Transformasi Digital dari Desa: Provinsi NTT dan SKALA Perkuat Rancang Bangun Sistem Informasi Desa Berbasis Data Inklusif
KUPANG, 12 Agustus 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan SKALA NTT melangkah lebih jauh dalam transformasi digital melalui penyelenggaraan Workshop Penajaman Variabel Jenis Data untuk Rancang Bangun Sistem Informasi Desa (SID). Berlangsung selama dua hari (11–12 Agustus 2026) di Hotel Kristal, Kupang, workshop hybrid ini mempertemukan lintas sektor—mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, organisasi masyarakat sipil (CSO), hingga operator desa—guna menyusun standar dasar ekosistem data desa di NTT.
Langkah ini dilandasi oleh realita mendasar di
lapangan: selama ini tata kelola data desa di NTT dihadapkan pada tumpang
tindih aplikasi dan keragaman variabel. Data kependudukan, kemiskinan, hingga
infrastruktur sering kali berada di "pulau-pulau" sistem yang
terpisah, seperti SIAK, DTSEN/BNBA, Siskeudes, hingga Portal SASANDO. Kondisi
ini menyebabkan pendataan berulang, inefisiensi anggaran, serta potensi
ketidaktepatan sasaran program bantuan sosial.
Membangun Decision Support
System, Bukan Sekadar Aplikasi Administrasi
Dalam paparannya, Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika Provinsi NTT, Drs. Ady E. Mandala, M.Si., menegaskan bahwa
pengembangan SID bukan lagi soal memperbanyak aplikasi, melainkan membangun arsitektur
data tunggal yang terintegrasi.
"SID NTT harus dibangun sebagai instrumen
pengambilan keputusan (decision support system), bukan sekadar database desa.
Ukuran keberhasilannya bukanlah berapa banyak data yang berhasil terkumpul,
melainkan seberapa jauh data tersebut menghasilkan intervensi kebijakan yang
presisi dan tepat sasaran." — Drs. Ady E. Mandala, M.Si., Kepala
Dinas Kominfo Prov. NTT.
Didukung oleh program kemitraan SKALA NTT,
workshop ini menyepakati penajaman 10 kelompok data utama yang akan
dipadupadankan sebagai single source of truth:
- Kependudukan
& Demografi (sebagai
fondasi utama pengikat data)
- Keuangan
Desa
- Potensi
Desa & Ekonomi
- Pertanian
& Sumber Daya Alam
- Infrastruktur
& Wilayah
- Sosial
& Kemiskinan
- Perencanaan
Pembangunan
- Kelembagaan
Desa
- Kebencanaan
- Usaha & Digitalisasi
Prinsip Inklusivitas: Data
Terpilah Menjawab Kebutuhan Kelompok Rentan
Analisis tajam yang melandasi perancangan SID ini
adalah transisi dari sekadar "data agregat" menjadi "data
mikro yang bisa ditindaklanjuti (actionable data)". Fokus
khusus diberikan pada penguatan variabel data terpilah yang sensitif terhadap
gender, anak, lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.
Sebagai contoh konkret, variabel pendataan anak
tidak sekolah tidak lagi sekadar menghitung angka, tetapi membedakan batasan
umur, jenis disabilitas, hingga tingkat kesejahteraan keluarga. Dengan begitu,
Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah dapat langsung merumuskan aksi nyata,
baik berupa penjangkauan langsung, rujukan layanan sosial, maupun alokasi
dukungan pendidikan presisi dari APBDes.
Solusi Berkelanjutan untuk
Wilayah Kepulauan
Mempertimbangkan kondisi geografis NTT sebagai
wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses internet di beberapa titik,
arsitektur teknis SID dirancang sangat adaptif. Sistem ini disepakati memiliki mekanisme
pemutakhiran online dan offline. Operator desa dapat
memasukkan dan menyimpan data sebagai draft saat tidak ada sinyal, lalu
mengirimkannya secara otomatis ke tingkat kabupaten dan provinsi saat
terkoneksi.
Selain itu, skema pengolahan data memberikan ruang
otonomi kepada pemerintah desa sebagai produsen utama data, sekaligus menempatkan
kabupaten/kota sebagai fasilitator dan provinsi sebagai pengarah standar serta
pengelola integrasi dengan Portal SASANDO dan sistem nasional.
Langkah Konkret dan Dampak Jangka
Panjang
Sebagai tindak lanjut (action plan)
pasca-workshop, tim teknis dibentuk untuk:
- Finalisasi
matriks variabel minimum dan rancangan awal kamus data.
- Penyusunan
kertas kebijakan (policy paper) untuk advokasi strategis pimpinan
daerah.
- Pelaksanaan
FGD pendalaman uji prototipe aplikasi SID.
Melalui konsensus bersama ini, Provinsi NTT Bersama SKALA NTT membuktikan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan berbasis data (data-driven policy) dari level paling bawah—menjadikan desa tidak hanya sebagai objek pendataan, melainkan subjek utama dalam menuntaskan kemiskinan dan memajukan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Marlis Djira
Editor : Nini Kiak
