Diwawancarai Kompas TV, Gubernur NTT Tegaskan Urgensi Program Siber Sehat untuk Lindungi Generasi Muda di Ruang Digital
Kupang –Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),
Melki Laka Lena, menegaskan bahwa kehadiran Program Siber Sehat NTT merupakan
ikhtiar strategis pemerintah daerah dalam memastikan kemajuan teknologi digital
berjalan seiring dengan penguatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya,
ruang digital tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi, tetapi juga
arena pembentukan cara berpikir, perilaku, dan masa depan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan
Melki saat diwawancarai secara langsung oleh Kompas TV dalam program Jurnal
Nusantara terkait peluncuran Program Siber Sehat NTT, Selasa (2/6/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang
aman, edukatif, dan produktif agar transformasi digital dapat memberikan
manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Menurut Gubernur Melki, program ini
lahir dari meningkatnya berbagai persoalan di ruang digital, mulai dari
maraknya penyebaran konten negatif di media sosial hingga fenomena kecanduan
digital yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
"Program Siber Sehat ini
lahir karena kami menemukan dan menerima berbagai laporan terkait maraknya
konten-konten negatif di dunia digital dan media sosial. Kami juga melihat
adanya kecenderungan kecanduan digital yang perlu menjadi perhatian bersama,"
ujar Gubernur Melki.
Ia menjelaskan bahwa transformasi digital ibarat pedang bermata dua dalam peradaban modern. Di satu sisi, ia membuka cakrawala pengetahuan, memperluas ruang belajar, mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas, serta mendorong produktivitas ekonomi yang semakin dinamis. Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan bayang-bayang risiko berupa penyebaran hoaks, fitnah, konten yang merusak, hingga berbagai persoalan sosial dan kesehatan mental.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT
melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menginisiasi Program Siber Sehat
sebagai gerakan edukasi dan literasi digital yang melibatkan berbagai pemangku
kepentingan, termasuk perguruan tinggi, aparat penegak hukum, media massa,
serta tenaga kesehatan.
"Kami ingin memastikan
ruang digital di Nusa Tenggara Timur menjadi ruang yang sehat, edukatif,
menghadirkan pesan-pesan positif, dan tidak didominasi oleh hoaks maupun
fitnah," tegasnya.
Program yang mengusung semangat
Gerakan Bersama Mewujudkan Generasi NTT yang Sehat Digital tersebut tidak hanya
berfokus pada edukasi masyarakat, tetapi juga menyediakan mekanisme pelaporan
dan penanganan berbagai persoalan yang terjadi di ruang siber.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui platform dan kanal pengaduan yang telah disiapkan pemerintah, termasuk melalui Meja Rakyat maupun layanan pengaduan resmi yang terintegrasi dengan mitra program. Penanganan laporan akan dilakukan sesuai kebutuhan, mulai dari pendampingan psikologis bagi korban kecanduan digital dan gangguan kesehatan mental, hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Dalam pelaksanaannya, Program Siber
Sehat didukung oleh berbagai mitra strategis, di antaranya Universitas Nusa
Cendana (Undana), Polda NTT, Badan Narkotika Nasional (BNN), media massa, serta
fasilitas layanan kesehatan.
Melalui kolaborasi lintas sektor
tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap budaya digital yang sehat, aman, dan
bertanggung jawab dapat tumbuh di tengah masyarakat, sehingga transformasi
digital yang sedang berlangsung mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi
pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.
"Media sosial membutuhkan
perhatian bersama agar ruang digital dapat dimanfaatkan secara positif. Karena
itu pemerintah hadir untuk memastikan ruang siber di NTT tetap sehat dan
memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Gubernur Melki.
Penulis: Mardika Leuf Bnani
Penyunting: Petrix Nomleni
