Pameran HUT ke67 NTT Ditutup, UMKM Catat Lebih dari 8.000 Transaksi
KUPANG — Pameran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berakhir pada Sabtu malam, 2025. Selama delapan hari pelaksanaan, pameran bertema “NTT Berjaya, UMKM Berdaya” ini mencatat 8.188 transaksi dari 87 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Data panitia menunjukkan sekitar 70 persen peserta berasal
dari sektor kuliner, kerajinan tangan, dan anyaman. Rata-rata nilai transaksi
UMKM mencapai Rp150 ribu per hari. Mayoritas pelaku usaha mengaku puas terhadap
penyelenggaraan pameran, meski sebagian kecil memberikan catatan perbaikan. Yaitu
66 persen pelaku UMKM menyatakan sangat puas, 27 persen merasa puas, dan
sekitar 7 persen lainnya menyampaikan masukan untuk penyelenggaraan berikutnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Pameran sekaligus Kepala Dinas
Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Frederik C. P. Koenunu, mengatakan
pameran ini menjadi ruang temu antara perayaan dan evaluasi pembangunan daerah.
“Hari ulang tahun provinsi ini bukan hanya soal perayaan,
tetapi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan dan memperkuat
komitmen bersama menuju NTT yang berdaya saing dan sejahtera,” kata Frederik
dalam laporan penutupnya.
Malam Penutupan
Penutupan pameran diwarnai penyerahan hadiah sejumlah lomba
yang digelar selama rangkaian HUT. Pada lomba Santa Claus, juara pertama diraih
Filipe Banamtuan, disusul Farisa Calica di posisi kedua dan Daniel Paulus Wati
di peringkat ketiga. Hadiah diserahkan oleh Pelaksana Tugas Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Bapak
Kanisius H. M. Mau.
Lomba paduan suara juara satu dimenangkan Paroki Santo
Yoseph Naikoten. Sinode GMIT dan Paroki Santo Yoseph Pekerja Fenfui
masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Penghargaan diserahkan oleh
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flori Rita Wuisan.
Adapun lomba hias pohon Natal juara satu dimenangkan
Talitakum Youth, disusul GMIT Bethesda Maulafa dan GMIT Paulus Bakinikiniki.
Penyerahan hadiah lomba ini dilakukan oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.
Acara berlanjut dengan penampilan juara lomba menyanyi solo,
pertunjukan band lokal Yusten Kaesmetan, serta tarian Poto Wuo Ta’a dari
Sanggar Lopo Gaharu yang menyambut kehadiran Wakil Gubernur dan jajaran pejabat
provinsi Ketika memasuki area pameran.
Kolaborasi dan Identitas
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn)
Johni Asadoma, menyebut pameran ini sebagai gambaran cara NTT mengelola potensi
daerahnya.
“Pameran ini menunjukkan bagaimana pemerintah, UMKM, dunia
usaha, dan masyarakat bisa berjalan bersama menghadirkan karya dan inovasi yang
berdampak nyata,” ujar Johni.
Ia menilai kolaborasi semacam ini penting untuk memastikan
potensi lokal tidak berhenti sebagai pajangan, tetapi bergerak menjadi sumber
kesejahteraan.
Penutupan pameran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh
Wakil Gubernur bersama Asti Laka Lena dan Vera Christina Sirait Asadoma.
Potongan tumpeng juga dibagikan kepada lima anak pengunjung pameran.
Malam penutupan ditutup dengan penampilan meriah band Silet
Open Up, mengakhiri rangkaian perayaan HUT ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Fachri Irgiana Nurhakim
Editor: Maria Y. W. Tuda
