Lomba Menyanyi Solo Pelajar SMA/SMK Kota dan Kabupaten Kupang Meramaikan Pameran HUT NTT Ke 67 Hari Ketiga
Kupang - Pelaksanaan Pameran
menyongsong Perayaan HUT NTT Ke – 67 memasuki hari ketiga pada Senin, 15
Desember 2025, bertempat di Halaman Depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur Nusa
Tenggara Timur. Dengan bernaung di bawah tema “NTT Berjaya, UMKM Berdaya”,
kegiatan ini menghadirkan para pengusaha UMKM yang menawarkan berbagai macam
produk-produk lokal. Mulai dari aneka macam makanan lokal hingga busana bermotif
kultur dari seluruh pelosok daerah yang ada di NTT. Momentum ini dianggap
penting sebagai wadah bagi para pengusaha UMKM dalam menggerakan roda
perekonomian di tengah masyarakat.
Selain itu, keseruan pameran malam
ketiga diwarnai dengan perlombaan menyanyi solo pelajar SMA/SMK Kota dan
Kabupaten Kupang. “Sekitar 25 peserta siswa/i SMA/SMK yang telah terdaftar dan siap
tampil dalam perlombaan malam ini”, sebagaimana diinformasikan oleh Marlis dan
Flavi, sebagai MC dalam kegiatan lomba tersebut. 25 peserta berasal dari SMK
Negeri 8 Kupang, SMA Ki Hajar Dewantara Kupang, SMK Negeri 4 Kupang, SMA Negeri
6 Kupang, SMA Negeri 4 Kupang, SMA Negeri 3 Kupang, SMA Kristen Kasih Yobel
Kupang, SMA Kristen Mercusuar Kupang, SMA Negeri 1 Kupang, SMA Swasta Advent
Nusra, SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang, SMA Negeri 1 Kupang Barat, SMA
Negeri 13 Kupang, SMA St. Arnoldus Janssen Kupang, dan SMAN 1 Amabi Oefeto
Timur.
Penampilan para peserta lomba dinilai oleh
tiga juri profesional, diantaranya, Evifania Dei Flora Aryani Busa, Maria
Immaculata Kappel, Tridewi Uriprahayu Lamabelawa. Ketiga juri tersebut menilai
para peserta berdasarkan kualitas vokal, teknik bernyanyi, penghayatan lagu,
pelafalan lirik serta penampilan di atas panggung. Satu per satu peserta tampil
percaya diri membawakan lagu wajib Mata Lesu Ge dan lagu-lagu pilihan,
baik lagu pop nasional maupun lagu daerah, yang berhasil mengundang tepuk
tangan meriah dari para pengunjung pameran.
Di sela-sela perlombaan, MC juga
mengajak penonton untuk terus mendukung produk-produk UMKM lokal yang
dipamerkan sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap Nusa Tenggara Timur. Hal ini
sejalan dengan semangat HUT NTT ke-67 yang tidak hanya dirayakan melalui
hiburan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku
usaha lokal.
Dari seluruh penampilan yang
ditampilkan pada malam tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan sepuluh peserta
terbaik yang dinyatakan lolos ke babak Grand Final lomba menyanyi solo pelajar
SMA/SMK Kota dan Kabupaten Kupang. Para peserta tersebut, diantaranya, Divosrivianus
Pemandi Dolat (SMK Negeri 8 Kupang), Steffany Alista Izaac (SMA Negeri 3 Kupang),
Bryan Smith Ne'a (SMA Kristen Mercusuar Kupang), Enggar Natania Londingkene (SMA
Negeri 1 Kupang), Liven Nicarlos Mbau (SMA Negeri 1 Kupang), Tiara Flowerensha
Hermanus (SMA Negeri 1 Kupang Barat), Elkana Soinbala (SMA Kristen Citra Bangsa
Mandiri Kupang), Berlian Joeli Tunliu (SMA Negeri 13 Kupang), Grachya Agnes
Natasia Lewuntatu (SMA Negeri 3 Kupang), dan Adipetrosi Minfini (SMA Negeri 1
Kupang Barat).
Babak Grand Final sendiri dijadwalkan
akan digelar pada rangkaian hari berikutnya dalam perayaan HUT NTT ke-67.
Diharapkan, para finalis dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk
menampilkan kemampuan terbaik mereka dan memberikan suguhan hiburan berkualitas
bagi masyarakat yang hadir. Para dewan juri menyoroti aspek penguasaan
panggung, pelafalan lirik dan modulasi nada yang harus diperhatikan sekaligus diperbaiki
oleh para peserta yang lolos pada babak Grand Final.
Sebagai
penutup rangkaian kegiatan malam ketiga, panitia mengucapkan terima kasih
kepada seluruh peserta, dewan juri, pihak sekolah, serta masyarakat yang telah
berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh. Lomba menyanyi solo ini tidak
hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan dan apresiasi bagi
talenta muda di bidang seni musik.
Kegiatan ini
sekaligus menegaskan bahwa perayaan HUT NTT ke-67 bukan sekadar seremoni,
melainkan momentum untuk merangkul seluruh elemen masyarakat — mulai dari
pelajar, seniman, hingga pelaku UMKM — dalam satu semangat kebersamaan.
Antusiasme yang tercipta sepanjang acara menjadi cerminan kecintaan masyarakat
terhadap seni, budaya, dan potensi daerah.
Penulis : Adolf Naikofi
