Gubernur NTT Hadiri Syukuran Pesta Pelindung Santo Yohanes Don Bosko di SDK Don Bosko Kupang
Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Perayaan Syukuran Pesta Santo Yohanes Bosco, pelindung Sekolah Dasar Katolik (SDK) Don Bosko, yang dilaksanakan di Gereja dan Aula Paroki Sta. Maria Assumpta Walikota Baru, Kupang Pada Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan diawali dengan Misa Syukur, dilanjutkan dengan rangkaian acara seni dan kreativitas siswa. Kedatangan Gubernur disambut meriah dengan tarian penjemputan tradisi Ende yang dibawakan oleh anak-anak SDK Don Bosko.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Santo Yohanes Don Bosko adalah sosok pendidik sejati yang mengajarkan pendidikan berbasis kasih, kesabaran, dan persahabatan. Menurutnya, pendidikan ala Don Bosko menempatkan anak sebagai pribadi utuh, akal diasah, hati dibentuk, dan karakter dikuatkan.
"Santo Yohanes Don Bosko adalah sosok pendidik sejati. Beliau mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi soal mencintai, membimbing, dan menumbuhkan harapan," ungkap Gubernur.
Gubernur juga menekankan pentingnya pendidikan karakter, literasi, dan numerasi dasar sebagai fondasi masa depan generasi NTT, serta mendorong lembaga pendidikan Katolik untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai iman.
"Literasi bukan sekadar bisa membaca, dan numerasi bukan hanya bisa berhitung. Lebih dari itu, anak-anak harus mampu memahami informasi, menarik kesimpulan yang benar, berpikir kritis, dan bertindak bijak berdasarkan pengetahuan yang dimiliki."
Dalam konteks kemandirian sekolah, Gubernur mendorong Yayasan Swasti Sari untuk mengembangkan pendekatan One Community One Product atau One School One Product sebagai sarana pembelajaran karakter, kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi komunitas pendidikan.
Kepada anak-anak, Gubernur berpesan agar selalu rajin belajar, mendengarkan nasihat guru, dan menghormati orang tua, sehingga kelak mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih hebat bahkan melampaui Gubernur dan Wali Kota yang juga merupakan alumni SDK Don Bosko.
Sementara itu, Kepala Bidang Kurikulum Yayasan Swasti Sari, Romo Konradus Takene, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi roh dalam setiap proses belajar mengajar di SDK Don Bosko.
Ketua Panitia, Ibu Jacoba, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT. Ia menegaskan komitmen komunitas sekolah Don Bosko untuk mengimplementasikan teladan Santo Yohanes Don Bosko dalam kegiatan pendidikan, menjadikan sekolah sebagai rumah yang mewartakan kasih, kejujuran, kepedulian, dan sukacita, serta mendukung program pemerintah yakni "One School, One Product".
"Kami mendukung program Bapak Gubernur, One School One Product, lewat pendidikan muatan lokal," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa perayaan pesta pelindung ini memiliki makna yang lebih mendalam bagi komunitas pendidikan.
"Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan rutinitas belaka. Melalui perayaan pesta pelindung ini kami berupaya meningkatkan spiritualitas komunitas pendidikan seturut teladan St Yohanes Bosco," tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Setda Kota Kupang Ignas Lega yang mewakili Wali Kota Kupang, Kepala Bidang Kurikulum Yayasan Swasti Sari Romo Konradus Takene, Kepala Sekolah SDK Don Bosko 1, 2, 3, dan 4 beserta para guru, Kepala Sekolah SMPK Giovani Romo Joannes Bria, para Suster anggota Komunitas RVM, serta segenap murid SDK Don Bosko bersama para orang tua.
Berbagai penampilan kreatif ditampilkan oleh para siswa, antara lain paduan suara, musik ansambel perkusi, pianika, serta pertunjukan perkusi dari barang bekas. Kegiatan ini menunjukkan semangat kreativitas, kolaborasi, dan pendidikan karakter yang hidup di lingkungan sekolah Don Bosko. Antusiasme siswa terlihat jelas, terlebih karena dapat berinteraksi secara langsung bersama Gubernur NTT.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan makan siang bersama, sebagai simbol syukur, kebersamaan, dan sukacita seluruh komunitas pendidikan SDK Don Bosko.
Penulis : Oan Wutun
Foto : Gerald
Anda Suka Berita Ini ?
