Berita - Umum

Gubernur Melki Laka Lena Hadiri Pementasan Kolosal Seni Seminari TodabeluMataloko di Kupang

Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Pementasan Kolosal Seni Teater, Vokal, dan Musik yang dipersembahkan oleh siswa Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Todabelu–Mataloko, Sabtu (31/1/2026), di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang.

Dalam sambutannya, Melki Laka Kena menegaskan bahwa pementasan kolosal yang mengangkat tema “Misteri di Balik Jubah Putih”, ini mengajak semua pihak untuk merenungkan makna terdalam dari panggilan imamat.

“Para seminaris adalah calon-calon imam. Namun perjalanan menuju panggilan itu bukanlah jalan yang sederhana. Ia adalah jalan iman yang penuh misteri, pergulatan batin, kesetiaan, dan penyerahan diri. Sebagaimana sabda Tuhan: Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang memilih kamu (Yohanes 15:16),” ujar Melki Laka Lena.

Menurut Gubernur, jubah putih bukan sekadar simbol lahiriah, tetapi tanda kesiapsediaan untuk hidup dalam pengabdian, kesucian, dan pelayanan.

Gubernur juga menyinggung sejarah panjang Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Todabelu–Mataloko yang didirikan pada 2 Februari 1926 di Sikka oleh Pater Fransiskus Cornelissen, SVD, atas prakarsa Mgr. Vestraelen, SVD, sebelum kemudian dipindahkan ke Mataloko dan diresmikan pada 15 September 1929. Sejak saat itu, seminari ini telah melahirkan banyak alumni yang berkontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.

“Saya kira ini adalah seminari tertua yang ada di NTT. Dan tentunya telah melahirkan banyak alumni baik yang menjadi imam maupun yang berkiprah sebagai awam dan tersebar di berbagai banyak tempat,” tambahnya.



Dalam mendidik calon imam, seminari ini menghidupi semangat “Lima S” sebagai pilar pendidikan holistik, yaitu Sanctitas (kekudusan), Sanitas (kesehatan), Scientia (pengetahuan), Sapientia (kebijaksanaan), dan Socialitas (kebersamaan). Nilai-nilai tersebut membentuk pribadi seminaris secara utuh, baik secara rohani, intelektual, maupun sosial.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung keberadaan lembaga-lembaga pendidikan calon imam. Ia mendorong agar kualitas pendidikan yang telah terjaga selama ini, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan karakter, terus dipertahankan dan dikembangkan.

Kepada para seminaris, Gubernur berpesan agar terus menggali potensi diri, mengembangkan talenta, serta membangun kepribadian yang rendah hati, tangguh, dan penuh belas kasih demi masa depan Gereja dan masyarakat.

Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur menyampaikan proficiat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas seminari para pembina, guru, siswa, serta panitia atas terselenggaranya pementasan seni yang sarat makna dan inspiratif ini.

Penulis: Baldus Sae
Foto: Yozhie – Eflin
Anda Suka Berita Ini ?