Satpol PP dan TP PKK NTT Anjangsana ke LPKA Kelas I Kupang, Beri Dukungan bagi Anak Binaan
KUPANG, 12 Agustus 2026 — Satuan Polisi
Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Tim
Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTT
melaksanakan anjangsana ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang
dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik
Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bhakti Sosial/Anjangsana
yang difasilitasi Dinas Sosial Provinsi NTT dan diikuti 62 peserta dari unsur
pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, perbankan, dunia usaha,
organisasi kemasyarakatan, serta pemangku kepentingan lainnya di Provinsi NTT.
Kegiatan dilepas langsung oleh Gubernur NTT dari halaman Kantor
Gubernur NTT. Para peserta kemudian bergerak menuju sejumlah panti, yayasan,
dan komunitas yang telah ditetapkan sebagai lokasi anjangsana.
Dalam kegiatan tersebut, Satpol PP Provinsi NTT mendapat nomor urut
23.1 dan bersama TP PKK Provinsi NTT mengunjungi LPKA Kelas I Kupang.
Rombongan disambut penampilan anak-anak binaan LPKA yang memainkan
musik sasando dan menyanyikan lagu. Penampilan tersebut turut mendapat
apresiasi dari para peserta anjangsana.
Ketua TP PKK Provinsi NTT, Bunda Asti Laka Lena, kemudian
menyampaikan sambutan serta memperkenalkan jajaran TP PKK dan Satpol PP
Provinsi NTT yang hadir. Ia juga berdialog langsung dengan anak-anak binaan.
Dalam dialog tersebut, Bunda Asti memberikan motivasi kepada
anak-anak agar tetap menjalani proses pembinaan dan pendidikan dengan semangat
serta terus mengembangkan potensi dan keterampilan yang dimiliki.
Anak-anak binaan juga diberikan kesempatan mengikuti lomba menulis
sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sementara itu, Kepala LPKA Kelas I Kupang, Lukas Laksana Frans,
menjelaskan bahwa anak-anak selama berada di LPKA mendapatkan berbagai bentuk
pembinaan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan hingga pengembangan
minat dan bakat.
Menurut Lukas, anak-anak tinggal di wisma dan mendapatkan kebutuhan
makan dan minum serta pendidikan formal. Mereka juga memiliki kesempatan
mengikuti berbagai aktivitas, seperti berkebun, bermain musik, dan olahraga.
Program-program tersebut menjadi bagian dari pembinaan untuk
membangun kemandirian dan kepercayaan diri anak-anak sebelum kembali ke tengah
keluarga dan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, bantuan sosial juga diserahkan kepada
pihak LPKA Kelas I Kupang. Bantuan dari Ketua TP PKK Provinsi NTT diserahkan
kepada Kepala LPKA Kelas I Kupang, Lukas Laksana Frans.
Sementara itu, bantuan dari Satpol PP Provinsi NTT diserahkan Kepala
Bidang SDA, Yorgens L. D. Adoe, S.P., kepada Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kelas
I Kupang, Darius Tage Wea, S.H.
Selain menerima bantuan, anak-anak binaan mendapat kesempatan
menyampaikan pendapat, harapan, dan kebutuhan mereka secara langsung.
Salah seorang anak menyampaikan harapan agar LPKA memiliki gawang
futsal, jersey, dan bola untuk mendukung kegiatan olahraga. Anak binaan lainnya
menyampaikan kebutuhan tenaga pendidik serta alat-alat mengajar untuk menunjang
proses pendidikan.
Penyampaian aspirasi tersebut menjadi bagian dari dialog dalam
kegiatan anjangsana. Anak-anak diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat dan
kebutuhan mereka terkait proses pembinaan.
Kegiatan anjangsana tersebut menjadi bagian dari rangkaian
peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus momentum untuk memperkuat
kepedulian terhadap proses pembinaan anak di LPKA Kelas I Kupang.
Melalui kegiatan tersebut, Satpol PP Provinsi NTT dan TP PKK
Provinsi NTT turut memberikan dukungan kepada anak-anak binaan dalam menjalani
proses pendidikan, pembinaan, serta pengembangan potensi mereka.
Penulis: Valentia
Liliana Sanam
Editor: Mardika L. Bnani
