Blog Single
Kegiatan Gubernur - Umum

Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Hadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Bersama Presiden Prabowo

Kupang, 7 Januari 2025

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengikuti Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang yang terletak di dalam Kompleks Kantor Bupati Kupang di Jl. Timor Raya Km. 36, Oelamasi, Kabupaten Kupang, Rabu, (7/1/2026) siang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kupang, Yosef Lede, unsur Forkopimda NTT dan Kabupaten Kupang, para Pejabat Sipil, TNI dan Polri, para perwakilan Penyuluh Pertanian, Satgas Swasembada Pangan serta perwakilan Petani.

Sementara itu, kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan tersebut dipusatkan di Karawang, Jawa Barat, dan dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Tampak pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto dan juga para Kepala Daerah yang berkesempatan hadir.

Pengumuman tersebut dilakukan Presiden Prabowo di tengah hamparan sawah, dan ditandai dengan aksi simbolik menumbuk gabah bersama perwakilan Petani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Momentum tersebut menjadi penanda capaian strategis sektor pangan nasional setelah bertahun-tahun bergantung pada impor.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan bukti nyata kekuatan bangsa. Menurutnya, kemandirian pangan adalah fondasi utama bagi kemerdekaan dan kemajuan sebuah negara.

“Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting. Yang penting hari ini saudara memberi bukti yang nyata. Saudara telah mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan mengucap bismillah pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan keberanian melakukan evaluasi demi menjaga keberlanjutan pencapaian tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam khususnya pangan yang sangat besar, namun kekayaan belum dikelola secara optimal.

“Saya paham betul kekayaan yang kita miliki, tapi saya juga prihatin dan sedih karena selama ini banyak yang bocor akibat pengelolaan yang belum maksimal,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh Petani di Indonesia dan jajaran pemerintah atas kerja keras, pengabdian dan dedikasi serta menyebut pencapaian swasembada pangan yang diraih hanya dalam waktu kurang lebih satu tahun sebagai prestasi dan pencapaian yang luar biasa.
 
“Terima kasih kepada seluruh Petani, organisasi Petani, penyuluh pertanian dan semua pihak yang memberikan dukungan penuh. Sebagai putra-putri terbaik bangsa, saudara buktikan bahwa saudara bisa dan berhasil. Dalam satu tahun kita sudah swasembada dan tidak lagi bergantung pada bangsa lain. Saya bangga karena hari ini kita berhasil mengamankan masa depan Indonesia. Ini harus kita jaga dan kita harus konsisten, agar setiap tahun kita bisa terus swasembada,” ungkap Prabowo.

Prabowo juga menyebutkan, sebelumnya keraguan terhadap swasembada pangan sempat disampaikan langsung kepadanya oleh sejumlah tokoh nasional di negeri ini.

“Banyak tokoh nasional, tokoh penting ngomong ke saya beberapa waktu yang lalu, ‘Pak Bowo, nggak mungkin swasembada pangan di Indonesia’. Namun, berkat kerja keras kita semua, kita berhasil buktikan ini semua,” ujarnya.

Di hadapan para Petani dan pejabat tinggi negara yang hadir, Prabowo secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman beserta jajaran.

“Apresiasi juga kepada Pak Mentan dan jajaran. Bersama-sama, kalian telah mengamankan masa depan Bangsa Indonesia. Saya juga melihat tadi produk hilirisasi, pertanian luar biasa,” ucap Prabowo.

“Selain beras, saya juga dijanjikan oleh pak Amran, pak Wamentan didukung TNI-Polri bahwa jagung dalam waktu dekat juga akan swasembada. Ini akan buat pakan jadi murah untuk seluruh Peternak dan Petani kita. Ini akan turunkan harga pakan. Kita sudah turunkan harga pupuk, kalau bisa kita turunkan lagi harga pupuk,” jelas Prabowo disambut tepuk tangan para Petani yang hadir.
 
Presiden RI juga menegaskan Indonesia harus mencapai swasembada protein hewani yang bersumber dari ternak dan ikan. Untuk itu, pemerintah akan membuka ribuan desa Nelayan serta mengembangkan ratusan sentra budidaya ikan di berbagai wilayah daerah di Indonesia.

“Setelah ini, kita harus swasembada yang lain juga. Selain sektor perikanan, pemerintah juga akan membangun sektor peternakan secara besar-besaran di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan protein nasional,” kata Presiden.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan protein merupakan faktor penting bagi masa depan generasi penerus bangsa. Ia menekankan anak-anak Indonesia harus mendapatkan asupan protein yang cukup agar dapat tumbuh kuat, sehat, cerdas dan berprestasi.

“Rakyat kita, anak-anak kita harus tercukupi kebutuhan proteinnya. Mereka harus tumbuh kuat, tumbuh pintar, dan tumbuh menjadi masa depan Indonesia yang hebat dan cerdas,” tegasnya.

Mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo juga mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan stabilitas harga, khususnya bahan pangan dan lainnya sebagai prestasi selama masa kepemimpinannya.

“Menjadi presiden yang berprestasi bagi saya jika saya berhasil menurunkan berbagai harga bahan pangan dan menjaga stabilitasnya. Harga pangan turun, pupuk turun, benih turun harga untuk masyarakat kita turun dan terjangkau di semua bidang. Karena saya mau nanti anak-anak Petani, Nelayan kembali bisa sekolah yang tinggi, jadi insinyur, jadi dokter, jadi jenderal, sukses di semua bidang,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan swasembada beras nasional merupakan hasil kerja kolaboratif dari Kabinet Merah Putih yang solid untuk mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam hal ini Asta Cita Swasembada Pangan.

Mentan Amran menyebut capaian tersebut buah dari sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi Petani, serta Penyuluh Pertanian dan Petani, yang kompak dalam berproduksi dan menjaga sektor pangan nasional untuk tetap stabil dan berkelanjutan.

"Ini kerja keras kita bersama. Tidak akan tercapai tanpa kerja sama kita semua. Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih, dari gagasan besar Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh Petani, Penyuluh Pertanian di Indonesia serta semua pihak yang terlibat mendukung dalam kerja keras kita ini," kata Mentan Amran.

Menteri Amran juga menyampaikan bahwa kurang lebih 160 juta Petani di Indonesia memberikan apresiasi atas perhatian dan kebijakan Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian. Ia menyebut Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretariat Negara dan lembaga tinggi negara terkait lainnya juga memiliki peran krusial dalam penerbitan puluhan regulasi cepat yang mempermudah pupuk, irigasi, distribusi, serta pengendalian inflasi pangan.

“Dimana salah satu kebijakan strategis yang berdampak besar adalah percepatan regulasi pupuk yang terbit hanya dalam satu hari dan berhasil menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Ini luar biasa, kebijakan pangan yang diterapkan saat ini sudah menunjukkan hasil nyata,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan strategis antar kementerian seperti Kementerian Pertahanan sejak 2023 melalui pembangunan food estate sebagai lumbung pangan nasional yang berkelanjutan, juga langkah-langkah hilirisasi sektor pertanian yang memperkuat dan meningkatkan komoditas pertanian nasional.
 
Amran juga menyoroti ketegasan penegakan hukum bersama Polri dan Kejaksaan Agung dalam memberantas mafia pangan, pencabutan ribuan izin bermasalah, serta perlindungan harga untuk para Petani sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur NTT yang mengikuti via daring juga menyampaikan bahwa pengumuman swasembada pangan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia, karena mencerminkan kekuatan dan kemandirian negara.

“Ini adalah kebanggaan bagi bangsa Indonesia karena mampu berswasembada pangan. Itu artinya kita memiliki kekuatan jika bersatu, bukan hanya sektor pangan tapi sektor yang lain juga. NTT sebagai daerah yang juga punya potensi di sektor pertanian, tentu kita akan bekerja keras dan berkontribusi juga di sektor pertanian dan pangan dengan memanfaatkan seluruh lahan yang ada agar dioptimalkan.” Ujar Gubernur NTT.

Keberhasilan swasembada turut membawa dampak signifikan terhadap pasar dunia. Penghentian impor beras oleh Indonesia menekan permintaan internasional dan mendorong harga beras dunia turun tajam dari sekitar USD 660 per metrik ton menjadi USD 368 per metrik ton, atau turun 44,2 persen.

Tercapainya swasembada pangan didukung langkah peningkatan produksi yang masif dan terintegrasi. Melalui intensifikasi, pemerintah memperkuat benih unggul, pompanisasi, optimasi lahan, irigasi, modernisasi pertanian, serta peremajaan alsintan, sementara dari sisi ekstensifikasi pemerintah mempercepat cetak sawah baru.

Khusus penyaluran pupuk bersubsidi, terbitnya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 menjadi terobosan penting melalui penyederhanaan 145 regulasi dan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.

Keberhasilan swasembada pangan juga diperkuat kebijakan agresif penyerapan gabah petani. Perum BULOG ditugaskan membeli gabah langsung di lapangan dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kilogram, yang mendorong pengadaan beras 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Selain meningkatkan pendapatan Petani, kebijakan ini mendorong lonjakan cadangan beras pemerintah hingga rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, dengan stok saat ini berada di kisaran 3,24 juta ton seiring penyaluran untuk penanganan bencana dan pengendalian harga.

Capaian swasembada pangan juga berdampak langsung pada kesejahteraan Petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 tercatat 125,35, tertinggi sepanjang sejarah, dengan rata-rata NTP 2025 mencapai 123,26 atau tertinggi dalam 33 tahun terakhir.

Dari sisi ekonomi makro, sektor pertanian mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10,52 persen pada triwulan I 2025, tertinggi dalam 15 tahun terakhir, sekaligus menegaskan perannya sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Demikian Siaran Pers dibuat untuk dipublikasikan. #AyoBangunNTT.

Penulis : Alex Raditia
Foto : Baldus Sae – Ben Josuf - BPMI
Video : Riky Nengga
Anda Suka Berita Ini ?