Berita - Umum

Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Publik, Pemprov NTT dan BBLSDM Komdigi Makassar Gelar Pelatihan AI Content Creator bagi ASN

KUPANG– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Makassar secara resmi membuka Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Content Creator bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (8/6/2026). Kegiatan yang digelar secara virtual ini diikuti oleh 118 peserta yang merupakan perwakilan dari 42 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTT.

Mewakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT, Kepala Bidang Layanan e-Government, Maria Y. Kiak, S.Kom., MIT, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas fasilitasi dari Kementerian Komdigi. Ia menekankan bahwa transformasi digital menuntut pemerintah untuk menghadirkan komunikasi publik yang responsif, menarik, akurat, dan mudah dipahami.

"Konten-konten pemerintah tidak lagi bisa kita sajikan dalam bentuk konvensional berupa teks-teks yang panjang. Kita harus mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai platform dengan pendekatan kreatif," ujar Maria.

Lebih lanjut, Maria menjabarkan empat alasan utama pentingnya kompetensi AI bagi ASN:

  • Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi: Mempercepat penyusunan konsep dan naskah secara lebih mudah dan atraktif.
  • Meningkatkan Kualitas Komunikasi Publik: Menghasilkan konten informasi kebijakan dan layanan yang sesuai dengan karakter audiens.
  • Kompetensi Kunci Tata Kelola Digital: Memahami pemanfaatan teknologi secara etis, aman, dan akuntabel.
  • Memperkuat Budaya Kerja Inovatif: Membentuk organisasi yang adaptif terhadap tantangan pembangunan masa depan.

Pelatihan ini juga dinilai sangat strategis di tengah keterbatasan fiskal daerah. Kehadiran program dari BBLSDM Komdigi membantu ASN Pemprov NTT untuk memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi minimal 20 Jam Pelajaran (JP) per tahun tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Maria juga berharap kerja sama ini dapat berlanjut pada materi yang lebih spesifik, seperti etika penggunaan AI di sektor publik dan keamanan siber, sejalan dengan program Siber Sehat NTT yang baru diluncurkan pada bulan Mei lalu.

Sementara itu, Kepala BBLSDM Komdigi Makassar, Drs. Baso Saleh, M.I.Kom., yang membuka acara tersebut secara resmi, menyoroti pentingnya etika dalam pemanfaatan Artificial Intelligence. Ia menegaskan bahwa kebebasan berkreasi menggunakan AI bagi ASN tetap harus berpedoman pada etika pemanfaatan teknologi.

Basok Saleh juga memberikan penekanan khusus pada metode kelulusan pelatihan yang dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 11 Juni 2026 ini.

"Ukuran kelulusan adalah sejauh mana proyek Bapak dan Ibu selesai. Jadi bukan hanya ikut mendengar, tetapi harus mengerjakan proyek-proyek yang disiapkan oleh para instruktur," tegasnya.

Ia berharap, pascapelatihan, ke-118 ASN ini dapat menjadi "agen Humas" bagi OPD-nya masing-masing. Mereka diharapkan mampu membuat konten sosialisasi yang masif di media sosial terkait program-program prioritas pemerintah, seperti penanganan stunting atau layanan kesehatan dan sosial masyarakat.

Menutup arahannya, Basok Saleh menargetkan komitmen penuh dari para peserta. "Tolong komitmennya, targetnya minimal 98 persen peserta selesai dari awal hingga akhir, jangan sampai banyak yang hilang di tengah jalan," pungkasnya.

Usai acara pembukaan dan sesi foto bersama, seluruh peserta kemudian diarahkan untuk memasuki breakout room di platform Zoom untuk memulai rangkaian materi inti pelatihan bersama para fasilitator.

 

Penulis : Adolf Naikofi

Editor : Nini Kiak
Anda Suka Berita Ini ?