Kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan dari
Lead SKALA NTT, Eripto Y Marviandi, yang menyatakan dukungan penuh terhadap
pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola
perencanaan berbasis data di daerah. Ia menegaskan bahwa SKALA NTT berkomitmen
untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pemanfaatan
data, termasuk melalui platform SEPAKAT dan pemanfaatan DTSEN.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Kependudukan
dan Jaminan Sosial Kementerian
PPN/Bappenas, Dr.
Muhammad Cholifihani, S.E., M.A., Ph.D, yang memaparkan tentang “Pembangunan
Kependudukan sebagai Fondasi Peningkatan Kesejahteraan”.
Dalam penjelasannya, Ia menegaskan kehadiran aplikasi
SEPAKAT bermanfaat untuk mengintegrasikan data kependudukan dan sosial ekonomi
sebagai dasar perencanaan pembangunan, mendukung analisis lintas kelompok umur
(anak, usia produktif, lansia) untuk kebijakan berbasis siklus hidup,
memperkuat penargetan program kesejahteraan sehingga manfaat pembangunan lebih
tepat sasaran, dan menyelaraskan data serta kebijakan dari informasi
kependudukan menjadi intervensi pembangunan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Bapperida
Provinsi NTT, Theresia Maria Florensia S.E., M.Ec.Dev. Dalam
sambutannya, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas
dokumen perencanaan daerah yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pada saat yang sama, Theresia Maria mengajak kerjasama
lintas sektor dalam mendorong pemutakhiran DTSEN menjadi indikator kinerja
daerah maupun nasional, memperluas penggunaan DTSEN oleh seluruh perangkat
daerah dan mitra pembangunan, mengoptimalkan fitur monitoring dan evaluasi
dalam SEPAKAT-DTSEN, serta memperkuat konvergensi program penanggulangan
kemiskinan berbasis konteks lokal khususnya pada rumah tangga desil 1.
Materi yang disampaikan pada hari pertama meliputi
topik Kemiskinan dan Pembangunan Inklusif, Pengantar Literasi Data, Pengantar
SEPAKAT versi 6.0, Pengantar Analisis SEPAKAT, serta Analisis Dasar yang
mencakup aspek makro, mikro, dan mandiri.
Hari Kedua:
Pendalaman Analisis dan Pemanfaatan Data
Pada hari
kedua, peserta mengikuti diskusi mengenai pemanfaatan data SEPAKAT untuk
mendukung program unggulan seperti OVOP (One Village One Product), OCOP (One
City One Product), serta RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).
Materi yang disampaikan mencakup Analisis Tematik bidang ekonomi dan Public Expenditure and Revenue Analysis (PERA)/ Analisis Pendapatan dan Belanja Publik, serta analisis tematik terkait GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), SLR, dan SPM. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait tinjauan dokumen perencanaan di tingkat provinsi serta pengenalan kanvas analisis sebagai alat bantu perencanaan.
Hari Ketiga:
Penyusunan Intervensi dan Rencana Tindak Lanjut
Hari ketiga
sekaligus penutupan difokuskan pada lanjutan pengenalan kanvas analisis serta
materi Analisis Intervensi dan Anggaran. Peserta juga diberikan penugasan untuk
menyusun analisis intervensi dan anggaran sebagai bentuk implementasi dari
materi yang telah dipelajari.
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi
serta penyusunan rencana kerja tindak lanjut guna memastikan keberlanjutan
hasil workshop dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Rencana
Tindak Lanjut
Sebagai
bentuk komitmen terhadap penguatan perencanaan berbasis data, disepakati
beberapa langkah tindak lanjut sebagai berikut:
- Pelaksanaan pelatihan SEPAKAT secara berkala bagi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan melibatkan perencana guna memperkuat kapasitas teknis perangkat daerah.
- Penguatan analisis sasaran program dengan data terpilah, di mana
setiap program Pemerintah Provinsi akan dipilah berdasarkan desil
kesejahteraan, usia, jenis kelamin, dan ragam disabilitas oleh
masing-masing Perangkat Daerah.
- Percepatan pengembangan fitur monitoring dan
evaluasi (monev) dalam aplikasi SEPAKAT oleh Bappenas.
- Percepatan pemberian hak akses DTSEN hingga
tingkat kabupaten/kota melalui kolaborasi Bapperida, Kominfo, dan Dinas
Sosial.
- Penguatan pendekatan pelatihan yang tidak hanya
sektoral, tetapi juga terintegrasi lintas bidang.
- Bapperida Bidang Infrastruktur akan
menyelenggarakan pelatihan lanjutan pada hari Jumat terdekat sebagai
bagian dari penguatan kapasitas teknis.
- Dinas Kominfo akan melakukan proses internalisasi
pemanfaatan SEPAKAT di lingkungan internal organisasi.
- Penguatan integrasi data dalam SEPAKAT oleh
Bappenas guna memastikan isu-isu nasional dapat dianalisis secara lebih
komprehensif dan tidak mengalami kendala pengolahan data.
- Sosialisasi peran Bidang Rida dalam mendukung
kegiatan riset dan evaluasi program di lingkungan Pemerintah Provinsi,
dengan skema satu bidang satu akun pada Bapperida.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
seluruh peserta mampu mengoptimalkan pemanfaatan DTSEN melalui aplikasi SEPAKAT dalam
penyusunan dokumen perencanaan yang lebih terarah, efektif, dan inklusif,
sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa
Tenggara Timur.
Penulis : Adolf Naikofi
Editor : Adelheid E.P Sabon
