Berita - Umum

Satpol PP NTT Kerahkan 70 Personel Amankan Upacara Hari Otonomi Daerah 2026

Kupang, 25 April 2026 — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengerahkan 70 personel untuk mengamankan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX Tahun 2026 di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (25/4). Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 800.1.11.1/1/623/Satpol PP 1.3 tertanggal 24 April 2026. Personel disebar di sejumlah titik strategis, meliputi area utama upacara, jalur akses masuk dan keluar, lokasi parkir, serta titik konsentrasi peserta guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum.

Kepala Satpol PP Provinsi NTT, Drs. Yohan A. Bunmo Loban, M.Si., yang bertindak sebagai Perwira Upacara, memimpin langsung pengamanan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab personel dalam menjalankan tugas di lapangan.

Selain pengamanan, Satpol PP juga melakukan pendataan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Pendataan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan penegakan disiplin ASN dalam kegiatan resmi pemerintahan.

Upacara berlangsung khidmat dengan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, sebagai Inspektur Upacara dan Plt. Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Drs. Petrus Seran Tahuk, sebagai Komandan Upacara.

Dalam amanatnya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa tema peringatan tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, mencerminkan komitmen memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta mempercepat pemerataan pembangunan.

Ia menyatakan, otonomi daerah merupakan amanah dan peluang strategis untuk mengembangkan potensi lokal. Sejumlah capaian disebut telah dirasakan, antara lain pembangunan infrastruktur hingga pelosok desa, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT juga terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program One Village One Product (OVOP) dan pembentukan NTT Mart di 22 kabupaten/kota sebagai sarana promosi dan distribusi produk lokal.

Selain itu, dukungan terhadap berbagai event lokal hingga internasional ditingkatkan untuk mempromosikan potensi daerah, menarik investasi, dan memperluas akses pasar.

Wakil Gubernur menegaskan, keberhasilan otonomi daerah bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat berperan dalam kebijakan dan dukungan strategis, sementara pemerintah daerah menjadi pelaksana di lapangan.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung aman, tertib, dan lancar di bawah koordinasi Satpol PP Provinsi NTT.

Penulis: Valentia Liliana Sanam (Tim Media Satpol PP Provinsi NTT)

Editor: Mardika L. Bnani

 

 

Anda Suka Berita Ini ?