Kegiatan Gubernur - Daerah

Gubernur NTT dan Ketua DPRD NTT Tinjau Huntara Konga: Pastikan Pendidikan Gratis dan Perbaikan Fasilitas Air bagi Pengungsi Lewotobi

Flores Timur - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, melakukan kunjungan kerja ke Hunian Sementara (Huntara) 1 dan 2 di Desa Konga, Flores Timur, Rabu (11/02). Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari 450 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Dulipali, Boru, Nawakote, dan Klatanlo yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi.

Dalam dialog hangat bersama warga, Gubernur Melki Laka Lena merespons cepat sejumlah keluhan krusial, mulai dari biaya pendidikan, kualitas air bersih, hingga kepastian hunian tetap (Huntap).

Menanggapi keluhan warga mengenai masih adanya tarikan iuran sekolah dan biaya perlengkapan bagi anak-anak pengungsi, Gubernur menegaskan akan segera mengambil langkah konkret.

"Minggu depan, setelah Imlek, saya tugaskan Kadis Pendidikan Provinsi dan Kabupaten untuk merapikan semua data. Kita akan rapat khusus dengan sekolah-sekolah di sekitar Huntara. Saya minta Kepala Desa mendata nama-nama anak sesuai sekolahnya, dan kita pastikan iuran pendidikan mereka digratiskan," tegas Melki.

Warga melaporkan bahwa meskipun kuantitas air dari lima sumur bor tercukupi, kualitasnya tidak layak konsumsi karena kadar zat kapur yang sangat tinggi. Selain itu, warga mengeluhkan kendala meteran listrik pada pompa air yang memicu dinamika sosial.

Terkait hal ini, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi untuk berkoordinasi dengan PU Kabupaten guna mencari teknologi pengolahan air agar layak minum. "Soal air, kita akan cari cara menurunkan kadar kapurnya. Sementara untuk mobilitas air, kita akan optimalkan pemanfaatan mobil tangki Pemda," tambahnya.



Mengenai pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Gubernur mengakui adanya tantangan dinamika harga lahan dan fokus nasional BNPB pada bencana di daerah lain. Namun, ia memastikan koordinasi dengan Menko PMK dan Kementerian Perumahan terus berjalan.

Untuk pemulihan ekonomi, Pemprov NTT mendorong:
• Relaksasi KUR: Perbankan diajak untuk memberikan penyesuaian skema pinjaman bagi pengungsi.
• Bantuan Pertanian: Kelompok tani di Huntara diminta menyerahkan nama koordinator untuk disambungkan dengan bantuan pusat.
• Pemasaran Produk: Hasil olahan bumi dari Huntara akan dibantu pemasarannya melalui jaringan NTT Mart.

Senada dengan Gubernur, Ketua DPRD NTT, Emelia J. Nomleni, memberikan penguatan moral khususnya bagi kaum perempuan di pengungsian.

"Perempuan selalu menemukan cara untuk tetap hidup dan menjadi energi bagi keluarga. Kami di sini untuk memastikan persoalan jangka pendek maupun panjang dapat segera teratasi," ujar Emelia.

Menutup kunjungannya, Gubernur Melki mengutip moto penahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Hans Monteiro: Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan).

"Kita harus saling merasakan dan berempati. Jangan pernah menyerah dan jangan kehilangan pengharapan," pungkasnya.

Penulis : Mario Lawi
Foto : Idin
Anda Suka Berita Ini ?