Berita - Umum

SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI LATSAR CPNS 2026: INOVASI ULOS PRAJA DORONG DIGITALISASI PENGARSIPAN DI SATPOL PP PROVINSI NTT

Kupang, 12 Juni 2026 – Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2026 Gelombang X Angkatan 285 Kelompok 3, Putri Monica Seles Br. Siregar, S.IP., melaksanakan Seminar Rancangan Aktualisasi secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (12/6/2026).

Seminar rancangan aktualisasi merupakan salah satu tahapan penting dalam Pelatihan Dasar CPNS yang bertujuan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan inovasi dan penyelesaian permasalahan di unit kerja masing-masing.

Dalam seminar tersebut, Putri Monica Seles Br. Siregar mengangkat isu “Belum Optimalnya Sistem Pengarsipan Dokumentasi Kegiatan pada Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Timur”.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, ia mengusulkan inovasi bertajuk ULOS PRAJA (Unit Layanan Online Pengarsipan Dokumentasi Praja), yakni sistem pengarsipan dokumentasi kegiatan berbasis digital yang dikembangkan melalui platform Google Sites dalam bentuk micro website.

ULOS PRAJA menyediakan berbagai kemudahan, antara lain fitur unggah dan unduh dokumen secara daring yang memungkinkan arsip tersimpan secara terpusat dan dapat diakses bersama dengan mudah, cepat, dan efisien. Selain itu, tersedia fitur pencarian dokumen yang membantu pengguna menemukan arsip yang dibutuhkan secara lebih efektif, kapan saja dan di mana saja.

Nama ULOS PRAJA dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Kata ulos merujuk pada kain tenun khas masyarakat Batak yang melambangkan kehangatan, restu, kasih sayang (holong), persatuan, dan perlindungan. Dalam konteks inovasi, ulos mencerminkan identitas budaya, kearifan lokal, serta semangat kebersamaan dalam membangun organisasi. Sementara itu, praja bermakna pemerintah atau pelayan publik.

Secara keseluruhan, ULOS PRAJA dimaknai sebagai simbol sinergi dan persatuan dalam menghimpun berbagai ide, inovasi, serta potensi organisasi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Inovasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan sistem pengarsipan dokumentasi kegiatan pada Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Provinsi NTT, sekaligus mendukung penguatan administrasi pemerintahan dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, implementasi ULOS PRAJA sejalan dengan upaya penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-Government serta mendukung terwujudnya Smart ASN melalui peningkatan literasi digital di lingkungan pemerintahan.

Seminar rancangan aktualisasi tersebut didampingi oleh Mentor sekaligus Kepala Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Provinsi NTT, Valentia Liliana Sanam, SE. Adapun Coach/Widyaiswara dari BPSDMD Provinsi NTT adalah Baswara Anindita, ST., M.Si., sementara penguji dalam seminar tersebut adalah Drs. Heroyce Anabuni.

Melalui inovasi ULOS PRAJA, diharapkan tercipta sistem pengelolaan arsip dokumentasi yang lebih tertata, modern, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung kinerja organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT, Drs. Yohan A. Bunmo Loban, M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Putri Monica Seles Br. Siregar atas pelaksanaan Seminar Rancangan Aktualisasi tersebut. Ia berharap inovasi ULOS PRAJA dapat menjadi praktik baik dalam penguatan administrasi pemerintahan serta digitalisasi arsip di lingkungan Satpol PP Provinsi NTT.

Penulis: Valentia Liliana Sanam
Editor: Mardika Leuf Bnani 

Anda Suka Berita Ini ?