Kegiatan Gubernur - Umum

Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart by OSOP dan Sosialisasikan Jam Belajar Masyarakat di Manggarai Barat

Labuan Bajo - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meluncurkan NTT Mart by OSOP (One School One Product) sekaligus menyosialisasikan Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat pada kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 1 Labuan Bajo, Jumat (3/7/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri para kepala SMA/SMK/SLB se-Manggarai Barat, koordinator pengawas, pengawas SMA, komite sekolah, hingga ketua OSIS tersebut menjadi momentum penguatan dua agenda strategis Pemerintah Provinsi NTT, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kewirausahaan berbasis sekolah.

Acara diawali dengan penyambutan adat dan tarian dari para siswa, dilanjutkan laporan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Hilarius B. C. Da Silva yang menjelaskan bahwa OSOP merupakan tonggak baru dalam penguatan pendidikan vokasi sekaligus upaya menyelaraskan dunia pendidikan dengan dunia usaha.

Menurutnya, melalui OSOP, sekolah didorong menghasilkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah sekaligus memperkuat identitas lokal. Produk-produk tersebut selanjutnya dipasarkan melalui jaringan NTT Mart sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

Selain itu, Hilaruius menegaskan bahwa Pergub tentang Jam Belajar Masyarakat bertujuan membangun kembali sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan budaya literasi peserta didik. Karena itu, sosialisasi pergub tersebut akan dilakukan secara masif hingga ke seluruh wilayah Manggarai Barat.

Mewakili Bupati Manggarai Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo menyampaikan apresiasi atas peluncuran program OSOP yang dinilai sangat relevan dengan perkembangan daerah Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan membuka peluang besar bagi produk-produk UMKM, termasuk hasil karya siswa. Ia menilai tantangan utama yang masih dihadapi generasi muda bukan hanya kualitas akademik, tetapi juga kepercayaan diri.

"Kita berharap OSOP mampu menjadi daya ungkit bagi industri kreatif sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM lokal," ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini memberi perhatian besar terhadap pembenahan sektor pendidikan, terutama peningkatan kualitas literasi dan numerasi peserta didik.

Ia mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan NTT masih berada pada tiga posisi terbawah secara nasional dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

"Data ini menjadi alarm bagi kita semua. Persoalan pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Orang tua, keluarga, masyarakat, bahkan lingkungan sekitar harus kembali mengambil peran dalam mendidik anak-anak kita," tegas Gubernur.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan Jam Belajar Masyarakat setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Pada jam tersebut, masyarakat diharapkan menghentikan berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu proses belajar, seperti pesta, hiburan dengan musik keras maupun kegiatan lain yang menimbulkan keramaian. Bahkan aktivitas pemerintahan juga diarahkan untuk menyesuaikan dengan kebijakan tersebut.

Gubernur mengatakan, tujuan utama kebijakan tersebut bukan sekadar menciptakan waktu belajar, tetapi menghidupkan kembali interaksi keluarga dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah.

"Saya bercermin dari sistem sekolah berasrama. Anak-anak berhasil karena sistemnya memaksa mereka belajar. Melalui Jam Belajar Masyarakat, kita ingin membangun sistem itu di lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga pendidikan menjadi tanggung jawab bersama," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga secara resmi meluncurkan NTT Mart by OSOP MKKS SMA/SMK/SLB Manggarai Barat sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan.

Ia menjelaskan bahwa NTT Mart dibangun sebagai ekosistem pemasaran produk unggulan daerah yang ditopang oleh tiga pilar utama, yakni One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP).

Menurut Gubernur, melalui OSOP sekolah tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan.

"Muara dari semua ini adalah literasi yang baik, karakter yang kuat, dan lahirnya wirausahawan baru. Kita masih kekurangan pengusaha. Anak-anak kita harus dibiasakan menjadi pencipta lapangan kerja," ujarnya.

Ia menyebut Manggarai Barat memiliki potensi sangat besar menjadi salah satu pusat pengembangan NTT Mart karena didukung sektor pariwisata yang berkembang pesat.

Gubernur mengungkapkan bahwa hingga saat ini total transaksi melalui jaringan NTT Mart di seluruh NTT telah mencapai sekitar Rp1 miliar. Ia mencontohkan Kabupaten Sumba Tengah yang berhasil mengelola NTT Mart dengan baik hingga menjadi salah satu yang terbaik di NTT meskipun berada di wilayah yang memiliki berbagai keterbatasan.

Dalam sesi dialog, sejumlah siswa menyampaikan bahwa masih terdapat teman-teman mereka yang belum lancar membaca maupun berhitung. Perwakilan komite sekolah juga mengusulkan agar implementasi Jam Belajar Masyarakat diperluas hingga jenjang SD dan SMP melalui dukungan pemerintah kabupaten.

Berbagai masukan juga datang dari sekolah luar biasa (SLB), mulai dari kebutuhan tambahan guru, bantuan operasional asrama, hingga usulan pendirian SLB di wilayah yang memiliki jumlah penyandang disabilitas cukup tinggi.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gubernur memastikan bantuan uang makan bagi asrama SLB sedang diproses. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan membangun pola pendampingan bagi anak-anak yang tidak tinggal bersama orang tua agar tetap memperoleh perhatian selama pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat.

Terkait pengembangan NTT Mart, Gubernur mengakui program tersebut masih membutuhkan banyak penyempurnaan. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menunda langkah perubahan.

"NTT Mart memang jauh dari sempurna. Tetapi saya tidak mau kita terjebak menunggu semuanya sempurna baru mulai. Kita mulai sekarang, lalu kita perbaiki bersama dalam perjalanan," tegasnya seraya menjanjikan evaluasi dan perbaikan terus menerus untuk pengembangan NTT Mart.

Melalui sosialisasi Pergub Jam Belajar Masyarakat dan peluncuran NTT Mart by OSOP, Pemerintah Provinsi NTT berharap terbentuk ekosistem pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekaligus melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan literasi, karakter kuat, serta jiwa kewirausahaan yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Penulis : Oan Wutun
Foto : Nuel Here Wele
Anda Suka Berita Ini ?